Skip to main content

Full text of "ebook tauhid dan jihad_1"

See other formats


__j jj <__ji L_ia_1_ 

"... Maka, pergilah kamu 

bersama Rabbmu!!..." 

Created By : Abdul Barr Al-Harby 
(j_ua iJh\ __l jl Lai j-a-l l<&\ jjj_ij Ij ; jlia j^y^ j^ -I«-9-*jI f-* fA.. 

liijjj <___) L_A_li | ; ^-juojaI Jjjl JjuoI jJJ <__il_ L__ __S J*J_J V i~lj<C___~ 

Uj !>tiL_- -_jjj -_Ji -uA_j o__j < [24 : S-jUSI ] { jj_oH UaU l_l ^_j__i 

__s«_a l__iUJ _UJ_\I __jj <__!) l_J Cjjjuo ji (J-Jlj ---* .' LS^Ij- Oi>-^-* tft_X4 
# 4j 4j lc_j I J^-- jalj-ij 4_uc ^Ill ^j--- 3 -~l UJ-^J <Jl-S-. 4-i-ifJ <_?--- 4_jj- (j~ 

( LS JJ^M^ j^J-l is^ f J----1I cih^J' ) 

" ....{mujahid sejati akan mengatakan) Tetapi, pergilah engkau & 

Rabbmu berperang, sesungguhnya kami akan mengikutimu 

dan Rabbmu berperang ....!!!" 



Daftar Isi 

Pengantar penulis ... 
Daftar isi ... 

01. Jama'ah jihad, yang akan ditinggal anggotanya. 

02. Mujahid, sejatinya sedikit. 

03. Meninggalkan jihad (amaliyat & perang) 
dapat menghilangkan status mukmin. 

04. Meski Sedikit, dijamin Allah Ta'ala. 

05. Keluar dari keterpasungan. 

06. Sejatinya, Sedikit sekali yang mau berperang (berjihad). 

07. Berangkatlah ikhwan, ... tidak ada keringanan bagi antum. 

08. Bala', sebuah keharusan. 

09. Rakus menjadi mas'ul. 

10. Tanda, benarnya perjalanan. 

11. Keluarganya, ...!!?? Kita juga yang ngurus!!! 

12. Duduk di halaqoh 15 tahun 

13. Masih punya malukah kita????, 

14. Jangan Perang di sini!! 

15. Membatasi dan memasung khud'ah (siasat perang) 
... tanpa sadar!!! 

16. Berikan kepada yang berhak. 

17. Bukan ... tapi halaqoh ghibah!!! 

18. Tandzim dan pedoman perjuangannya ...!!! 
berhala baru yang disembah selain Allah !!!!??? 

19. Takut, Gentar dan tidak berdaya, .... 
Akibat tanazu'(saling berbantah). 

20. Tidak Tampil lebih baik !!! 

21. Qishos mereka!!!!! 

22. Tekad baja, .. ciri mujahid perwira. 

23. Serahkan Barang dagangan kepada "Sang Pembeli." 

24. Jangan halangi mereka ya Ust.!!!. 

25. Fakta jangan dikalahkan dengan husnudzon!! 

26. Jangan menyerang Amerika & sekutunya di Indonesia!!! 

27. Jihad jalan terus, meski kalian diam dan duduk-duduk. 

28. Besarnya hasil sebanding dengan besarnya pengorbanan. 

29. Taktik "boros" memenangkan pertempuran. 



30. Jika Abdullah bin Mubarok masih hidup, apa yang akan 
dikatakannya??? 

31. Mudah-Mudahan Allah mudahkan kami menyusulmu, Ya Abtholul 

Jihadllll 

32. MimpiAneh!!!! 



Pengantar Penulis 

t a^W ClbljA jUai* A-iLj alSLa-ll jUai" l^Lo^La (__9 _u___ "-___ Jl<__ a^Jla 
jjj__j (jjjj-a <_-i Jj-C jia jjjiiJjlLa ^jJjUakll ">__j tj-g-La MJ** L>°J CS"" 1 ' 

Jjjiail jc~ jjjLUil 3L- Ul jb VI <_-_-_-Vl Jj lW- ^i t q:Kn"U 

Ij-ijjj- t^jJy-Lui-il _j-a J^^ /' ' "J (j^ <Jr* -"--■ P^. (j^ ( . "* ' ""*jj 4--A jjLaJj 

L_Ac.Lt_a__ <_jI_Lj_ jl g.Lalr- jl LaliL-> 4_jL^.jilj _jUaj"!}_. ^jaAaII l__> -muJI 

lj'*°J pJ (jji < ,~£.. (Jjp-M ^°^]j C& a ' > "** ^^jLt-a Ij5_jjjj k 4jy»">Luoyi 

<__j_»j tLiLi* a-<iVi liiiAi (_^jii ^jjjiaii (____. ^jjji^ ^ji 4<Jj_j m ^ ^ (jL__i 

/g-L-a i~l (Jjjuoj _jj_ Ij^-Siaj aJ ;_g_il jJJJj 4 Jj-C jia LllLailail 4jj ,jj 4-aVli 

(jj-La (L&JJ '""» Ua\ cljijjjuo >^*y ^ L__U 4_<_lali _jl ji iij| pjlj) j-L_j 4j1c iill 

<U_C 
• .* 

Merefcfi itu lbfirfit reL teereta crpi, pfi!Xi/vg depfiiA. fidfiLfih fceretfi pfirfi pei^gufisfi dfiiA. btla\za\AQ\Aua 

teeretti pfirfi c^iuadak shoff fcedufi daw orawc^-oratAC?! dt\zat\A\ja. Ktdua \ztrtta Itu mogotesejnte 

puLuhniA. takutA uaiAi?) LfiLupfidfijfiLfiiA.pem.bebfisfiiA.pciLestLi/ui. Ma\za tidak, ada cara iaiw uwtuk, 

mtmbtba&k.aiA Al Ac\ska stiaiA dt\Ac^a\A w.tAuiAC? l \zir\zaA \ztdua \ztrtta tersebut daw 

v\A.t\Aualiji\Aija . Nam.uiA V\ai itu sawc^at suLlt d.iia\zu\zaA sebeLu.Kn baAua\z \zo\um. w.usiiwl\A 

lAaAOj sadar, \ztw.udiaw witrt\za wAeLepfisfcfiiA. ta'asMub uu\aq ttrctia ttrhada^ i^egerL daAto\zoK 

baik, ftvu$uas>a, uiaw.a' mau^uA -^ara csluadakjamaak lsiaw.iuak, iaiu w.tvt\za tidak, 

wXAoia\z iAtisehfit uaviq seLfiiAJutfcfiiA dLtegfitetefiiA huteum i/jfiiAg beiAtir atas diri w.tvt\za .Ji\za 

w.tvt\za tidak, iak,u\zaA hai lvu w,a\za seoLnh w.trt\z,R w,t\AQata\zc,\A-. sesui^ggu.hi^bjn w.trt\za itu 

berjnLni^ di atasjaiaw ujni^g teLcih dLtewApuh orni^g-omi^g sebeLunA. \zita. oitk \zartAa itu uniot 

(sLciha terjebnfe daiaw. c^tia^AiAa pndnt^g \zttida\z']tiasaA st^a\z berpuLuh-puLuh tnhui^ ujni^g 

LnLu. t>r\a Aaw^>a\zAV,a w,trt\za tida\z w.tw.akaw.i sabda RnsuLuLLnh SAW: 

T>tw.i Aiiak, staAdaiiAua Ffithi.HA.fih bLi^tL MuhfiwAHAfid HAet^curLpnstL feupotoi^g taiAC^aiAiAua . 

(Mu.ttfiff(c[ 'ALalh) 

{MauiaAa nsf)HAfih bli^ L-ttdiiA, w.artt ziOO°)) 



Jjjjjo {jA ^IlU JjJUj 4^-lil L_ljjjj aj_XJjuoJj iA jjJUxttJj gAa__j 4^Il AA__il jl 

iAA (_£jlA ">li (Jik_aJ (_>«j lAA <Jj___~. ">li A\\ aJ^J _>a iLLiL-C-l ( " -\ jj . o (j-^J L-uo_j| 

AjLuuoIj AjjAjilj AjjjjJj ^-i 4J c_Ljjuo V aJ__j i_l V) 'Ul V _jl J^-uolj 
oJJC l-u__< a L_nJ _jl J^-uolj (jJjL-ajil x_U-u-ll jAj ^/-juj A_!L__ JjJJ AjL___sj 
Lkljjuoj <-j|j ^Ill ^jJl ucIjj IjJAJj IjJj«joJ (j^ilj (J-^y^ L^r-** - ' LS^ ^J^JJ 
Ajjjt Li (j-aj AjL__-_iIj 4jI __1Cj A-_- A L-Ujjuo jj U--UC. cs^ i-)-- 3 Ci ''J^-^ 

jLui_-lj 



.Ijj££ UaLti ^Lij jj^ll ^jj Jl 

jj-aLj^» (^'J "^j clHj- ^ *^J ^^ 3 - 1 L3^ ^ ^J^ ljA*U (j^l ^'4 

clljj L^k-jj L^L» JJj^j ?^lj (J*^ J* /^■'^ (_£^ r^J ^J^ (_>jJ^jI 4bi'4 

;»Lk.jVlj Aj jjlf.lijoJ <_£ Jjl ^Ill IjSjIj f.LuiJj I JJJ^ Vl^-J 1 ag V 

UjJj ^iulc- (jl^ ^ll j| 
lf_] jikjj ISIUaC.) !__] ?cjl *aJ IISjaIjj Vj3 IjJJ^j *&l lj-ul IjJ-aU JJ^jI ^Jllj 

1 -aJJaC- I Jj3 jLa ___} 4_ljjuojj ^JJI *JaJ j-oj ;a--JjJ-1 



Syaikh Abu Mus'ab Az-Zarqowy Rahimahulah, Amir tandzim al-Qoidah fi 
biladirohdain, Iraq. Beliau mengatakan : "Sejarah kembali terulang, jalan 
cerita sejarah dari zaman ke zaman tidak pernah berubah... manusia dan 
pemerannya boleh berubah, peralatan-peralatan boleh berkembang pesat; 
akan tetapi pentas sejarah tetaplah baku; kisah permusuhan hanya satu, yaitu 
kebenaran melawan kebatilan, Islam memerangi kekahran, kejahiliyahan, dan 
kemunahkan yang terselubung. Adapun orang-orang lemah dan benyali 
rendah , mereka memegang tongkat pada bagian tengahnya; satu sisi ia 
menyatakan bergabung dengan umatnya, tapi di sisi lain ia lebih 
mengedepankan kepentingan dunianya sembari menunggu kabut tersingkap 
dan peperangan berakhir; dengan maksud ingin bergabung dengan kelompok 
yang kuat dan menumpang kapal fihak yang menang, sungguh teramat jelek 
apa yang diperbuat orang-orang seperti ini." 

Dan beliau berkata : "Tapi mereka dihentikan oleh orang-orang robbaniyyuun, 
yang mengangkat bendera di zaman kerusakan, mengangkat kepala di zaman 
kehinaan, tekat mereka mengarungi angkasa, pergi menuju Alloh, Dzat Yang 
Maha melihat lagi Maha mendengar, meneladani Sang pembawa peringatan 
dan kabar gembira, Muhammad — shallallahu alaihi wa sallam-, mereka orang- 
orang asing yang wajahnya hangus terbakar angin keterasingan, kaki mereka 
yang tanpa alas kaki, meneteskan darah di sahara yang berkobar oleh api 
permusuhan, tidak ada pintu yang mau menerima mereka sehingga mereka 
mengetuk pintu langit, lalu dibukalah pintu tersebut untuk mereka, langsung 
dari tengah-tengah surga untuk menghidupkan hati, tersirat kegembiraan 
iman dalam diri mereka, sehingga tidak ada seorangpun dari mereka yang 



mundur, karena mereka marah demi agamanya, walaupun seluruh dunia 
bersatu-padu membidiknya." 

Ikhwany, .... ketahuilah bahwa dien yang benar adalah din yang diamalkan 
oleh setiap pemeluknya — bukan hanya dipelajari dan untuk mendapatkan 
gelar-, dan jalan yang lurus adalah jalan yang menghantarkan kepada 
kemuliaan akherat, meski dunia tidak didapatkannya. 

.... bagian dari keyakinan kita bahwa setiap sesuatu akan mendapatkan jatah 
kapan berakhirnya (ajalnya atau kerusakannya) terjadi, ... dan rizki telah 
dibagi-bagi dengan adil kepada setiap hamba, tanpa terkecuali, ... sebagaimana 
Allah telah membagi amal-amal bagi setiap hamba yang diiringi dengan usaha 
hamba yang keras untuk mendapatkannya, ... Setiap jiwa akan mendapatkan 
mati, ... bahwa jannah (syurga) itu -didapat— di bawah kelebatan pedang 
(peperangan), ... Barangsiapa yang berdebu kakinya di jalan Allah, maka 
diharamkan baginya neraka, ... barangsiapa yang berinfak satu dinar saja 
(menjadi : 4,25 gr emas di Indonesia), akan ditulis baginya 10 kali sampai 700 
kali lipat pahalanya, dalam riwayat lain akan di balasi sampai 70.000 kali lipat 
pahalanya, ... Orang yang enggan berinfak fi sabilillah, sungguh ia celaka 
dengan kecelakaan yang besar,...Karena itu, berinfaklah fi sabilillah!!, dan 
jangan ceburkan dirimu dalam kebinasaan — celaka sebelum datangnya 
kiamat-, ... Sungguh para syuhada itu hidup di sisi Allah ta'ala dan senantiasa 
mendapatkan rizki-Nya, ... arwah mereka berada di dalam tembolok-tembolok 
burung hijau di syurga, ... dipersiapkan bagi syuhada itu berbagai kenikmatan 
di syurga, ... Bagi seorang syahid akan diampuni seluruh dosa-dosanya dan 
kesalahannya, ... Dia di beri hak member syafaat 70 orang keluarganya dan 
orang-orang yang ia cintai, ... Dia terbebas dari huru-hara kiamat di akherat, ... 
tiada kesusahan baginya menghadapi maut dan dahsyatnya padang makhsyar, 
... Ia tidak merasakan mati ketika syahid, kecuali seperti dicubit (atau digigit 
semut), ... makan dan tidur di medan jihad (di jabhah qitaliyyah) lebih mulia 
dari puasa dan sholat di tempat lain, ... barangsiapa yang berjaga-jaga di area 
ribath, maka matanya tidak akan disentuh api neraka, ... Bagi orang yang ribat 
(lalu syahid), maka amalnya tetap mengalir sampai kiamat datang, ... Ribath 
(berjaga-jaga) dari serangan musuh satu hari saja, nilainya lebih baik dari 
dunia dan seisinya, ... seorang syahid akan aman dari siksa kubur dan 
adzabnya, ... dan ia akan menjadi orang yang sangat mulia di akherat dengan 
kedudukan yang setara dengan para anbiya, sholihin, shodiqin, .... 



Ikhwany, .... Ketahuilah bahwa tanah (Daulah Islam) itu didapat dengan 
darah dan tulang belulang, ... kemuliaan itu di dapat dengan jihad fi 
sabilillah, ... jihad itu bukan I'dad, tetapi perang, ightiyalat, irhab, membunuh 
— dll., .... I'dad itu persiapan iman dan askary (militer) sebelum dilakukannya 
jihad, ... setiap mukmin dibebani melakukan I'dad apapun profesinya -tanpa 
terkecuali--, ... tidak ada dalilnya I'dad itu ditunda & nanti-nanti!!! Tidak ada 
dalilnya jihad (perang/amaliyat) itu nanti-nanti !!! ketika jihad telah menjadi 
fardhu ain, ... barangsiapa menunda-nunda I'dad, ia akan celaka, .... 
Barangsiapa menunda-nunda jihad (amaliyat— membunuh), ia akan dibunuh 
musuh, ... barangsiapa yang berjihad ia akan dapati rizki yang banyak dan 
tempat hijrah yang luas, ... barangsiapa yang berjihad berarti ia menolong din 
Allah, maka ia berarti akan mendapatkan jatah diteguhkan Allah 
kedudukannya dan di tolong Allah dalam setiap gerak langkahnya, ... 

Diantara musuh jihad adalah sebuah tandzim atau jama'ah -apapun 
namanya- yang meniadakan (ta'thilul) amaliyat jihad,... musuh jihad adalah 
gandrung dan tamaknya seorang -calon— mujahid kepada kemewahan dan 
kesenangan dunia yang sedikit, ... musuh jihad adalah tanazu' (berbantah- 
bantah & berselisih) yang tak berujung pangkal, ... musuh jihad adalah orang 
kaya yang menahan hartanya dari mujahidin yang sangat memerlukannya 
untuk melakukan berbagai amaliyat, ... musuh jihad adalah rutinitas kerja 
yang menipu dan melenakan dari jihad, ....musuh jihad adalah takut mati dan 
rakusnya seseorang terhadap dunia. 

Ikhwany, ... orang yang menghindar dari amaliyat jihad, ia akan celaka, ... 
yang meninggalkan jihad akan celaka, ... status mukminya tergadai, ...yang 
jauh dari medan-medan pertempuran ia akan celaka, ... yang tidak mau 
mendekat dengan area pertempuran dan area amaliyat, dan tidak bergabung 
dengan mujahidin yang beramal nyata, maka ia akan menjadi penakut dan 
bertambah-tambah takutnya, ... lalu ia, .... Lalu ia, ... masyaallah!!!, menjadi 

manusia yang adanya seperti tidak adanya, naudzubillah!!!! Lahaula wala 

quwwata ilabillah! 

Ikhwany, ... apa yang kami tulis dalam buku ini adalah gambaran jujur!!!, 

jujur, kami bertutur, .... Apa adanya, .... Pahit!!! Pahit!!! Pahit rasanya jika 

anda membaca apa yang kami tulis. Tetapi itulah sifat obat pahit, tetapi 

manfaat mengobati Tidak ada yang kami ditutup-tutupi, sebagai tadzkiroh 

para qoodah, qiyadah, dan para kibar jama'ah jihad apapun namanya. 



Karena barangsiapa yang mau merenungkan butit-butir apa yang kami tulis, 
mudah-mudahan ia mendapat manfaat untuk jihadnya dan tandzimnya. 
Kami tidak membatasi untuk tandzim tertentu, tetapi semua tandzim, yang 
merasa tersentuh -syaratnya salamatus shadr/hati yang bening— dengan apa 
yang kami paparkan ini, ... sekali lagi mudah-mudahan bermanfaat, terutama 
kepada para amir dan komandannya & para mas'ul dan anggotanya. 

Ikhwany, .... Hari ini kita hidup seperti di zaman Fir'aun saja rasanya, atau 
kita hidup seperti pada zaman bani Israil rasanya, .... Dimana sebagian besar 
-orang yang mengaku- kaum muslimin malah memusuhi mujahid yang 
beramal, melakukan irhab, ightiyalat, isytisyhadiyah, atau peperangan, ... 
Bahkan yang lebih meyakitkan banyak kalau tidak disebut mayoritas 
"mujahidin" yang sangat anti dengan berbagai amaliyat, peledakan, 
pengeboman, pembunuhan terhadap pihak musuh, dll. yang sejatinya adalah 
sunnah nabi yang kita sanjung setiap saat, nabi Muhammad shallallahu alaihi 
wa sallam dan sangat bermanfaat bagi umat (jika mereka sampai pada ilmu 
dan hikmahnya). 

Buku ini hadir di hadapan anda untuk memberi inspirasi terhadap 
kemandegan, kebekuan, keterpasungan, keterbelengguan, keterpurukan, 
terkungkungan dan keterasingan beramal jihad di hadapan mujahidin 
internasional, atau jihad global. 

Aneh memang!!!!, .... jika para ikhwan yang akan berjihad — di Indonesia ini™ 
seperti terputus "sanad" dengan para masayikh mujahidin yang telah terbukti 
jihadnya, semisal Syaikh Usamah bin Ladin, Mullah Muhammad Umar, 
Syaikh Abu Umar Al-bagdady, Syaikh Aiman, Syaikh Abu Muas'ab 
rahimahullah, Syaikh Yusuf Al-Uyairi, Syaikh Abdullah Azzam rahimahullah, 

....dll. Aneh sekali, .... Jika kita seperti berbeda dengan mereka!!!! ini 

seharusnya tidak terjadi!!!! Karena panutan kita sama Al-Qur'an & Rasulullah 

Shallallahu alaihi wa sallam, ...tetapi mengapa berbeda mesti ada yang 

nggak pass ini!!! & tentu ada fikroh yang nggak beres!!! 

Sepertinya para ikhwan ini banyakyang terbius jihad lokal!!.... jika anda tidak 
setuju, ... tetapi faktanya, ya begitu,.... Mau bilang apa kita. Sehingga yang 
terjadi thoriqoh sebuah jama'ah di sini tidak sejalan, dan beda jalur dengan 
jihad global pimpinan Al-Qaida, .... Ini mesti ada yang salah!!! Ada yang 
ganjil!!! Ada yang missunderstanding! !!.... atau kalau tidak mau disebut 



sebagai kejumudan atau kita bisa katakan (baca: ngak mau bercermin) pada 
mujahid yang lebih berpengalaman menghadapi thogut internasional dan 
turunan-turunannya yang ada di setiap negara termasuk di indonesia, .... Ini 
kejujuran kami, bukan kami ingin berlaku dan berkata kasar pada para 
pemimpin dan para qiyadah jihad di Indonesia, ... tetapi fakta atau amal kita 
yang akan bicara, .... Bukankah seseorang itu di lihat dari amalnya, ... bukan 
banyaknya ilmu, atau lulusan mana ia, ....lulusan Afghanistan, libiya, Iraq 
atau Moro, ...bukan, bukan!!! Maka renungkanlah wahai ikhwan, kami hanya 
sekadar mengajak merenung, ... atas capaian jihad kita, kalau masih salah, ya 
segera belajar dan berubah, .... Belum terlambat, ....belum terlambat, .... 

Kami yakin -wallahu alam— berdasarkan ilmu kami yang sedikit, tajribaat di 
medan jihad, tajribat di sijn, tajribaat menjadi matlubiin dan hidup di tengah- 
tengah ikhwan, bahwa jika kita mau berjalan beriringan dengan thoriqoh 
jihad global, dan menekuninya, ... meski konsekwensinya leher-leher kita jadi 
taruhannya, darah-darah kita tertumpah, keluarga kita kocar-kacir, dan kita 
hidup bagai dipenjara, tetapi insyaallah perjalanan jihad kita justru benar, .... 
Karena begitulah tabiat jihad. 

Walhasil, yang penting kami tekankan diantaranya adalah hendaknya sebuah 
jama'ah jihad tidak statis siasatnya (kepaten, jw. khud'ah) dalam menghadapi 
kekuatan kafir, thogut dan antek-anteknya, karena siasat (khud'ah) ini 
mendasari jalan mana (kebijakan/taktik dan strategi) yang hendak ditempuh 
oleh sebuah tandzim atau jama'ah. Jangan sekali-kali memaksakan sebuah 
thoriqoh atas dasar pemikiran belaka, tanpa melihat siasat apa yang paling 
cocok menghadapi keganasan thogut dan antek-anteknya. Kesalahan 
thoriqoh ini akan fatal akibatnya, ... 

Kemudian, ... sikap-sikap sangat berani, tegas, dan cepat mengirimkan regu- 
regu, atau squad, atau bahkan satu atau dua orang untuk memukul keganasan 
musuh hendaknya dimiliki oleh seorang amir, .... Jika tidak — arwan— kami 
sarankan untuk mundur, itu lebih ringan di hadapan Allah. Amir safar yang 
anggotanya hanya dua orang saja, semua kepemimpinannya akan dihisab dan 
dipertanggung jawabkan, bagaimana kalau anggotanya ratusan, atau ribuan 
mujahidin, .... Sementara kata-kata yang keluar dari mulut seorang amir 
sebuah tanzdim : "kita tidak punya orang!!!, kita lemah!!!, kita belum 
waktunya melakukan amaliyat!!!, kita belum punya uang dan biaya amaliyat!!! 
pedoman perjuangan kita belum mengijinkan amaliyat!!!... kita belum 



tahapannya kearah sana (amaliyat) ....dll.," .... Arwan!, kami katakan Ini 
adalah sebuah kebodohan & dhon!!!, ... ini kebodohan & dusta!!!, ... ini 
kebodohan & karena kurangnyan khibroh qitaliyyah!!! ... lahaula wala 
quwwata illabillah. 

Imam Ibnu Qudamah menjelaskan bahwa "Penundaan jihad akan 
menyebabkan maslahat jihad pada saat itu akan hilang —tidak ada 
kesempatan/waktu terulang dua kali~." (lihat Al Mughni). Lalu jika 
kesempatan jihad hari ini dalam bentuk amal nyata (ightiyalat, isytisyhadiyah, 
dll.) membela mereka yang tertindas, memberikan balasan terhadap musuh 
yang menyiksa, dan membunuh sebagian mujahidin, ....jika kesempatan ini 
tidak ditekuni, tidak diamalkan dan bahkan diabaikan, lalu kita akan 
menunggu apa?????? Apakah ada dalil yang dapat anda gunakan, syubhat apa 
yang melingkar di kepala anda? Ingat tidak ada kesempatan berulang, 
ambillah pelajaran wahai ikhwan!!! 

Merenung dan bernkirlah ikhwan, .... Dari apa-apa yang kami sampaikan, .... 
Jika kita telah berazam, maka bertawakallah kepada Allah. Ingat!!!! 
Beramalah!!!, ... Allah dan Rasul-Nya dan orang-orang mukmin akan melihat 
amal-amal kita, .... 

Tidak ada tulisan atau karya manusia yang sempurna, ... apa yang kami tulis 
hanyalah sekadar tadzkiroh,....kami harapkan bermanfaat bagi tandzim atau 
jama'ah apapun namanya, .... jika ada kata-kata yang tidak berkenan atau 
terlalu lugas, menghukumi, atau menyinggung, ....memang kemampuan kita 
memaparkan sesuatu berbeda-beda, maka harap maklum. ... tidak ada 
penunjuk jalan yang berniat mencelakakan keluarganya, ... tidak ada yang 
namanya saudara itu, ingin mejerumuskan saudaranya, .... Yang ada hanyalah 
ishlah, perbaikan, pengokohan, ingin menjadi perekat, ... bukan sekat!!! 

Aqulu qouli hadza, nas-alullah al-afiahllasta'fu minkum, .'.'.' 



Semoga shalawat dan salam tetap tercurah kepada Rasulullah -shallallahu 
alaihi wa sallah-, keluarganya, sahabatnya ajmain. 

Al-faqir ilallah, Agustus 2009. 
Abdul Barr Al-Harby 



10 



01. Jama'ah Jihad, yang akan ditinggal anggotanya. 



- i. 



A^^.\jjtA (JaC j-a ^J ( . 'T^.' ^^ ^ g J jjj aJC j-a <__. IJjl ja^JJ^ 4_«VI <--A_l_. (JJJJ 

LJ (J Jj jl i _ail 4_«VI «^IjjI j^- J^-^ aA j-a--. j-a (j-aL-all j jjjj1j-_-II <j!/1__j 
^gJl I jAjJaJlj A$i<a IjjA-j aA jjJaiul l__Jj-<_V J^^Jil ;______ Aaacjlj I jaIC 

(jjjajaiia pLi.jjjuolj 4_*l>1__JI SjIcIj i»!>Ljoy! ~;^^'< ^l ljc__" 4_l<_!/LuoI <___l_-L«_s> 

-K«.\l ^i^-aj J L__i l-la. Jj_U j-»Vl <_ji Ij^J c_J__-L_aJl <ill_ SjU jl <_j___J|j 
IjlaUJ rij\ jJJ ;_A jjJ_-.j A^uC- Jaji-jJail I j._____. J^> (j<« aj-jl jl Lai ^jljuJI ^5 
(JJJjuo ^gi jl^-^ll jA j ja^^Luoyi <SjJ 4-J--I j-a .-.g *^<aj <_£-Jl <_-£• Jj-JI JjJjuJI jt 

_&l Jjjjuo ^-i jlgjaJI Ij^jjj JjVI jLaaJl __-!] I jj^ji Jj-JIj m^- 1 *--^ y ^ 

Jj--. Vj -*_« jjjaI_s__JIj aj-ajj li_c t-ijir-ljUU jjjaI a ~Jl Jll- Ijajuoj 

. ^Sib VI *ijaVj 

MesteL umnt isLciha harL i.m.terpu.ru.te \zurtviu tldate nAeLntescii/uiteciiA, teewajlbo^i^ya, ua\zwi 

btr\zowfrowtasi mtiawaiA^ara ac^tw snLLbLs daw m.eLepflsteciiA, diri dari awcamaw mtrtka, 

lAamuiA masik ba<Aua\z av.a\z~av.a\z IsLciha LAawc) ninsLkjujur. Tat\zaia mtrt\za ttiak 

mtmakami bakvja j>ara peiAgucisci teLnk metAgeteor \ztj>ada Amtri\za, mtrtka mtmbtwci dav, 

mt\A.i<A,c> l c> l ai\zaiA, j>ara petAgunsci tersebut, LnLl bergnbuiAg dtwc^awjamaakjamaak isiamiuak 

uaiAi?) mt\AUtruk,aiA ftia\z&a\AaaiA ko\zum IsLciha, niet^egcitetecii^ \ztmbaii Kkiiafak s>tvta mtrtbtt 

\ztmbaii PaitstiiAa. 

NamuiA stbtv,arv,ua j>ara csiuadakjamaak tersebut mtiikat bakwa amawak lvd sai^gntLnh 

bernt. sdaiiA, Ltuporci peiAguasn tida\z a\zav, mtmbtri\zaw teesenApntciiA, \z,tj>ada mtrtka uv±u\z 

mtm^trjuawc)\zavv \ztbai\zav, uav,c) mtrt\za iwc)i\A}zavv. Laiu^ara pei^gunsn itu akaw mtmbuat 

ttkawaw ktbat kt^ada mtrtka daw mtmbtrikaw yiiikaiA awtara mtv^i\^c)C)ai\za\Ajaiaw 

perjuni^gcii^ wcii^g s>iAar'i LAawc) a\zaw mt^kawtarkaiA mtrt\za \zt^ada -^ttAtc^akaw v>auiak 

IsLciwa, ua\zwijikad fi sabiiiiiak, atauyiiikaw uav,c) \ztdua adaiak^twuik&aaiAdaiA 

penAbu.!wkcii/u LflLu.pnrfl csiuadakjamaakjamaak Isiamiuak ttrstbut itbik mtmiiik jiiiikaw 

pertamci daw mtwiwc^c^aika^jikad fL snbi.Li.LLah, LnLu nAereten mtiabtii strawc^aw uawc?) 

diiawcarkaiA mujakidiw ttrkada^ ^>ara thoghut sebngnL ti\A,da\za<A \zt\ztrasaw, mtrt\za ctia 

ti\A,da\za<A tersebut daw mtrt\za ctia puLa HAujnhLdLi^. L.a kauia waiaaq_uwwata iiia bLLLnh. 

(t-Aauiawa usamak bitA, Ladiw, ±°) nprLL ^oos) 

Bagian dari sunatullah adalah sedikitnya mujahid yang jujur dan ikhlas 
berjihad di jalan Allah ta'ala. Sebagian besar dari mereka tertipu dengan 
berbagai aktivitas yang tidak mengarah kepada amal jihad yang nyata. 

Ada sebagian jama'ah jihad yang menyatakan diri akan berjihad di jalan 
Allah, namun faktanya mereka sibuk membincangkan dakwah dan tarbiyah 



11 



saja, sibuk merekrut personal saja, sibuk mengadakan tamkhis (penyaringan) 
saja, sibuk mengadakan I'dad saja, sibuk menggalang dana saja, dan 
kesibukan-kesibukan lainnya, wallakua alam bishowab. 

Angggota-anggota jama'ah itu terasa terbuai & nyaman dengan berbagai 
aktintas tersebut. Para anggotanya merasa kasihan melihat orang-orang yang 
tidak tergabung dalam jama'ah tersebut, dan bahkan mereka merasa lebih 
baik daripada orang-orang yang pernah tertawan dan pernah terjun di jabhah- 
jabhah, mereka merasa paling paham "manhaj jama'ah" dalam berjihad di 
jalan Allah, mereka merasa nyaman punya jabatan struktural, puas dan enjoy 
dengan menjadi mas'ul ini dan itu, mereka terbuai mimpi-mimpi dan mereka 
merasa telah berjihad di jalan Allah. 

Padahal yang terjadi sebenarnya mereka hanya jalan di tempat, bahkan 
berjalan mundur, bak orang yang sakit berat tetapi mengaku sehat wal afiat. 
Memang mereka berdakwah, merekrut dan melakukan I'dad, kemudian 
I'dad, kemudian I'dad, tapi kenyataanya kemudian mereka diam, lalu diam 
dan lalu diam. Tidak ada progres (kemajuan) yang dicapai setelah idad, tidak 
ada amaliyat yang direncanakan dan ditekuni, tidak ada musuh yang diancam, 
tidak ada musuh (aimatul kufr) yang di ightiyal (dibunuh secara mendadak) 
dan tidak ada musuh yang diperangi meski dengan bayonet. 

Yang terjadi hanya menunggu, menunggu, dan menunggu, ahsan istiqomah 
dengan "manhaj jama'ah", jangan lakukan apa-apa kita tunggu perintah 
qiyadah, jangan lakukan amalaiyat karena itu menyusahkan yang lain, nggak 
usah neko-neko yang lain belum siap, kita masih lemah, kita tunggu jumlah 
anggota jama'ah menjadi besar, yang penting sekarang kita I'dad dulu, kita 
jangan lakukan ini dan itu. 

Walaupun waktu tetap berjalan, umur jama'ah telah mendekati 20 tahunan, 
semakin banyak anggota yang beruban, banyak anggota yang telah tiarap dan 
ditelan zaman (hubbud dunya), banyak ustad -illa man rahimahullah- dan 
anggotanya yang sibuk meninggikan bangunan, banyak ikhwan pengusaha 
yang gonta-ganti kendaraan mewah dan banyak sudah qiyadah yang telah udzur 
di perjalanan. Lahaula wala quwwata illabillahll 

Aduhai!!!, fenomena apa yang tengah terjadi? Sebenarnya dimana jati diri 
jama'ah itu? Bilakah berakhir kondisi jama'ah itu menjadi jama'ah yang 



12 



benar-benar ditakuti, lantaran irhab, ightiyal dan serangan-serangan mereka 
terhadap musuh-musuh mereka dari kalangan murtadin dan kahrin. 
Akankah hal ini masih sebuah mimpi dan angan-angan, jika ya!! Kenapa 
jama'ah ini tidak segera memperbaiki diri, berbaris satu shaff dan belajar 
dengan mujahidin internasional yang mengirhab (menterror), mengightiyal 
dan memerangi sampai ke jantung kota musuh-musuh mereka. 

Kenapa jama'ah ini tidak segera mengirim anggotanya masuk ke kancah- 
kancah peperangan secara kontinyu, tidak segera melakukan balasan atas 
perbuatan para murtadin dan kahrin yang telah membunuh sebagian 
anggotanya, tidak segera menightiyal aimatul kufr dari kalangan munafiqin 
dan kanrin, tidak segera mengirim satu atau dua orang atau satu squad 
mujahidin untuk memberi pelajaran atas kesadisan mereka terhadap para 
mujahidin, kenapa tidak segera? 

Adakah dalil untuk menunda-nunda ketika darah mujahidin telah tertumpah, 
kehormatan dihinakan dan harta benda dirampas? Masihkah akan 
dimusyawarahkan, didiskusikan, diteliti, dianalisis dan selalu diperdebatkan 
ketika tanah-tanah kaum muslimin dirampas dengan brutal? Masihkan 
hukum jihad fardhu ain diperselisihkan dan di bantah, ketika darah, 
kehormatan dan harta kaum muslimin terampas? 

Jihad akan eksis hingga hari kiamat datang, dan penundaan jihad 
menyebabkan kemaslahatan jihad akan terlewat (lihat Al-Mugny, Imam Ibnu 
Qudamah, 10/374). Karena itu setiap mukmin seharusnya berjihad 
memerangi musuh-musuh Allah, sekalipun yang tersisa hanyalah dia sendiri, 
ya meski hanya sendirian tetap di benarkan syariat. Bahkan Syaikh Mujahid 
Marwan Hadid (yang syahid di penjara thogut Saudi) mengatakan, "...Bersiap- 
siaplah kalian memerangi musuh-musuh Allah, baik secara individu maupun 
berkelompok (berjama'ah)." 

Sesungguhnya tanah itu didapat dengan darah, kehormatan dan harga diri 
ditukar dengan tulang belulang dan jiwa. Afghonistan mendapatkan 
kemenangannya setelah tumpahnya darah 1,5 juta syuhada. Daulah Islam 
Iraq berdiri di atas tulang belulang dan darah ribuah syuhada di daerah dua 
aliran sungai. Tidak ada tanah kecuali ditukar dengan darah, tidak ada 
kemuliaan kecuali dengan irhab, ightiyal dan perang, ini semua telah jelas dan 
berdasarkan dalil yang tsawabit dalam Al-Qur'an dan sunnah Rasul-Nya. 



13 



Masihkah kita mengatakan : "nanti saja jihadnya, jika ikhwan sudah banyak." 
"Nanti saja jika qiyadah sudah solid," "Nanti saja jihadnya, jika sudah 
terkumpul uang sekian juta atau sekian milyar," "nanti saja jika semua orang 
telah paham manhaj jama'ah kita" ... Duhai!!, dimana kiranya kitab-kitab yang 
membahas fiqh jihad, duhai!! dimana kiranya orang yang mau mengambil 
ilmu dan tajribat dari para ahlu tsugur!! Duhai!! Apa yang terjadi, jika para 
ahlu tsugur dianggap tidak paham manhaj jama'ah dan tidak memahami 
jihad, Duhai!!, apakah ahlu tsugur posisinya tidak lebih dari seekor keledai!! 
.... Atau para (calon) mujahidin yang merasa menjadi aktivis jama'ah sudah 
keras hatinya laksana batu pualam yang bangga dengan kebodohannya, 
kedunguannya, keterkungkungannya dan lebih memilih "jerat" struktural 
jama'ah dari syariat yang benar!! 

Kalau jama'ah itu tidak mau menyesuaikan dengan gerak langkah mujahidin 
internasional (baca Al-Qoidah) dalam manhaj, taktik dan strategi jihadnya, 
maka mereka akan ketinggalan, mereka akan ditelan zaman, mereka akan 
ditinggalkan oleh anggota-anggotanya yang jujur dan benar jihadnya, mereka 
akan ditinggal orang-orang yang berpotensi dan kader-kadernya yang brillian, 
mereka akan dirundung masalah internal yang tak berkesudahan, mereka 
akan menjadi jama'ah yang terkungkung dengan toriqohnya sendiri dan 
mereka akan menjadi jama'ah bak orang berpenyakit yang tinggal menunggu 
kematiannya. 

Mengapa al-Qoida? .... Karena mereka adalah tanzim yang mashur dan telah 
teruji menyibukkan dunia, mengancam, menggentarkan dan menakutkan 
negara pembuat onar dunia, Amerika dan sekutu-sekutunya baik di timur 
maupun di barat. Perintisnya adalah sang pemicu irhab (terror) dan perang, 
syaikh Abu Abdillah Usamah bin Ladin hafidzahullah di negeri Afganistan. 
Kemudian organisasi ini berkembang dan meluas di seluruh dunia. Hampir 
disetiap negara ataupun wilayah terdapat pengikut organisasi ini, meski 
mereka tidak "mendaftarkan diri". Boleh jadi cabang dari pohon yang sangat 
kuat ini adalah tanzim Al-qoidah di Jazirah Arab, di negeri dua aliran sungai 
(Iraq), dan di Al-Magrib Al-Islami (Al-Jazair). (lihat Nurul Yaqin, Syarah 
Aqidah tandzim al-Qaidah fi biadir Rafidain). 



14 



li^. 



02. Mujahid, sejatinya sedikit. 

jjujC AjlJjuo IjjoiiJj (jUj J-uiC- Aa±lu IjJLS iQ±LAjjtA\ qa 4Jj 4jlxj J^-la 
;4Jjj Ij^igJ j\ 44-JJJ 1jj>^i\; jl ^g-ilstJ ^Ill IjjaIcj <IjjaIxjj IjajljJS i[£ 

Abu Musk'flb Az Z,flrc(ftwl hauia-c-u.I bersctHACi seteeLompote leecLL orfli/tg benmaiA-. I>flhu.lu.jumlfll<i 

wAerefen kaiAualak ±y- orav^c), buk,aw ±y-^as.u\zU\A,. Lalu btrtka soLLt/^g bersumpok daw btrjawji. 

Merefen berpi/y'L feepndn ALLak ta'ala uwtuk, rn.tvv.btia ac^awia-Nua s>aw^>ai mati \zartv,awua . 

Mtrt\za adalak itla\zi sejatl, da<A, itia\zi sejatL itu stdik,it jumlakwua . 

(t-Aaulawa usawiak biiA, LadiiA,, ±3\u\aI q_dd&>) 

Sudah menjadi ketetapan dari Allah bahwa mujahid itu sejatinya sedikit 
sekali. Bahkan akan terjadi mujahid yang melaksanakan irhab, ightiyal dan 
amaliyat akan di cela oleh ikhwannya sendiri dan bahkan dimusuhi. Mereka 
akan dikatakan tidak prosedural, isti'jal, tidak taat dan menyelisihi 
kesepakatan. Mereka akan dikucilkan, dibahas aib-aibnya di majelis-majelis, 
dikatakan mereka mujahid tapi salah langkah, mereka dikatakan tidak paham 

manhaj jam'ah dll Hingga, lahaula wala quwwata ilabillah, ketika mereka 

sudah syahid (sudah mati pun) dan Allah tampakakan karomah-karomah-Nya 
pun masih dibahas kesalahan-kesalahan mereka -sebagai mujahid yang salah 
langkah-. 

Padahal merekalah sesungguhnya mujahid yang gagah berani, merekalah 
cahaya dan inisiator (pemicu) sifat saja'ah yang kian sirna dari para mujahidin 
yang kian tenggelam dengan racun (baca upas ulo) dunia dan materi, mereka 
ibarat obor di tengah kegelapan kancah jihad yang kian meredup ditelan 
"manhaj jama'ah nanti kita akan berjihad!!!, nanti kita akan begini!!! dan 
nanti kita akan begitu!!!" 

Dan sesungguhnya mereka membuat kita terkesima betapa kecil, ciut dan 
penakutnya kita di depan musuh-musuh kaum muslimin. Dan sungguh, 
mereka membongkar aib kita sebenarnya kita ini baru sebagai penonton dan 
pengamat yang cuma berkomentar dan berceloteh tentang aib-aib para singa 
mujahidin, padahal borok, penakut dan aib kita sebesar gunung Himalaya. 

Wahai saudaraku, takutlah kalian kepada Allah ta'ala jangan-jangan kita tidak 
termasuk mereka mujahid yang sedikit itu, takutlah jangan-jangan kita tidak 
termasuk thoifah manshuroh yang ciri utamanya selalu berperang melawan 



15 



musuh-musuhnya, -bukan I'dad-I'dad saja kemudian selesai, dan menyangka 
sudah berjihad, habis perkara!!-, takutlah kepada Allah jangan-jangan kita ini 
seperti bani Israil yang berputar-putar di "kegelapan padang tiih", lantaran 
tidak mau berperang bersama Nabi Musa, dan jangan-jangan kita ini baru 
calon-calon mujahid, karena belum ada tanda-tanda mujahid sejati pada diri 
kita, seperti melakukan irhab, ightiyal dan berperang. 

Allah subhanahu wata'ala telah bernrman mengenai sedikitnya pasukan 
Thalut yang ikut berperang melawan pasukan Jalut : 

<___-& (_>jjJ_- ^jla <»_-j-jo _>«-< W-JJ , .?, „ 1 " *-"t u! U-^ ^J^ 1 ?^ cljjJUa _]____! Lal_ 
A^_La Uil_ Uj 4_La )jjjj__J a.liJ 4_Jjc. i__flj_c) _j-a Uj <___* 4_il_ 4 "- bj aJ _>«j 
_jl_ a-ijJLi.j <__lj_Ls>J ;-jJ-l l_- 4_i___ U lj-l_ Ajl-o lj_xJ _jjA]|j jA _ jjLk. L_l_ 
^ -__| j aIII jib | jjj_; A_i L-U-6 <yi 4_i _><- JJ- 4-.I j_L_a J_yl _jj---J _JJ^I 

_ JJ jj_L__H 

Artinya : "Maka tatkala Thalut keluar membawa tentaranya, ia berkata: 
"Sesungguhnya Allah akan menguji kamu dengan suatu sungai. Maka siapa di 
antara kamu meminum airnya; bukanlah ia pengikutku. Dan barangsiapa 
tiada meminumnya, kecuali menceduk seceduk tangan, maka dia adalah 
pengikutku." Kemudian mereka meminumnya kecuali beberapa orang di 
antara mereka. Maka tatkala Thalut dan orang-orang yang beriman bersama 
dia telah menyeberangi sungai itu, orang-orang yang telah minum berkata: 
"Tak ada kesanggupan kami pada hari ini untuk melawan Jalut dan 
tentaranya." Orang-orang yang meyakini bahwa mereka akan menemui Allah, 
berkata: "Berapa banyak terjadi golongan yang sedikit dapat mengalahkan 
golongan yang banyak dengan izin Allah. Dan Allah beserta orang-orang yang 
sabar." (Qs. Al-Baqarah 249) 

Dalam tafsir At-Thobary disebutkan bahwa pasukan Tahlut berjumlah 80.000 
mujahid. Kemudian tholut menerangkan kepada pasukannya bahwa Allah 
akan menguji mereka dengan sebuah sungai yang akan mereka lewati, mereka 
tidak boleh meminumnya kecuali seteguk dua teguk. Namun pada akhirnya 
ketika mereka benar-benar menemui sungai itu, sebagian besar mereka lupa 
dan meminum airnya dengan puas. Hingga mereka tidak bisa mengikuti 
thalut berperang melawan pasukan jalut. Dan jumlah pasukan yang taat 



16 



kepada thalut hanya sekitar 4.000 mujahid, dalam riwayat yang lain sejumlah 
300 mujahid lebih belasan, dari jumlah 80.000 pasukan thalut. 

Namun yang paling kuat adalah riwayat yang menyatakan bahwa pasukan 

yang mengikuti thalut sama dengan jumlah pasukan badar, yaitu 300 lebih 

belasan. 

Sebagaimana dalam riwayat Barro bin Azif, dia telah berkata : 

plj lAjua j£Jil lj jjlk. (JJ-^I djjIUa L-ilao^al oJC ^c jAj l^jlau^l eJc. <jl 






^jtk.j uic- Aju <aj j AjaaL '^ajA VI Aj«_a JjL^j 

Artinya : "Bahwasannya jumlah ashabu (pasukan) badar atas (sama dengan) 
jumlah pasukan tholut, yaitu sejumlah orang-orang yang melewati sungai 
bersamanya, dan tidaklah mereka melewati sungai itu, kecuali mereka 
termasuk orang mukmin ; yaitu 300 lebih belasan pasukan (mujahid)." 
(diriwayatkan oleh Thobary dengan 6 jalan/sanad, seluruhnya dari Barro bin 
Aziff, lihat tafsir Thobary; dan diriwayatkan pula oleh Imam Ahmad, Imam 
Bukhory, Imam Ibnu Katsir, & Imam Baihaqy). 

Jadi kalau pasukan Tholut jumlahnya 80.000 mujahid dan yang ikut 
berperang bersama tholut hanya 300 lebih belasan mujahid, maka sisanya 
sejumlah 79.680-an sekian mujahid terjebak dengan ujian sungai (dunia -upas 
ulo~), kemudian terlena dan mereka tidak termasuk orang-orang mukmin. 
Lahaula wala quwwata illabillahll Berapa persen jumlah pasukan 300 lebih 
sedikit di hadapan 79.680 pasukan!! Kurang dari 1 %-nya, Allahhu akbar!!! 

Sungguh indah apa yang dikatakan Sayyid Quthb Rahimahullah ketika 
mengomentari firman Alloh: 

^jjjjU^ail •-<» Aiil j Aiil (jjLj ^J^ *J& clulc- A Ljl 4j3 qa 1S 

Artinya :" Betapa hanyak kelompok yang sedikit hisa mengalahkan kelompok yang 
hanyak dengan izin Alloh dan allah heserta orang-orang yang sahar." (QS. Al- 
Baqarah 249) 

Beliau berkata, "Ayat ini adalah kaidah dalam perasaan orang-orang yang 
yakin bahwa mereka pasti akan berjumpa dengan Alloh, kaidah ini 
menyatakan bahwa kelompok orang-orang beriman itu sedikit, sebab 
kelompok inilah yang bisa menapaki tangga ujian yang berat hingga 



17 



puncaknya, sehingga mereka mencapai predikat sebagai pasukan pilihan. 
Meski sedikit, tapi merekalah yang menang, sebab mereka memiliki kontak 
dengan sumber segala kekuatan, dan mewakili kekuatan yang pasti menang; 
yaitu kekuatan Alloh yang pasti memenangkan urusan-Nya, Dzat Yang Maha 
pemaksa di atas hamba-hamba-Nya, yang menghancurkan orang-orang 
bengsis, menghinakan orang-orang dzolim, dan menundukkan orang-orang 
yang sombong." 

Jadi, sedikit sekali orang yang benar-benar berjihad (maknanya disini 
berperang, buka I'dad lalu selesai). Mujahid yang melakukan irhab, ightiyal 
dan berperang itu sedikit sekali. Namun meski sedikit Allah berkenan 

menolong mereka atas musuh-musuh mereka, maka yakin lalu 

bersabarlah!!! 

03. Meninggalkan jihad (amaliyat & perang) 
dapat menghilangkan status mukmin 



Dalam riwayat Imam Bukhory sebagaimana riwayat yang lain, di sebutkan 
(dalam menafsirkan ayat 249 Surat Al-Baqarah) ... 

"Dan tidaklah melewati (sungai) itu bersama (Thalut), kecuali (statusnya) 
sebagai mukmin," (Riwayat Bukhary, Bab Al-Maghozy, 7/290. lihat Tafsir 
Baghowy, 1/302. Maktabah Syamilah, dan beberapa riwayat lain yang shahih). 

Disini jelas sekali para mujahidin yang telah bertekad berjihad di jalan Allah 
bersama pemimpin mereka yaitu Thalut, namun kemudian terlena, lupa dan 
tenggelam dengan ujian (kenikmatan) sungai. Maka Rasulullah menghukumi 
mereka sebagai orang yang bukan mukmin. Perhatikanlah hal ini wahai 
saudaraku!! saya sudah sampaikan!!! 

Tidak ada musibah bagi mujahid yang lebih besar melebihi hilangnya status 
mukmin dalam dirinya, ini hal yang sangat serius, bukan hal remeh temeh. 
Ingatlah wahai saudaraku, hal ini berkaitan dengan ketaatan pada syariat 
Allah, bahwa Allah mewajibkan kaum mukminin berjihad di jalan-Nya. Baik 
ringan atau berat, baik kaya maupun miskin, baik sibuk ataupun lapang, 
lebih-lebih pada saat jihad menjadi fardhu ain bagi setiap mukmin. 



18 



Bahkan Allah Ta'ala akan memasukkan orang-orang yang enggan berhijrah 
dan berjihad ke dalam neraka jahannam. Lahaula wala quwwata ilabillahlll 
Mereka memilih hidup yang tenang, hidup mewah dan dan segala kesenangan 
dunia. Mereka tidak peduli dan tidak mau menyambut seruan hijrah dan 
jihad setelah iman, maka tidaklah bermanfaat iman mereka. Bahkan Allah 
akan memasukkan mereka ke dalam neraka jahannam dan tidak bermanfaat 
(hilang) iman mereka yang selama ini mereka bangun. Allahu akbar !!! Tidak 
ada musibah yang lebih besar melebihi hilangnya status iman seseorang, status 
mukmin seseorang. 

^i jjixlbjjuJa u£ IjlU 1jj£ *A Ijlli L^-uij) ^j^Ua A^jllall l&lljJ jjiil jl 

*\ ~\ IaIjL» liljljli Lgja Ijj^ua 4_«_u]|j ajjI cH 3 !)' l>-- P IjjIs (j-ajUl 

I jjj___a di^Luj o 



"Sesungguhnya orang-orang yang diwafatkan malaikat dalam keadaan 
menganiaya diri sendiri, (kepada mereka) malaikat bertanya : "Dalam keadaan 
bagaimana kamu ini?." Mereka menjawab: "Adalah kami orang-orang yang 
tertindas di negeri (Mekah)." Para malaikat berkata: "Bukankah bumi Allah 
itu luas, sehingga kamu dapat berhijrah di bumi itu?." Orang-orang itu 
tempatnya neraka Jahannam, dan Jahannam itu seburuk-buruk tempat 
kembali." (QS. An-Nisa' 97) 

Apakah kita termasuk orang yang meninggalkan hijrah dan jihad ....!???, 
kemudian kita selalu mengutamakan "kebijakan jama'ah", "Qaul Qiyadah", 
"manhaj jama'ah", "belum ada instruksi", "belum ada perintah" dan lain 
sebagainya diatas perintah syar'iy??? Di atas dalil yang qoth'i??? diatas jihad 
yang hukumya fardhu ain??? Berhati-hatilah wahai saudaraku, iman kita, status 
mukminnya kita, maqom kita tergadai dengan hijrah dan jihad, Wallahu alam 
bi showab. 

04. Meski Sedikit, dijamin Allah Ta'ala. 

Syaratnya adalah yakin ... yakin dengan faridhoh jihad, yakin dengan apa yang 
di janjikan Allah, yakin dengan kemenangan setelah beratnya ujian, 
pengorbanan maksimal baik jiwa maupun harta, yakin dengan pertolongan 
dan karomah Allah ta'ala. Dan yakin bahwa Allah akan menolong mujahid 
yang benar-benar berjihad di jalan-Nya, yaitu mereka yang senantiasa 



19 



melakukan irhab, ightiyalat dan berperang melawan orang-orang murtad dan 
kafir (Yahudi dan Nasrani). 

Sebagaimana diterangkan oleh imam Baghowy dalam tafsirnya, bahwa Allah 
ta'ala berhrman : 

Artinya : "Orang-orang yang meyakini bahwa mereka akan menemui Allah, 
berkata: "Berapa banyak terjadi golongan yang sedikit dapat mengalahkan 
golongan yang banyak dengan izin Allah." (QS. Al-baqarah 249) 

Beliau berkata bahwa "Orang-orang yang meyakini bahwa mereka akan 
menemui Allah" adalah orang-orang yang berilmu, dan meyakini bahwa 
mereka akan benar-benar bertemu Allah. 

Masih paparan imam Baghowy bahwa "kam min fiatin" disini maknanya 
adalah banyak, -sering kali & acapkali-, (lihat tafsir Imam Baghowy). Jumlah 
yang sedikit mengalahkan jumlah yang banyak menjadi sebuah kepastian 
dengan qodho dan izin Allah ta'ala. 

Jadi ikhwan sekalian !!! Antum yang jumlahnya sedikit ...!! Antum yang 

sedikit dan senantiasa melakukan irhab, ightiyalat dan berperang !! 
Yakinlah dan gigehlah ...!! Antum akan menang melawan musuh-musuh 
Allah dan musuh orang-oran mukmin. Meski antum sedikit, meski antum 
tujuh orang, lima orang, tiga orang atau bahkan bersendirian!! Bahkan 
hendaknya setiap mukmin berjihad memerangi musuh-musuh Allah 
sekalipun yang tersisa hanyalah dia sendiri. 

Ingatkah kalian dengan beberapa amaliyat irhabiyyah berikut yang 
menakutkan musuh-musuh Allah dan musuh kaum mukminin. Yang 
insyaallah sebagian irhab ini menghentikan kecongkakan, penindasan dan 
penjajahan atas negeri-negeri muslim. 

Hancurnya Kedutaan besar Amerika di Nairoby, dengan korban yang banyak 

Lumpuhnya dan hancurnya Kapal Perang USS Cole di teluk Aden ... 



20 



Meledak dan Terbakarnya Super Verry 14, berpenumpang 900 orang di 

Philipina, yang menewaskan ratusan orang kafir... 

Robohnya gedung kembar WTC yang menelan korban ribuan orang kafir ... 

Robeknya pusat kendali pertahanan USA, Pentagon ... 

Tragedi Mumbay, india yang membunuh 200 orang kafir... 

Dan masih banyak lagi yang lainnya ... 

Saksikanlah!!, saklsikanlah!!, wahai ikhwan!! sesungguhnya pelakunya dari 
kalangan mujahidin muda yang gagah berani yang jumlahnya sangat sedikit, 
satu orang hingga belasan orang. 

Kenapa Allah berkenan, meridhoi irhab mereka!!! Kenapa Allah menolong 
dan memberi karomah-karomah kepada mereka?? Kuncinya hanya satu 
mereka yakin dengan janji Allah ta'ala. Meski mereka miskin, meski mereka 
(dianggap) bodoh, meski mereka dianggap tidak memiliki apa-apa. Meski 
mereka para pemuda yang dianggap belum mumpuni ilmunya. Tetapi karena 
mereka yakin dengan dien mereka, dengan jihad mereka, Allah menolong 
mereka dengan sempurna. 

Jadi jangan (selalu) berangan-angan, "kita akan berjihad jika jumlah kita 
banyak!!!", jika kita sudah memiliki mahjar!!!, jika kita sudah memiliki uang 
yang banyak!!!, jika kita sudah memiliki dai yang banyak!! Jika kita telah 
memiliki qiyadah yang solid!!! dll. Jangan bermimpi ikhwan !! ....kalau pada 
akhirnya mereka melakukan ta'thilul jihad (hakekatnya meniadakan jihad - 
meski tidak sadar~), kita berlindung kepada Allah dari keburukan amal-amal 
kita dalam perjalanan jihad ini. 

05. Keluar dari keterpasungan 

iUjy ^^i^ u <ijig.ii djiiikii ^ u^k. ^jA\ kJy\ jl a\ j-^°; ^jA?^ 

saua s,aw^>ai\zav^ \zabar c^tmbwa \zt^ada k,aiiaw. Atas, \zaru\A,ia Allak umat isiam kan lvd 

mtmili\zi\zt\zuataiA saiAc^atbt&ar uaiAC?) cu\zuf uwtuk, mtvnjtiamat\zaiAPaits,tiiAa da<A 

mtwijtlamatk,aiA Ntc^ara-wt^ara teflum musiim,iw iaiiAiAua. AteciiA, tetdpL \ztk,uataw lvd 

terpftsuiA,g sehliA-gga \zita wajib btrusaka m,tm,buk,a ktttr^asuwc^a^ttrstbut. 

(t-Aauiawa usamak biiA, Ladi<A, ±&> ftbruari 0.003,) 



21 



Lalu bagaimana dengan kita, apakah kita termasuk orang yang seperti pasukan 
thalut atau seperti pasukan yang tertinggal dengan kekenyangn air -baca 
kekenyangan bondo, jw.~, hingga tak kuasa berjalan lebih-lebih melawan 
pasukan Jalut masa kini -murtadin di dekat kita, Amerika dan kroninya-? 

Wahai jiwa yang lemah, rapuh, cinta dunia dan takut mati!! Dimanakah posisi 
kita gerangan? Dimanakan antara ilmu dan amal itu bertemu? Dimanakah 
jiwa-jiwa perwira itu gerangan bercokol? 

Jangan karena alasan iqomatuddin kalian tertinggal dari pasukan "Thalut" ... 

jangan karena taat membabibuta kepada jabatan struktural jama'ah kalian 

tertinggal melakukan irhab ... 

jangan karena kalian terbius dengan teori-teori lokal kalian tertinggal sunnah 

ightiyalat ... 

jangan karena virus-virus viguritas kalian tertinggal gerbong-gerbong 

peperangan ... 

Jangan karena tarbiyah dan dakwah kalian mencari-cari udzur diri dan lari 

dari medan-medan jihad ... 

Jangan kalian terpasung dengan seribu mimpi dan teori ... 

Jangan kalian lapuk dengan sekat-sekat yang diciptakan tanpa dalil ... 

Jangan kalian meminum air jihad, kecuali dari sumber-sumber yang murni ... 

Jangan ya akhy!! 

Jangan sampai kita terpedaya ... 

jadilah kalian pasukan thalut yang gagah berani ... 

meninggalkan kemewahan, kesenangan, permata dunia dan pernak- 

perniknya, kemudian berangkat menyerang pasukan jalut dan keturunannya 

di manapun ada kesempatan dan biaya. Hingga Allah memenangkan kalian 

atau memberi rizki syuhada kepada kalian. Itu lebih utama bagi kalian, insya 

Allah!!!! 

06. Sejatinya, sedikit sekali yang mau berperang (berjihad) 

j) v^ - * CjajIj (_yLl jJJJij "sjCAll ,_9 uUjoiJ q\ » i >-■*< i " i ^y 4_.) <i )jj aj_u9j 
44_i&|jjj <__JjcU__II 7-Aaj aJ jjl 4_!L<jj 4aI_*.j <j-u_u (j-ajJj 4<JC-Lc_a> j\ 4_iix-c_a> 

JjJ_& t__l_k JjJalj tilLa V!^a <_)j-_a_l Ijjuoli Vjt-i Jjt-i-l 

sebaqiuvi ora^g btr^aiAdawc^aw bakwa ia tak, muvu$\zivi lac^i da^at mtlaiAjutkaw dakwak da<A 
wit^ajar, mtiAC? l amaiAk,aiAfovidok,viija atau uaua&aiAiAua ataujamaakiAua^juc^a 



22 



m£iA(? l amaiA\zaiA diriiA,ua, ktdudukaiAwua daw kartaiAua,ji\za ia tidak, w.au nA.enA.ujl atau 

berteonAproml dtiAi^aiA tkagkut. Ma\za ia-buiA, rn.tw.buat takwiiaiA-takwiiaiA sesat sehLi^ggo ia 

met/yadl sesnt det^gciiA, teesesotaiA, wni^g wuata da<A w.tv.iAts>at\zav^ bav.ua\z ora i^g. 

(Mflu.lfln-fl u.sanaik bLtA, Ladi\A, ±J- ftbruari 71003,) 



Bagi sesiapa yang condong kepada kedudukan (struktural ~jama'ah~, atau 
jabatan dunia), yang rakus terhadap harta benda, yang tamak terhadap 
kemashuran, berbangga dengan banyaknya istri dan anak, yang suka dengan 
kedamaian dan ketentraman, yang suka terhadap segala perhiasan yang fana. 
Maka ingat!!! Orang tersebut akan sangat sulit melepaskan diri dari 
keterikatan dengan itu semua, yang ujungnya engan -menolak- berperang 
bahkan takut berperang karena takut mati!!! Takut melepas segala kesenangan 
yang sangat fana dan hina. Cenderung mempertahankan status quo, meski 
harus menggadaikan dien dan jihadnya. 

Allah ta'ala berhrman : 

o±jl\ J\ ^BlSl aIJI J^ J \jJA £1 ^ lil £1 U IjLT q£\ 1^1 U 

jys tf i s>m ^ \2 Siuukii £t& ui s>iii ;> gsSsi sUklL ^jl 

Artinya : "Hai orang-orang yang beriman, apakah sebabnya bila dikatakan 
kepadamu: "Berangkatlah (untuk berperang) pada jalan Allah" kamu merasa 
berat dan ingin tinggal di tempatmu? Apakah kamu puas dengan kehidupan 
di dunia sebagai ganti kehidupan di akhirat? Padahal kenikmatan hidup di 
dunia ini (dibandingkan dengan kehidupan) diakhirat hanyalah sedikit."(QS. 
At-Taubah 38) 

Sayyid Qutb menjelaskan dalam Fi Dzilail Qur'an, bahwa ayat ini turun 
setelah Rasulullah memobilisasi umum para sahabat untuk ikut perang tabuk. 
.... Dan beliau menjelaskan bahwa merasa berat disini maknanya adalah berat 
karena condong kepada dunia, berat karena rakus terhadapnya, orientasinya 
melulu dunia, berat karena takut terhadap (beban) hidup, berat karena harta, 
berat karena khawatir (hilangnya) kelezatan dunia dan menikmatinya, berat 
karena (terbiasa) istirahat & santai, ... (Fi dzilali Qur'an, Syyid Qutb. 4/30). 

Dunia dan pernak-perniknya, kami ibaratkan upas ulo (jw.), dimana yang 
cenderung dan tamak mengambilnya maka ia akan tersengat racun bisa yang 
sangat berbahaya dan mematikan -mati sama sekali semangatnya untuk jihad- 



23 



. Pada akhirnya ia meninggalkan jihad, ia takut perang sama sekali. Jadilah ia 
hubuddunya dan takut mati, sebagaimana Sabda Rasulullah ; "Hubbud dunya 
wa karohiyatul maut". 

Dalam Surat Al-Baqarah ayat ke 246, Allah Berhrman : 

l_\L» Ijj l*\*\\ a^J ^^jjj ljll_ j| ^gjuoj-a JJju °qa <JjjI j1_I ^li °qa LL-ll Jl jj 111 

u_ tv, ijin tjkaS d! Jjigii ^SjE l_& u! J4^ L)i lM ^ lw- Jj L#i_ 

Jtjjj-I a£J-C ( . u£ U_I_ ^_J^?lj Ij^jIj^j (j-a __kj__l °jlj <lll Jjjlu <_-fl (_$--- ul 

AjyjJdalb 1 ijc- 4__lj 11 1° ^^ -^ ^ J^ 

Artinya : "Apakah kamu tidak memperhatikan pemuka-pemuka Bani Israil 
sesudah Nabi Musa, yaitu ketika mereka berkata kepada seorang Nabi mereka: 
"Angkatlah untuk kami seorang raja supaya kami berperang (di bawah 
pimpinannya) di jalan Allah." Nabi mereka menjawab: "Mungkin sekali jika 
kamu nanti diwajibkan berperang, kamu tidak akan berperang." Mereka 
menjawab: "Mengapa kami tidak mau berperang di jalan Allah, padahal 
sesungguhnya kami telah diusir dari anak-anak kami?". Maka tatkala perang 
itu diwajibkan atas mereka, merekapun berpaling, kecuali beberapa saja di 
antara mereka. Dan Allah Maha Mengetahui siapa orang-orang yang zalim." 

07. Berangkatlah ikhwan, ... tidak ada keringanan bagi antum. 

Alloh ta'ala berfirman : 

Aiil Jjjjuo <__£ I^jjoIjI j l__ll JAj I jjaIj>j Vl£?j tatii. \jj&\ 
Artinya : "Berangkatlah kamu baik dalam keadaan ringan ataupun merasa 
berat, dan dan berjihadlah dengan harta dan jiwa pada jalan Alloh. Yang 
demikian itu adalah lebih baik bagimu jika kamu mengetahui." 
(QS.At-Taubah[9]:4D 

Inilah panggilan Rabb semesta alam, kepada siapakah ayat ini ditujukan? 
Tentunya kepada manusia yang beriman kepada Nya. 

Al-Qurtuby Rahimahullah mengutip sepuluh pendapat yang berbeda tentang 
penafsiran kata "Berat" dan "Ringan". 



24 



1. Menurut Ibnu Abbas Radiyallahu anhu; "Berat" adalah muda dan 
"Ringan" adalah tua. 

2. Menurut Ibnu Abbas dan Qotadah Radiyallahu anhuma : "Ringan" 
memiliki hasrat serta keinginan yang kuat serta "Berat" adalah malas dan 
enggan. 

3. Menurut Mujahid Radiyallahu anhu; "Berat" adalah miskin dan 
"Ringan" adalah kaya. 

4. Menurut Hasan al Bashri; "Berat" adalah tua dan "Ringan" adalah muda. 

5. Menurut Zaid bin Ali dan Al Hakan bin Utaibah; "Berat" adalah sibuk 
dan "Ringan" adalah santai. 

6. Menurut Zaid bin Aslam ; "Berat" adalah yang sudah berkeluarga dan 
"Ringan" adalah bagi yang masih bujang. 

7. Menurut Ibnu Zaid : "Berat" adalah orang yang sudah bekerja dan 
"Ringan" adalah orang yang menganggur. 

8. Menurut al Auza'i ; "Berat" adalah berkendaraan dan "Ringan" adalah 
dengan berjalan kaki. 

9. "Ringan" adalah mereka yang bersegera menuju medan perang dan 
berada di barisan depan. 

10. Menurut An-Naqqosh ; "Berat" bagi penakut dan "Ringan" bagi 
pemberani. 

Penafsiran yang tepat, Wallohu 'alam adalah bahwa manusia diperintah maju 
untuk berperang secara keseluruhan yaitu "majulah, apakah aktifitas itu 
ringan dan mudah bagimu atau berat dan sukar". 

Sebagaimana telah kita ketahui bahwa hukum jihad saat ini adalah fardhu 
'ain, sebagaimana yang dikatakan oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah : "Jika 
musuh merampas tanah kaum muslimin dan merusak din serta dunia, maka 
kewajiban pertama sesudah beriman adalah memerangi dan mengusir 
mereka." (lihat Fatawa al-Kubra 4/520). 

Salah seorang sahabat Rasulullah -Shallallahu alaihi wa sallam- Abu Tolhah 
Radiyallahu anhu ketika itu beliau sudah berumur 80 tahun, ketika 
menanggapi ayat tersebut beliau mengatakan: "Tua atau muda, sungguh 
Alloh ta'ala tidak memberikan keringanan bagi siapapun, wahai anakku 
persiapkan bekal untukku karena aku akan maju berperang," maka anaknya 
berkata: "Semoga Alloh ta'ala memaafkan engkau wahai ayah, engkau telah 
berperang bersama Rasulullah -Shallallahu alaihi wa sallam- sampai beliau 



25 



wafat, engkau telah berperang bersama Abu Bakar Radiyallahu anhu sampai 
ia wafat, demikian pula engkau telah berperang bersama Umar Radiyallahu 
anhu hingga iapun wafat, maka biarlah kami sekarang yang akan 
menggantikan (mewakili) engkau berperang". Namun Abu Tolhah 
Radiyallahu anhu berkata; "Sungguh sekali-kali tidak". Maka berangkatlah 
beliau maju ke medan laga dan menemui kesyahidan di laut. Kaum muslimin 
tidak menemukan pulau untuk menguburkan jasad beliau kecuali setelah 
lewat tujuh hari dan Alloh ta'ala pun menjaga jasad beliau dari kerusakan 
(jasadnya utuh, tidak membusuk). (lihat Tafsir Ibnu Katsir 4/97. Al Ishobah 
Ibnu Hajar, 1/567) 

Demikianlah wahai saudaraku, seorang sahabat yang sebetulnya sudah 
mendapat udzur untuk tidak berjihad, namun ia tetap melaksanakan perintah 
jihad ini walaupun beliau sudah tua, lalu bagaimanakah kita sekarang? ... 
bagaimana dengan kita yang kenyataanya duduk-duduk sekian lama, ... 
bahkan bertahun-tahun??? Usia kita belumlah setua beliau, badan kita segar 
bugar, kitapun mampu menjalankan perintah ini jika kita mau, namun kita 
selalu mencari alasan untuk menghindar dari kewajiban jihad ini. Apakah kita 
tidak membaca firman Alloh ta'ala : 

A£j|jAU IjJAlj^J (jl Ij&jSj AjUl (JjjuoJ ( al '5- r^^*- 9 -^ UJ T J* 

Ijjl^ jl Ija. j2ji *\ -s jU (Ja jkll ^ Ijjili U IjIUj <Sll JjJ^ (^ °M j "^l J 

Artinya : "Orang-orang yang ditinggalkan (tidak ikut berperang) itu, merasa 
gembira dengan tinggalnya mereka di belakang Rasulullah -Shallallahu alaihi 
wa sallam-, dan mereka tidak suka berjihad dengan harta dan jiwa mereka 
pada jalan Alloh dan mereka berkata : "Janganlah kamu berangkat (pergi 
berperang) dalam panas terik ini". Katakanlah: "Api naar Jahannam itu lebih 
sangat panas(nya)", jikalau mereka mengetahui. (QS. At-Taubah 81) 

Dan Alloh ta'ala juga berhrman: 

~^ U JjJall jlj) l^JjlLuoI AJjjuoj *-a ljJAlk.j Aiilj lj-1^1 (jl "gjjjuo Cljjjj) IjIj 

(jj^c.lall *j& [j£j Ujj I jilij 

Artinya : "Dan apabila diturunkan suatu surat (yang memerintahkan kepada 
orang-orang munafik itu): "Berimanlah kamu kepada Alloh dan berjihadlah 
beserta Rasul-Nya", niscaya orang-orang yang sanggup di antara mereka 



26 



meminta ijin kepadamu (untuk tidak berjihad) dan mereka berkata: 
"Biarkanlah kami berada bersama orang-orang yang duduk". (QS. At-taubah 
86) 

Wahai saudaraku, ... semoga Alloh ta'ala tidak memasukkan kita dalam golo- 
ngan orang-orang yang munahk. Yang enggan berjihad, ... enggan susah, ... 
enggan meninggalkan kesenangan rumah dan anak istri, ... enggan 
meninggalkan kemas'ulan yang memasung diri, ... enggan menempun jalan- 
jalan yang menyampaikan kita pada makom mujahidin sejati. 

08. Bala', Sebuah keharusan!!! 

Allah ta'ala berhrman : 

Jj-atll »°jc °qa liljj Jjli IjSJJj 1 j j/> ^J °j\j \ JJJ^ iS^\ Ij^JJ^I 02$ 

Artinya : "Kamu sungguh-sungguh akan diuji terhadap hartamu dan dirimu. 
Dan (juga) kamu sungguh-sungguh akan mendengar dari orang-orang yang 
diberi kitab sebelum kamu dan dari orang-orang yang mempersekutukan 
Allah, gangguan yang banyak yang menyakitkan hati. Jika kamu bersabar dan 
bertakwa, maka sesungguhnya yang demikian itu termasuk urusan yang patut 
diutamakan."(QS. Ali-'Imron 186). 

Ayat ini menunjukkan bahwa bala' apapun bentuknya merupakan kepastian 
bagi sesiapa yang berjuang di jalan Allah, ...jadi bala' mesti akan mendatangi 
kita dan akrab dengan kehidupan para mujahidin, ... harus ada -secara 
sunatullah- bala' yang menimpa harta dan jiwa kita, ... karena itu harus ada 
keteguhan hati, kesabaran tinggi dan azam yang kuat menghadapi berbagai 
bala', ... inilah jalan kita,... jalan para mujahidin yang imanya benar dan jujur 
dengan kitabullah dan sunah Rasul-Nya. 

Jadi bagaimana mungkin sang calon mujahid ingin hidup nyaman, tenang, 
tentram, beranak-pinak tanpa beban, jauh dari marabahaya dalam kehidupan 

dan jihadnya, ganjil, aneh bin ajaib kalau ada calon mujahid ingin 

hidup seperti itu. 

Jadi, aneh sekali jika bala' datang berupa ancaman musuh, dikejar, ditangkap, 
dipenjara dan dibunuh, ...dikatakan sebagai akibat dari kesalahan orang-orang 



27 



yang salah dalam jihadnya, .... Hasil dari perbuatan mujahid yang isti'jal, ... 
akibat mujahid yang salah langkah, ... hasil ijtihad yang sembrono, ... ingat!! 
Ingat !! wahai sekalian ikhwan! Bala' berupa apapun yang di alami mujahid 
adalah keniscayaan, keharusan, kepastian, .... Karena Allah ta'ala dalam ayat 
tersebut telah menetapkan berbagai bala' menimpa para mujahidin dan 
keluarganya. Jadi jangan diingkari, dikeluhkan, menyalahkan kanan-kiri, 
menunjuk 'hidung' fulan bin mlan trouble ma/cer-nya, ... ini karena tidak taat, 
ini karena kecerobohan mlan dalam jihad, .... 

Ingatlah firman Allah ta'ala : 

Laj Aiil lW^ LS^ r&» - IjJAj \-a& J--y£ (JJ-^J ^Ju^ (Jjl9 ^JJ j>» jjlSj 

UJJ^ ' UfO »-uil j I jjl£!Luol Laj I jixjJa 

"Dan berapa banyaknya nabi yang berperang bersama-sama mereka sejumlah 
besar dari pengikut (nya) yang bertakwa. Mereka tidak menjadi lemah karena 
bencana yang menimpa mereka di jalan Allah, dan tidak lesu dan tidak 
(pula) menyerah (kepada musuh). Allah menyukai orang-orang yang sabar." 
(QS. Ali-Imron 146) 

Sungguh!!!Inilah jalan kita, jalan/tariqoh para mujahidin,... jalan ini 
dipenuhi sesutau yang tidak sedap, tidak enak, susah, penat, sulit, 
menggetarkan hati, menyesakkan dada, hampir-hampir hilang keimanan para 
mujahidin rasanya karena dahsyatnya penyiksaan di penjara-penjara thogut.... 
Ya memang demikian, Janahnya Allah memang di kelilingi sesuatu yang tidak 
disukai jiwa manusia. Sementara nerakanya Allah dikelilingi sesuatu yang 
menyenangkan syahwat manusia, sesuatu yang disukai para munafiqin, 
murtadin, dan kafirin dari kalangan yahudi dan nasrani. 

Bala' ini merupakan tarbiyah yang mesti dijalani para mujahidin, sebelum 
Allah memberikan kemenangan, sebelum Allah memberikan kemuliaan, yang 
tidak diberikan kecuali kepada orang-orang mulia yang Allah pilih, karena 
telah teruji, dan jujur dalam jihadnya. 

Syaikh al-mujahid abu Musa Az-Zarqowy berkata tentang keniscayaanya ibtila' 
dalam jihad fi sabilillah : 

... Kepada semua umat Islam, sadarilah ... bala ujian adalah sejarah dan kisah 
panjang yang terus terjadi sejak diturunkannya kalimat La ilaha illalloh ke 



28 



muka bumi. Para nabi dan orang-orang yang jujur imannya silih berganti 
menerima bala ujian. Demikian juga dengan para pemimpin yang memegang 
panji-panji tauhid. 

Oleh karena itu, siapa saja yang mengkonsentrasikan dirinya secara tulus 
untuk memikul kalimat Ld ildha illa * Uoh dan membela serta ingin 
menegakkannya di muka bumi, ia harus mau menebus status mulia ini 
dengan menanggung beban-beban berat, yaitu kesusah-payahan, keletihan, 
danbala'. 

Lihat, di manakah posisi Anda pada jalan ini? Jalan ini adalah jalan yang Nabi 
Adam alahissalam harus menanggung kelelahan dalam menempuhnya. 
Karena jalan ini pula, Nabi Nuh alahissalam mengisi hidupnya penuh derai 
air mata. Disebabkan jalan ini, Al-Kholil (sang kekasih Alloh), Ibrohim 
alahissalam dilempar ke dalam api. Nabi Ismail alahissalam harus rela 
diterlentangkan untuk disembelih. Nabi Yusuf alahissalam rela dijual sebagai 
budak dengan harga murah, dan mendekam di penjara bertahun-tahun. Nabi 
Zakariya alahissalam digergaji tubuhnya. Nabi Yahya alahissalam disembelih. 
Nabi Ayyub alahissalam bergelut melawan penyakit. Nabi Dawud alahissalam 
menangis melebihi kebiasaan manusia biasa. Nabi Isa alahissalam dipaksa 
hidup dalam keterasingan. Dan Nabi Muhammad -shallallahu alaihi wa 
sallam- sendiri harus hidup akrab dengan kemiskinan, penindasan dan 
berbagai intimidasi. Sementara, apakah engkau akan bersenang-senang dalam 
kelalaian dan senda gurau!! 

Sesungguhnya Alloh ta'ala menguji sebagian makhluk dengan makhluk yang 
lain, menguji orang beriman dengan orang kafir, sebagaimana menguji orang 
kafir dengan orang beriman. Ujian bala seperti ini adalah bagian yang 
menjadi jatah bersama bagi semua manusia. 

Allah ta'ala telah berhrman : 

SUaJlj djj^ll (jj^ iS^ J^ 9°ls^ <-^ ls^" J^J '"^ "^ *?*-W lS^ ^J^-P 

jj^ J^ J*^ 'j*J ^»^ C>^' fM °£JQ 

Artinya : "Maha Suci Alloh Yang di tangan-Nyalah segala kerajaan, dan Dia 
Maha Kuasa atas segala sesuatu, Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia 
menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha 
Perkasa lagi Maha Pengampun." (QS. Al-Mulk [67]: 1- 2) 



29 



Imam Muslim meriwayatkan dari Nabi kita -shallallahu alaihi wasallam-, 
dalam hadits qudsi yang beliau riwayatkan dari robbnya 'Azza wa Jalla, Alloh 
berfirman: "Sesungguhnya Aku mengutusmu, wahai Muhammad, untuk 
menguji dirimu dan menguji manusia denganmu." 

Yang kita ketahui dari Al-Quran dan Sunnah, di antara para nabi itu ada yang 
dibunuh dan dicincang tubuhnya oleh musuh, seperti Nabi Yahya. Ada juga 
yang hampir dibunuh oleh musuhnya lalu pergi menyelamatkan diri seperti 
Nabi Ibrohim, beliau kemudian berhijrah ke negeri Syam. Demikian juga 
Nabi Isa, karena akan dibunuh maka beliau diangkat oleh Alloh ke langit. 

Orang-orang beriman terdahulupun, kita saksikan ada yang disiksa dengan 
siksaan yang keji. Ada yang dilemparkan ke parit-parit api. Ada yang menemui 
kesyahidan. Ada yang hidup di bawah kesusahan, kekerasan, dan penindasan. 

Jika kita hanya melihat sisi ini saja, seolah-olah di manakah janji Alloh bahwa 
Dia akan memenangkan mereka di dunia, padahal mereka ada yang diusir, 
dibunuh, dan disiksa?!! 

09. Tamak menjadi mas'ul 

(jjoill jb£ qa jl£j CjbUail aJ& ^ Ijia. JjAjjo 1$\j jj^a1a«JI a^.V jl£ ^j 
qa j$jj Lgjijj U£j 4 (jAiJI A-a SUaJI /gi 4Jjjla 4_j jaJ M^./» J&J J^lj 

*VjA <jl " ; <Lu*a!>Lkj p^uI <ij3 (j^asu <Jj--ajl (jl UjIaI uij t a^-ia 4Aj$ oj-_"i 

t " A u ^-aU ,-lC. *LaJ_L« A h -*^- uu\ ~^ ^"■/'«j a_§_Lal_C. j ~^ "^* 1 J<-^-l 6-j<-9jI 

(j-ala uj^ S ?ua > -sul jjju^aiii lj__l jj| j_kl La-a p^3 4-a">l£ Jj._u-___j V L__.j 

JJaC jL___u» (j>» L__iJ ^^ic 4-SJJJJ La ^g^j V J 4 <-_j|j__>Vlj 

DcikuLu ndn seorni^g mujakid wain-g mtmlli\zi pei/u^pot teerns setaiLL terkodcip pcirci (Siuadak 
tersebut (Robbaya, Sflyyftf, HitenA,atlyflr da^Akmad swnh Mfls'u.d). Mujakid tersebut 

termosute orfli/tg tun dfliA.terpfliA.dfli/\.g. Ifl mtmili\ziftvu?)Ulumuvi wni^g pni^joi^g daLanA 
btriwttraksi dt^aw orni^g. wnfetu itu. tefti/wi mtv^auV\iviua \zartv.a uca-paiAiA,ua uavicj sawc^at 

teeros terhndnp pnrn (Siuadak tersebut. t>i sii/u saua iwc^iw samj,ai\za<A, \ztj>ada \zaliaw 

stbac^iaw dan jitrk.ataaiAiAua, uawc) iwtiwua stbac^ai beriteut: sesui^gguhi^wn ^>ara Giodak itu 

adalak bis>viis>mavi uav,c) sav,c)at beteepei/utii/tgciiA, dtvu$avi \z,tdudu\z,avuA,ua stbac^ai haas^uL, 

\z,tftiAtiwc> l aw -^nbadi mtvt\za Itbik mtvt\za utama\zaw darij,ada urusni^perjuni^gai^. waktu 

itu \zami tidak, mtm^trcaiAai um^>av.v.w,a itu, sehii/^ggci mt^akiibatkaw \zami terLdnibat 

mtmakami -^ribadi ova i^g daw fensus stcara btwar. v>av. tiidak, samar lagi a\zaw muwculwua 

dam^a\z-dam^a\z btrbakaua \zartvuAviuu . 
{Maulawa usamak biiA, Ladivi, 29 dtstmbtr ^OOJ-) 



30 



Diantara yang mengelincirkan seseorang di medan dakwah dan jihad untuk 
ikhlas dan benar adalah keinginannya yang kuat untuk menduduki posisi- 
posisi tertentu dalam sebuah jama'ah atau sebuah tanzim jihad. Sebenarnya - 
secara manusiawi- sepintas menjadi sebuah kewajaran keinginan-keinginan 
tersebut, namun sebenarnya hal tersebut sebuah kesalahan yang fatal. Karena 
itu hendaknya setiap mukmin menyadari untuk memberikan posisi 
kepemimpinan atau ketokohan dalam sebuah jama'ah kepada yang benar- 
benar berhak. Baik kapabilitas, tajribah maupun tegarnya ia dalam berbagai 
medan ibtila. 

^jLSt ^J \>J& 4&\ \j'Jtfj \J&\i A& J4J &J \jU Q$\ 1^1 U 

Artinya : "Hai orang-orang yang beriman. apabila kamu memerangi pasukan 
(musuh), maka berteguh hatilah kamu dan sebutlah (nama) Allah sebanyak- 
banyaknya agar kamu beruntung." (QS. Al-Anfaal 45). 

Ayat ini konteknya dalam peperangan, namun ketika ikhwan yang sedang 
menghadapi penangkapan, penyiksaan, dipenjara dan diancam dibunuh 
termasuk juga dalam ayat ini. Perintah untuk berteguh hati atau tegar 
menghadapi beratnya berhadapan dengan thogut adalah kewajiban, dan ingat 
ini merupakan bntuk 'seleksi alam'. Dan hasilnyapun akan nampak, bahwa 
sebagian akan tegar dan sebagian akan surrender (menyerah) -qodaralahu 
maasaa faala~. 

Surender (menyerah) bentuknya sangat banyak, diantaranya : ketakutan 
membabibuta di hadapan musuh, menerima pemberian thogut dengan suka 
cita, tidak membenci mereka, tidak memusuhi mereka, tentram 'disamping 
mereka', selalu ingin berhubungan dengan mereka, sangat tergantung dengan 
mereka, mengantungkan rizki kepada mereka, melupakan dzikir dan tilawah 
Al-Qur'an ketika bergaul dengan mereka, melalaikan sholat karena asyik 
ngobrol dengan thogut, dll. 

Lalu perintah kedua ketika berhadapan dengan thogut maupun musuh 
adalah banyak berdzikir kepada Allah. Dzikir disini banyak bentuknya, bisa 
tilawah Al-Qur'an & wirid harian yang bersumber dari Al-Qur'an dan 
sunnah. 



31 



Al-Mujahid Ust. Fatrhurahman Al-Ghozy rahimahullah beberapa hari 
sebelum kesyahidannya memberikan nasehat yang berharga kepada para 
mujahidin. Beliau mengatakan yang maksudnya bahwa, "jika mujahidin 
sedang berhadapan dengan musuh atau dalam kondisi tertawan, maka banyak 
berdzikirlah kepada Allah. Karena itulah salah satu sarana untuk berteguh 
hati melawan keganasan & kejahatan mereka." 

Jadi orang-orang yang telah cukup "kenyang" menghadapi panasnya api ibtila' 
adalah orang-orang yang lebih berhak untuk menjadi mas'ul, kepemimpinan 
dan ketokohan dalam jihad, meski sebagaian besar mereka tidak 
menginginknnya kecuali beramal, beramal, beramal dan beramal .... 

Karena itu janganlah seseorang memaksakan dirinya menjadi mas'ul, 
komandan atau pemimpin, jika belum pernah mengalami pahit getirnya 
merintis jihad dan dahsyatnya bala' (ujian). Tipe orang seperti ini sebenarnya 
tidak berhak menjadi mas'ul atau pemimpin dan komandan jihad. Apalagi 
selama ini hidupnya terasa nyaman, sepi tanpa ujian apa-apa, adem-ayem 
tanpa beban, curigailah jangan-jangan justru banyaknya maksiat yang telah 
kita lakukan. Sehingga Allah tidak mengujinya sama sekali!!! Atau malah 
istidroj!! Naudzubillah!! 

Syaikh Abu Mus'ab Az-Zarqawy rahimahullah (Pemimpin Al-Qoidah di negeri 
dua aliran sungai, Iraq), berkata : "Dan barangsiapa yang tidak memiliki 
pengalaman dalam mengalami pahit getirnya merintis jihad dan tertimpa 
bala' dalam membela agama ini, maka ia tidak berhak menempatkan diri pada 
posisi-posisi kepemimpinan dan ketokohan (dalam jihad), walau sebanyak 
apapun ilmu yang ia miliki dan sepandai apapun ia beretorika. Kalau ia tetap 
mencalonkan dirinya (menjadi pemimpin/mas'ul), berarti ia termasuk orang 
yang merasa besar dengan sesuatu yang tidak diberikan kepadanya, tak 
ubahnya ia seperti pemakai dua baju palsu," (Li tastabiina Sabiilal Mujrimiin, 
Syaikh Al-Mujahid Abu Mus'ab Az-Zarqowy.) 

~Naudzubilahi mi sururi anfusina, wa min syayiati 'malina, Subhanallah, 

ikhlaskanah niat-niat kami dalam I'dad dan jihad ya Rahman, Ya 'Alim Ya 

Aziz yan Mujibu Dawaat, 

10. Tanda, benarnya perjalanan. 



32 



_]jj&ljj Vj _j— -I U-J^^ il^. ol— •— ilj ^L—jdi _] j ^ ■>. *W (JjSJ jajJI __Jl_j 

il__. „vll (Jjjuoj _)JJ 4_l _]jA__ij 4^L_VI (JJJ 4^1 J ~'<- 3 j jjj ■___. £_J_lji| 

4_l_ (J-^J^I _r9 aAJulj <»_ljxil _jLaj__* A-jlLa ^^-i*^ (JP^ *- ;>>— .La— ■ _jlj 

lj__1 ^* __J ^lc _]jjJj_aJ aJJI Lali 4__jJju_I ~^ > _tfU _]lj i^—jLlk (JJ3 j 

4jI j IjJ— 5 ^i^— j— — — — il (j~ _]ji— — 3 i_ij| Lalj 4„vll _Jc a£j^.lj 4jI jil _Jc 

j_c.| j^i 4^ii| (Jjjjuo __i jl^aJlj <LaVI 4- a1_— — i _jjj ljij__ Vj <_l__lj <_«il._<_l 

# iill Ak- ^_i 

Pndn hflrl Lm,, kM.ujahL.dLiA, meiAgntntentA. ka^ada pnrn uiaw,a' daw da'i uuviq mnsLh mtwciiAtai 

ktbtwavaw dawtidak rn.au btvkow^vow,i dtwc^aw ktbatiiaw; KaViav. ttiak meiA.gniA.gfcnt 

btwdtva isLnm dav, kaliawtaku bakwa npn uuvu$ kaiiaw a^katitu adaiak bfA>av-btA>av 

Oja.va.iA Rosu.Lu.LLnh. Kttakuiiak sesu^gguh^uyn jLten tenLLniA. metAgenibntA njnrntA itu deiAgniA 

btA>av, nrtLiAwn kaiiaw meniLsnhtentA divi davi stw,ua pemerLiAtnhntA baik Avab maufuw iaoia 

Arab di s>tiuvuk muten bumi iwi, orn^ug-Drn^g ttvbaik kaiiaw akaw dLbu^uuh daw kaiiaw akaiA, 

dLhLmpLt oitk pedntAg. Mnten jLten kaiiaiA dnpnt bersnbnr lAieiA-ghndnpL kai itu w.aka jngnLnh 

pntAJL itu wiscaua ALLnh akaw memberLtentApnhnLn teepndn tenLLntA. r>ntAj'Lfcn tenLLntAtnteut 

maka biavkavlak pntAjLperLnwntAntA dntApeperntAgntA Ltu berLniAgsu.tAg / jntAgntA hnLntAg- 

hnLntAgLpenA.udn isLnm. uwtuk berjLhnd fLL snbLLLLLLnnh, hnL Ltu LebLh rLtAgntA bngl kaiiaw di sLsL 

ALLnh. 

(MnuLntAn u.snnA.nh bLiA Ladiw, ±e> ftbvuavi zi003>) 



Ikhwan sekalian perhatikanlah!!!, .... 

Tidak keliru 

Tidak keliru 

Tidak keliru 

Tidak keliru 

Tidak keliru 



Fir'aun dan bala tentaranya memusuhi Nabi Musa, ... 
Abu jahal dan Abu Lahab, memusuhi Rasulullah, ... 
kafir Quraiys memusuhi para sahabat Nabi, ... 
Amerika & kroninya memusuhi Syaikh Usamah bin Ladin, ... 
! orang kafir dari kalangan Yahudi, Nasrani, murtadin, dan 
munafiqin memusuhi para mujahidin diseluruh dunia, 

Jika para mujahidin diancam, dikejar, ditangkap, dipenjara, dibunuh, dan 
diusir dari negerinya, ... berbahagialah, ini menujukkan benarnya perjuangan 
dalam menegakkan kalimat Allah di bumi, ... Benarnya para mujahidin 
mengemban misi kenabian, untuk menghambakan setiap manusia kepada 
Rabb yang satu dan melenyapkan penghambaan sesama manusia. Ini 
menggambarkan kedekatan keadaan yang dialami mujahidin dengan keadaan 
para anbiya yang dimusuhi, dicaci maki, dianggap gila, diancam, dikejar-kejar, 
akan dibunuh, bahkan dibunuh. 



33 



Melakukan irhab, ightiyalat, terjun di kancah-kancah jihad yang karenanya 
menyebabkan berbagai malapetaka yang menimpa para mujahidin dan 
keluarganya, itu semua merupakan pahala, ajer yang sangat besar, dan 
merupakan pilihan yang hanya diambil oleh jiwa-jiwa yang yakin akan janji- 
janji Allah, yakin kemenangan akan dinampakkan, .... Hidup mulia atau mati 
syahid. 

Jadi demikianlah tabiat jalan ini, .... Jadi pahami permasalahan ini, agar para 
mujahidin tidak menyalahkan makhluq Allah, tidak selalu menyalahkan 
syaikh fulan bin fulan yang telah diekskusi oleh tentara-tentara Fir'aun, ... 
inilahjalanya para perwira, jalannya para kesatria, jalanya para peggenggam 
bara, jalanya para perindu syurga, dan jalannya para pejuang di medan laga. 

Jika ada seorang 'calon' mujahid yang ingin berjihad namun akrab dengan 
kemewahan, kesenangan, larut dengan perhiasan dunia, senang dengan 
membangun rumah dan membeli kendaraan mewah, kemudian menjauhi 
kesukaran, kesulitan dalam jihad, menjauhi I'dad, irhab, amaliat dan sulitnya 
pergi ke medan-medan peperangan, ....dan mereka lari dari berbagai bala' dan 
malapetaka dalam jihad, maka, saksikanlah sesungguhnya ia adalah pendusta, 
... dia berdusta jika dia mengatakan, "saya akan berjihad!!", "kelak saya akan 

pergi ke medan jihad," "saya ini pendukung jihad" dll jauh panggang dari 

api, ....jauh panggang dari api, ... Meski ia termasuk kibar jama'ah, ... meski ia 
ust. Senior, ... meski ia telah berpuluh tahun berbaiat dengan sebuah jama'ah 
jihad, meski ia ust. Yang bergelar Lc, MA. Atau Doktor tafsir, syariah, atau 
hadits. 

Ingatlah!!! Wahai ikhwan, thoifah manshuroh itu tanda utamanya hanya ada 
dua, yaitu mereka berilmu dan mereka berjihad dengan sungguh-sungguh, 
untuk menegakkan kalimah Allah. 

Syaikhul Islam imam Ibnu Taimiyah, beliau menyatakan kelompok yang 
paling berhak mendapat sebutan thaifah manshurah adalah kelompok yang 
berjihad. Ketika berbicara tentang umat Islam di Syam dan Mesir yang 
berjihad melawan tentara Tartar yang beragam Islam namun berhukum 
dengan hukum Ilyasiq (hukum positif rancangan Jengish Khan), beliau 
berkata : 



34 



(jj^ jjc (jjJjlaxll (r-^J^ ^^ C5# r^ tLoAjaJj J > aa j ^IjouIj 4ojtu\l Uij 
^JJil IAjSj ^jJjl SjjjL^alall AljUai) ^i Vj^-J (JjAjjI Jj^-I CJ^ }^J ^^-"^ 
(Jl JJ V»;Ajc. 4jJajijljdxll AAJaJ all Cl±!olji.V1 ^ji ^4j3J aluij AjIc <(&! ^K^i 
t/^n^ (ja Vj A^Jul^ (j* c^J^ 1 ! V '(J^JI (^C. (jJjAUa ^^la) (j* A^jUa 
«^J*^ lJA' CJI JJ V» IfX»y juljj ^J «Acllull ^jflJ ^^ 

"Adapun kelompok umat Islam di Syam, Mesir dan wilayah lain yang 
saat ini berperang demi membela Islam, mereka adalah manusia yang paling 
berhak masuk dalam golongan thaifah manshurah yang disebutkan oleh 
Rasulullah dalam hadits-hadits shahih yang sangat terkenal..." (Majmu' 
Fatawa 28/531). 

Maka tak diragukan lagi, para ulama yang berjihad adalah kelompok muslim 
yang paling berhak disebut sebagai thaifah manshurah. Bahkan syaikhul Islam 
imam Ibnu Taimiyah menyatakan, kelompok umat Islam —sekalipun mereka 
adalah para ulama besar— yang tidak berjihad ketika jihad telah menjadi 
fardhu 'ain adalah kelompok penggembos (thaifah mukhadzilah), bukan 
thaifah manshurah. Pada tahun 699 H tentara Tartar yang beragama Islam 
namun berhukum dengan hukum Ilyasiq, bergerak akan menyerang kota 
Halb (Syiria), pasukan Islam dari Mesir mundur sehingga hanya tersisa 
pasukan Islam Syam yang akan berjihad melawan Tartar. 

Saat itu beliau (imam Ibnu Taimiyah) menulis surat kepada kaum muslimin 
dan menyatakan bahwa umat Islam terpecah menjadi tiga kelompok ; 

. (JjAjjoAa] ! ^J^' f Vj£J jjJAUs*-<jJl jsAj ojjj-*aJ-oj| 4ojl UU 
^jj (JJJjjoIlojI ^jl^- CJ^ c^&rl J^-*"* L>*J PJ^^ 9 VjA jsAj A *? "^ A " <ajUail j 

.jajLuj^l ig?^ ' A Ij- 1 ^ cl)! J ,~^,^^ ijp" CJJ^"^ P^J ^^ "^ AljUall j 
4-fl)t -s a ll qa ll AjiLkjl qa ll o jjjuialojl AljUail qa jj-iLl <jVj^ J^\fo 

.^'J^CS* 1 ^ 
"Dalam menghadapi fitnah ini, manusia terpecah menjadi tiga kelompok : 



35 



1. Thaifah Manshurah (kelompok yang selamat) ; yaitu kaum mukmin 
yang berjihad melawan kaum yang merusak (tartar ketika itu). 

2. Thaifah mukhaliiah (kelompok yang memihak musuh) ; yaitu kaum 
perusak (tartar) dan "sampah-sampah" kaum muslimin yang bergabung 
(memihak) kepada mereka. 

3. Thaifah mukhadzilah (kelompok penggembos) : yaitu umat Islam yang 
tidak berjihad melawan mereka (musuh), -Tetapi ucapan-ucapanya 
menghalangi (melemahkan) manusia untuk berjihad memerangi 
musuh-. 

Maka hendaklah setiap orang melihat, termasuk kelompok manakah 
dirinya ; Thaifah Manshurah, Thaifah mukhadzilah ataukah Thaifah 
mukhalifah, karena tidak ada kelompok keempat !!!?" (Majmu' Fatawa, 
26/416-417). 

Ya demikianlah!!!!, Thaifah manshurah adalah kelompok umat Islam yang 
tidak malu bila dituduh menegakkan Islam lewat jalan kekerasan senjata, 
dianggap terroris, mndamentalis, dan sebutan-sebutan serem lainnya, karena 
yang penting dinilai adalah 'musamma-nya, bukan isim-nya' — jadi, jangan 
tertipu dengan isirn-. Karena itu Islam hanya bisa tegak dengan kokoh ketika 
Al-Qur'an ditopang dengan pedang, kekuatan pasukan, dan tanah-tanah yang 
didapat dengan tertumpah-tercecernya darah dan remuknya tulang belulang 
para syuhada. Bukan dengan ongkang-ongkang, kumpul-kumpul bertahun- 
tahun, duduk di halaqoh-halaqoh puluhan tahun, senang tinggal di ruang- 
ruang AC, hidup bergelimang kemewahan, ... kemudian mengharapkan 
daulah islam jatuh dari langit, ... tinggal menikmati saja, ... pemahaman dari 
mana ini? Pemahaman ganjil....!!! Pemahaman katak dalam tempurung, ....!! 

Sebagaimana firman Allah Ta'ala [QS. Al Hadid : 25] dan sabda Rasulullah ; 

<U1I .jjju ,-ja. C JUuUU 4x.Lail) <_£.JJ (JJJ ( UJU l IC J^J-a J^C <jj| <jc 

(0^4 * } •* o **■ -* #-*.,;; o -* -* o f -* . |« -*. o -* |-* 

f^--V- J4$ ?J*4 ^-h^ 1>J LSJ^ «-Alla. i>- ^^ic 

Dari Ibnu Umar bahwasanya Rasulullah bersabda,"Aku diutus dengan 
pedang menjelang hari kiamat, supaya hanya Allah semata saja yang diibadahi 
tanpa disekutukan dengan sesuatu apapun selain-Nya, dan dijadikan rizkiku 



36 



berada di bawah bayangan tombakku, dan dijadikan rendah dan hina orang 
yang menyelisihi urusanku. Dan barang siapa meniru-niru sebuah kaum maka 
ia termasuk kaum tersebut."(HR. Ahmad dan Al-Thabrani. Dishahihkan 
syaikh Al-Albani dalam Shahih Jami' Shaghir no. 2831 dan Irwaul Ghalil 
Takhriju Manari Sabil no. 1269). 

11. Keluarganya,... .!!??? Kita juga yang ngurus!!! 

Subhanallah !!! banyak mujahidin yang salalu menyalahkan taqdir ...., ini kok 
begini!!!, itu kok begitu ....!!! Ini mesti salah ....!!! Itu seharusnya tidak terjadi 

....!!! Itu jangan lakukanlah ....!!!! Itu mestinya ditunda !! itu mestinya 5 

tahun lagi .... Dan 1001 kalimat yang hakekatnya tidak ridho terhadap taqdir 
Allah. 

Ikhwan.... Sesungguhnya tidaklah terjadi sesuatu pada diri mujahid baik 
secara personal maupun sebuah jama'ah kecuali dalam kendali dan hikmah 
Allah ta'ala. Bisa jadi ilmu dan hikmah yang kita miliki masih sangat dangkal 
untuk menerwang berbagai kejadian yang sangat berat di hadapan kita. Bisa 
jadi ilmu dan hikmah yang Allah berikan tertahan atau tertutupi dengan 
berbagai dosa yang kita lakukan dalam perjalanan dakwah dan jihad ini. 

Cukuplah sebagai dosa jika kita : 

Seorang mas'ul yang hanya pandai bicara, tetapi tidak beramal .... 

Adalah seorang pemimpin jihad, tetapi Cuma duduk-duduk di office-nya saja 

Mengatakan, "wahai fulan kalau engkau tidak baiat dengan kami, maka islam 

anda tidak benar 

Wahai Fulan!!! Jika kalian tidak jihad bersama kami, berati jihad anda asal- 

asalan 

Jika ada orang yang menuduh saudaranya, "Jihad anda tidak jelas !!!" 

Selalu Buruk sangka dengan saudaranya 

Selalu menyalahkan saudara kita tanpa chek dan richek .... 

Mencela berbagai amal yang dilakukan saudara kita .... 

Menyalahkan amaliat, irhab, ightiyalat para mujahidin, sementara kita hanya 

duduk-duduk .... 

Mengatakan "mereka mujahid tapi salah langkah" padahal kita duduk-duduk 

di ruang AC yang setiap hari hidup dengan kemewahan ... 



37 



Si fulan Isti'jal ...., padahal kita belum pernah menembakkan sebutir peluru 
pun ke hadapan musuh .... 

Si fulan jihadnya menyimpang .... Padahal kita belum pernah berperang .... 
Ada yang mengatakan, jangan lakukan amaliyat !!!! karena keluarganya kita 
jugayang ngurus ....!!! 

Ikhwan kata-kata terakhir ini mana dalilnya!!! Lalu apakah yang menjamin 

rizki manusia adalah sebuah tanzim!!!! sebuah jama'ah....!! Apakah dengan 

larangan itu maslahat jihad tercapai!!! Apakah dengan larangan itu 
terbalaskan darah-darah para mujahidin yang tertumpah!!!! 

Tertumpah di medan-medan jihad .... 

Tertumpah di kamar-kamar penyiksaan penyidik murtadin ... 
Tertumpah di seambi-serambi mushola penjara Salemba .... 
Tertumpah di serambi-serambi masjid Al-Aqso .... 

Tertumpah dan tertumpah dan Apakah kita akan tetap menunggu, 

menunggu, dan menunggu darah-darah kaum muslimin tertumpah di 
serambi-serambi masjidil haram !!!! lahaula wala uwwata ilabillah!! 

Ikhwan sekalian ingat!!! Ingat!!! seseorang yang mengurus keluarga 

mujahid yang ditinggal syahid, ditinggal di penjara, atau ditinggal suaminya 
karena diusir musuh adalah satu maqom kemuliaan tersendiri disisin Allah, 

maqom tersendiri mengurus keluarga mujahid. Jadi jangan kalian ungkit- 

ungkit, jangan ungkit-ungkit!!!! Kalau kalian ingin pahala mengurus mereka 
dibalasi Allah Ta'ala yang maha kaya dan maha memberi petunjuk. 

Jadi kalau kalian belum ingin (karena terbelenggu thoriqoh jama'ah) untuk 

berperang , belum mau melakukan irhab , belum mau melakukan 

ightiyalat , maka cukuplah maqom mengurus keluarga yang ditinggal 

amaliyat, irhab dan igtiyalat itu sebagai penghargaan tertinggi dari Allah ta'ala 
untuk kalian. Dan sekali lagi itu satu bentuk kemuliaan, jangan dihilangkan 
pahalanya dengan mengatakan, "ini akibat mereka (Syaikh Mujahid Ali 
Ghufron) isti'jal melakukan amaliat, sehingga kita yang dapat getahnya 

mengurus keluarganya" jangan katakan ini ikhwan!!!. Karena perkatan ini 

bisa menghapus amalan yang telah dilakukan, yaitu mengurus keluarga 
mujahid .... Terpaksa atau sekarela. 

Ingat ikhwan!!! Sabda Rasulullah -shallallahu alaihi wa sallam- 



38 



-aJjuoj 4_iic Jh\ ^u.-i- ^jjlil (jc <CaLal ^l [jc (jxk.jll ±}C ^l ajjoIsII <jc 
Aill Ajll^al JJaj aIaI ^ Ujtc l alaj jl Ujlc- J£"?^ J> j*J ^ [>*» » I U^ 

•* ■- * "'*♦#* o -* -* *o <* *. -* • B*-- o-* ^o^ • ** ** t1 ** **** 1 ** 

.« -M^< f j^ d^ » : <^^ c^ <o ^jc- o? ■jjjj J^ .« ^c Jju 

Dari Al-Qosim bin Abdirrohman, dari Abu Umamah, dari Nabi -shallallahu 
alaihi wa sallah-, beliau bersabda :"Barangsiapa yang yang tidak berperang, 
atau tidak mempersiapkan (perbekalan) perang, atau (tidak) mengurusi 
dengan baik -layak- keluarga yang ditinggal perang (amaliyat, irhab, ightiyalat 
dll. Pnls). Niscaya Allah akan timpakan bencana atau musibah, ...sebelum 
datang hari kiamat." 

Hadits tersebut diriwayatkan oleh Abu Dawud, dalam Bab. Jihad 2/318. 
Riwayat Ibnu Majah, dalam Bab Jihad, 2/923. juga lihat di Masyariul Asywaq, 
Imam Mujahid Ibnu Nuhas Ad-Dimasqi Ad-Dimyathy, 1/43. Darun Nafais, 
Al-Urdun) 

Imam Mujahid Ibnu Nuhas menjelaskan yang di maksud dengan "biqoriatin" 
disini adalah "Ad-dahiyatus-Syadiidah" maknanya bencana atau malapetaka 
yang dahsyat, atau musibah, atau menjadikan Allah layak menghukum 
mereka." Lihat di Masyariul Asywaq, Imam Mujahid Ibnu Nuhas Ad-Dimasqi 
Ad-Dimyathy, 1/43. Darun Nafais, Al-Urdun). 

Wallahu alam bis showab bisa jadi musibah ini adalah cerai-berainya 

mujahidin karena 'terbalut' ketakutan terhadap ancaman musuh (baca den 
88 dan kaki tangannya), hubbuddunya atau gandrung kepada kemewahan, 
takut hijrah dan berperang/berjihad, takut menyuarakan jihad, takut berinfaq 
fi sabilillah, perselisihan antar ikhwan yang tidak berujung pangkal, semakin 
jauhnya ikatan persaudaraan sesama mujahid, tidak open (peduli), hilangnya 
tsiqoh mutabadilllah sesama mujahid, hasad sesama mujahid, saling 

menjatuhkan, dan berbagai musibah lain lantaran mereka tidak benar- 

benar berjihad (dengan meninggalkan kesempatan amaliyat), tidak 
mempersiapkan bekal untuk perang dan tidak mau mengurusi keluarga 
mujahid. 

Subhanallah!!! Mengurus keluarga syuhada adalah maqom tersendiri di 
hadapan Allah ta'ala. Kalau belum sampai maqom berjihad (berperang), ya 



39 



minimal mengurusi keluarga mujahid yang di tinggal syahid, di penjara atau 
di usir musuh. 

12. Duduk di halaqoh 15 tahun , !!! 

dlljJaj dljl" SAaJjuoJ j\ 4j&x1 j\ 4_1jV UJ% Cj\ PJ^ ^* "^ - ^ l£jfi^. U^ 

C-JjJC. Vj lAiiLa lgafl t " iil al La 4_Luo (jJJLaJ ALa (jaJbjgjji aJ& J^LiIjJI oLiaJlj 

jl ^-JaluU .laj V "It^lall SLiaJL? 'j^J C)J$ O* CjjU !aUVI (>» Lajj iiL-4 

^JC Lgj £flt «s j ^jjj ^jjJail Jja. Oj*M,^ill a^i ^ jalc (Jii. lijlJA .lililj (Jj^J 

jjjji uluujj lii dij^ u£ cLvij cjj^i 

Adflfenh ada kari lvd uaviQ btrawi mtwc^atakaiA, \ztv>ada ba-^ak^ua atau -^awiawwua atau 
ustad^wua; "Kaw,u lvd ttiak stwawc) dtwc^aw \ztkiduj,aw duwia' Likatlak, paitstiwa ttlak 
dijajak stjak 80 taku<A, uawc) lalu stw.tA.tara twc^kau btiuw, peri/u^k w,t\A,tw.ba\z\zaw stbutir 
ftlurufuiA di saA.a, atau satu kari sfljfl w,tA,jadi\z,aw \z,aw,u btrdtbu. Ma\za \zaw.u adalak 
ttrw.as.uk, oraviq-oraviq uaiACj s,tviavi(?j dtviqavi ktkid.uj.avi duvu,a\". Tidak ada s,toraviqjiuvi 
uaviOj btrawi w,twc? l atakaA,A,ija. Ada ktsaiaka^ uaviOj sudak w.trajaitia daiaw, btwak,-^ara 
a\ztifis> mtviqtvini mttodt mtw.jtrjuaA.c^kaA. isiaw,. .stdav.c)\zav. auat-auat ua^c) sepertl wai/\,g 

ttiak saw.jaikaA.tadi baiAuak,. 
(t-Aauiawa iA.saw.ak bitA, L.adivC) 

Kepada antum para pemimpin jihad!! Kepada antum yang pegang amanah!!! 
berhati-hatilah kalian, sesungguhnya kalian berada di tepi jurang neraka. Jika 
kalian amanah dan memenuhi tuntutan sebagai komandan jihad, maka 
sesungguhnya kalian adalah pemimpin yang benar, namun jika kalian 
melalaikan, menterlantarkan, dan menyimpangkan jihad dari tujuannnya, 
maka takutlah dari adzab Allah. 

Dan ingatlah bagian dari menyia-nyiakan jihad adalah dengan menunda- 
nunda melakukan amaliyat, irhab, ightiyalat dan berbagai operasi jihad yang 
hari ini fardhu ain. Penundaan jihad ini menyebabkan sekian banyak 
maslahat jihad mejadi hilang, seperti menaikkan maknawiyat, rizki syahid, 
rizki ghonimah, mengembalikan tanah-tanah kaum muslimin yang di rampas 
kaum salibis, penegakan syariat, dll. 

Dan ingat !!! iqomatuddin itu terwujud dan ditopang dengan darah dan 
tulang belulang para syuhada, bukan dengan dakwah saja atau tarbiyah saja, 
merekrut atau tamkhis saja, I'dad dan I'dad saja. Jangan bermimpi melakukan 
iqomatudin tetapi enggan berkorban dan menjual diri degan murah di 
hadapan Allah. 



40 



Janganlah kalian menyia-nyiakan potensi para mujahidin untuk menunggu, 

menunggu, dan menunggu.... Duduk di halaqoh 3 tahun , 5 tahun , 7 

tahun , 9 tahun , bahkan 15 tahun Atau mereka kalian perintah 

untuk bersabar, sabar dan sabar!!!! sampai rambut mereka beruban, sampai 
tua renta dan jasadnya di makan usia. Sampai mereka mengalami stroke ..., 
kemudian kalian tinggalkan karena 'tidak bermanfaat' bagi kalian. Maka 
renungkanlah wahai para pemimpin jihad yang berakal!! 

Saksikanlah!!! kenapa hal ini kami sampaikan?? Karena hal itu benar-benar 

terjadi dan nyata di hadapan kita. Terang, seterang matahari di siang bolong, 
tidak ada awan yang menghalangi. Jelas, kenyataanya banyak sekali para 
mujahidin yang keropos dimakan halaqoh, potensinya banyak tetapi 
menguap, menguap!!! Dan akhirnya hilang tak berbekas !!!! ditelan dunia dan 
perhiasannya, ditelah hawa nafsu dan kejahatannya, ditelah rutinitas yang 
membelenggu dan mematikan potensi, ditelan kejahatan dan ketamakan 
menjadi mas'ul, di telan subhat jihad dan talbisul iblis yang berlapis-lapis. 

Ingatlah pesan Abu Abdillah sang mujahid Syaikh Usamah bin ladin 
hafdzahullah yang telah beramal (karena banyak yang mengaku mujahid tetapi 
lebih suka duduk-duduk, lebih suka memerintah dan melarang di 'o/ice-nya', 
dan ada mujahid yang cuma pengakuan.), beliau berkata, "...solusinya adalah 
mengangkat pimpinan (qiyadah) yang kuat dan dapat dipercaya yang 
menegakkan Al-Qur'an diantara kita dan benar-benar mengangkat bendera 
jihad." —benar-benar melakukan amaliayat & Irhab— 

Lihatlah Ashabu Tholut dengan 300-an pasukan yang benar jihadnya, sukses 
melawan pasukan Jalut. Lihatlah Ashabu Badr, jumlahnya 300-an mujahid 
dengan cemerlang, menang melawan 1000-an kafir Quraiys. Tengoklah 
Syaikh Abu Mus'ab Al-Zarqowi dengan 17 mujahid saja merintis jihad di Iraq, 
dan Allah berkenan menghadiahi mereka Daulah Islam Iraq. Tengoklah 
berapa puluh pasukan thaliban, dengan gagah berani, merintis daulah Islam 
Afghanistan. Dan tengoklah Sheikh Abdurrazaq Janjalani dengan kurang dari 
10 orang mujahid cukup untuk merintis Abu Sayyaf Group (ASG) yang 
sangat disegani di Asia Tenggara, dan kini jumlah mereka tidak kurang dari 
300-an mujahid. 

Mereka tidak banyak!!!! Mereka tidak harus kaya-kaya!!! Mereka tidak harus 
Ustadz-ustadz!!! Mereka bukan lulusan Lc, MA, Dr, atau Professor!!! Mereka 



41 



tidak harus lulus Cadet (akademi militer) semua!!! Mereka tidak harus lulus 
I'dad ini dan itu!!! Tetapi mereka terdiri dari para pemuda yang jujur!!! Para 
pemuda yang tidak banyak bicara!!! Para pemuda yang peduli (open, jw.) 
terhadap kehinaan yang menimpa umatnya!!! Para pemuda yang belum 
banyak berilmu, tetapi berani & yakin dengan kebenaran kemudian 
melakukan amal. Hingga Allah memenangkan mereka. ... Beramal sedikit 
mendapatkan banyak!! 

Ingatlah sabda Rasulullah : 

[Jjli 12 °^J » : jti ?£JiJ j| JJjtil t <lii jj^j ^ :l]^ '^^W J^ l&O... 

j^-ij i*^A^ u-ac- » ; - aljuoj 4_iic Jh\ ^u^i - (Jlaa cjjaa < Jj'l9 1j t^Iluli t « 

« 



"Seorang laki-laki yang membawa besi (pedang) dipundaknya berkata, "Ya 
Rasulullah, Apakah aku berperang atau masuk Islam (dulu)," Bersabda 
Rasulullah, "Masuk Islam kemudian berperang." Kemudian laki-laki itu 
masuk Islam, kemudian berperang, kemudian terbunuh (syahid). Maka 
Rasulullah bersabda (mengomentari laki-laki itu), "(Laki-laki ini) beramal 
sedikit, mendapat pahala banyak." (Diriwayatkan oleh Bukhary dan Muslim 
dari Jabir bin Abdullah, lihat Syarah Ibnu Bathol, 9/29). 

Hadits inilah yang diamalkan oleh banyak mujahid di berbagai belahan bumi, 
mereka sedikit jumlahnya, mereka bukah sebuah jama'ah -min ba'dil 
muslimin— yang besar, mereka sedikit ilmu, anggotanya kebanyakan orang- 
orang kampung biasa, tidak banyak memiliki harta, tidak ada yang bergelar 
Lc, MA atau Professor, tetapi mereka yakin dengan perintah jihad .... Mereka 
yakin dengan pertolongan Allah ... ,mereka mukmin yang amal-amal mereka 
lebih menonjol dari pada teori-teori... Allah menjadikan mereka icon jihad, 
irhabiyun, pejuang sejati, mujahid sejati, kesatria pilih tanding, .... 

Keberanian mereka -wallau alam- menyamai para sahabat dan para tabi'in.... 
betapa tidak, mereka sangat-sangat pemberani ....mereka menjual diri di 
hadapan Allah dengan murah untuk mendapatkan laba yang sangat mahal, 
yaitu Jannah-Nya. 



42 



Jadi, wahai para pemimpin jihad!! Wahai para amir jama'ah jihad!! Wahai 

para komandan jihad!! Wahai pemimpin tanzim ini dan itu !!! Jangan 

menunggu besarnya pasukan, jangan kalian menunggu anggota kalian 
berjumlah 12.000 orang, baru kalian akan melakukan amaliyat, ightiyalat dan 
berperang. Jangan menunggu daerah mahjar, kalian akan memulai perang. 
Karena sesungguhnya daerah mahjar di dapat dengan darah dan tulang 
belulang. Bukan dengan loby-loby, bukan dengan segepok tanda tangan, 
bukan dengan merger-nya jama'ah-jama'ah dawiyyah, bukan dengan sekadar 

menengadahkan tangan, jangan salah dan jangan pernah berhkir, tidak 

ada mahjar semodel itu, .... jauh panggang dari api. Karena itu kerjakan apa 
yang kita mampu sekarang!! 

Ingat wahai para pemimpin jihad!!! Allah telah bernrman : 

jjjii^ii ^ 

"Orang-orang yang meyakini bahwa mereka akan menemui Allah, berkata: 
"Berapa banyak terjadi golongan yang sedikit dapat mengalahkan golongan 
yang banyak dengan izin Allah. Dan Allah beserta orang-orang yang 
sabar."(QS. Al-Baqarah 249) 

Asy-Syaikh Abu Abdillah berkata, "Dan umat ini juga dijanjikan kemenangan 
atas orang-orang Yahudi, sebagaimana sabda Rosululloh shollallohu 'alai wa 
sallam:"Hari kiamat tidak akan terjadi sehingga kaum muslimin memerangi 
orang-orang yahudi, lalu kaum musliminpun membunuh mereka, sampai- 
sampai ada seorang yahudi yang bersembunyi dibalik batu dan pohon, lalu 
batu atau pohon itu berkata: 'wahai orang Islam, wahai hamba Alloh ini orang 
yahudi dibelakangku, kemarilah bunuhlah dia!. Kecuali pohon ghorqod, 
sesungguhnya ghorqod itu pohon orang-orang yahudi." (HR. Muslim) 

Maka di dalam hadits ini juga terdapat peringatan bahwasanya pertarungan 
yang menentukan dengan musuh itu, terjadi dengan cara pembunuhan dan 
peperangan, bukan dengan cara membuang-buang kekuatan umat selama 
PULUHAN TAHUN, 

Ikhwan, ... rohimani, wa rhimakumullah!!!! .... Apakah kalian merasa tidak 
tersia-sia selama puluhan tahun menjadi "karyawan" !! .... tidakkah kalian 



43 



merasa bosan???? Apalagi rambut-rambut kalian sudah mulai memutih & 
beruban!!! ... tenaga mulai berkurang dan otot-otot mulai kendur lemah tak 
bisa mengangkat beban. ...Namun kenyataannya kalian tetap diorder 
menunggu, menunggu, dan menunggu, tentu oleh direktur & staff 
perusahaan!!.... Kalian dijanjikan berbagai hal yang masih berupa dhon!!! Dan 
persangkaan yang belum teruji!!!??? .... Nanti kalau kita sudah berjumlah 
12.000. karyawan!!, maka perusahaan bisa go public memenangkan 
persaingan ... bernkirlah ikhwan!!!! Merenunglah!!! Siapa yang "salah langkah 
sebenarnya????" 

13. Masih punya malukah kita????, 

Malu sekali diri ini rasanya !!! 

kemana muka ini akan menghadap, kemana lagi harapan itu akan 

tertumpu, jika yang membakar (tahridh) semangat jihad kian sedikit yang 

mencuat.... Para ustad banyak yang 'sukut' dari pembahasan jihad bahkan 
banyak yang takut membahasnya karena takut ini dan itu -illa man 
rahimarobbuk- Malu alang kepalang diri ini rasanya, .... Karena sampai- 
sampai para wanita ikut membakar semangat jihad para kesatria yang 
mengaku berbendera la ilahaillallah!!!, .... yang entah lagi sibuk melakukan 
apa mereka!!! Duduk-duduk di beranda rumah, takut kena debu, takut tidak 
makan siang, takut biaya sekolah anak, takut tidak bisa naik haji, takut tidak 
kebeli 'tongkrongan' CRV dan .... takut ini dan itu 

Duhai malunya diri ini, ketika ada seorang wanita berkata, " ....Ketika tiga 

mujahid tanpa senjata dengan ijin-Nya menyambut peluru-peluru dengan 
dada terbuka. Allahu Akhbar!!!! Mujahid dalam lemah ada izzah! Tetapi 
orang-orang dholim hamba dunia dan dirham (uang), senantiasa berbalut 
ketakutan!!! Wahai orang-orang yang mengkhawatirkan mujahid, kemana 
perginya Kitabut Tauhid bab Nawaqidul Iman? Musuh sudah siaga dalam 
segenap penjuru sedang kita asyik dengan buku! .... (Sekuntum Rosela, Imam 
Samudra, hal. 38). 

Ini tahridh ....! Ini bukan kata-kata biasa!!! Ini kata-kata hasil gambaran nyata 
yang tidak akan berdusta, penuh hikmah yang mewakili keterpasungan 
mujahid dari belenggu dunia dan jubn (ketakutan & pengecut). Bukan dari 
seorang ustad, bukan dari seorang kesatria jenggotan yang asyik duduk di 
kantor-kantor ber AC, bukan dari para pejuang yang mengatakan, "kuntu ana 



44 



hakadza!! Kuntu ana hakadza!!! Wa hakadza! " lalu sekarang asyik dengan 

dunia yang khawatir meninggalkannya. Ucapan ini berasal dari seorang 
wanita, seorang muslimah!!! .... Duh malunya diri, malu sekali rasanya. 

Lalu siapa yang akan menyambut seruan ini! .... 

Kalau banyak mujahid yang enggan meninggalkan kesibukan dunianya!! 

Siapa yang akan menyambut seruan ini! ... 

Kalau banyak mujahid hanya duduk-duduk di halaqoh 10 sampai 15 tahun!! 

Siapa yang akan menyambut seruan ini! ... 

Kalau banyak mujahid yang terjebak dengan fikroh jihad 'lokal' dan 
terbelenggu dengan "pedoman perjuangan" hasil pemikiran beberapa orang 
yang belum terbukti jihadnya!! 

Siapa yang akan menyambut seruan ini! ... 

Kalau yang belum berperang, suka mencela & menyalahkan orang yang telah 

berperang!! aneh!!! 

Siapa yang akan menyambut seruan ini! ... 

Kalau yang sudah syahid saja, dicela "mereka mujahid tapi salah langkah". 

Siapa yang akan menyambut seruan ini! ... 

Ketika darah telah tertumpah, kamar-kamar penyiksaan penuh dengan 
mujahid yang terluka, penjara kufar penuh dengan ribuan mujahid, tanah- 
tanah kaum muslimin terampas dengan sadis, para muslimah terampas 
kehormatannya .... 

Masihkah kita akan menunggu??? .... Atau tidak ada dua kesempatan yang 
terulang. Masihkah kita akan terdiam??? .... Atau tidak ada manusia kecuali 
akan beruban. Masihkah kita akan membuang kesempatan??? ... Ketika 
moncong senapan musuh sudah ada di hadapan. 

Duh malunya, .... Pejuang bak macan ompong!!!! Nas-alullah al afiah, tidak ada 
irhab yang dirancang, tidak ada ightiyalat yang di tekuni, tidak ada perang 
yang disongsong!! Duh malunya diri ini ... Aduhai malunya diri ini. 

14. Jangan Perang disini 



45 



LgjJajCj (_pajVI Ujb ^ JjajU Jj£-lj|j (jJJ^jJy^l t— al^lujl <jl IjaIcIj 

JUj ^Ill Jl dibjail JjJaalj C_iIj^Ij]| ^krJ ^ 

Mia. \zttakuiiak bakwa mtv^adi\zavi oYa^-oYa^ Amtri\za daw yakudL sebogaL target 

penA.biuiA.u.kaiA. dl seLuruk muteci IouhaI Lia.L nieri-rpciteciiA, teewajLbciiA, wciiA.g paLLiA.g ao,uvu?, dciiA, 

Lbndnh teepada ALLnh ta'aLfl yniA.g p«LLiA,g utama. 

(t-Aauiawa usamak bLiA. LadLiA,, i£> ftbruari ziD03>) 

Wahai fulan ....!!! Jangan kalian berjihad disini, di Indonesia. Jangan kalian 
amaliat disini, kalian telah melakukan kesalahan. Negeri kita ini bukan 
tempat amaliat dan perang, wahai kalian yang isti'jal!!! kalian telah melakukan 
kesalahan, jihad kalian salah, jihad kalian salah langkah, jihad kalian asal- 

asalan (awur-awuran, jw.) Amaliyat itu di medan jihad di sana tuh!!! di 

Afghanistan, Iraq, Palestina, Somalia, Moro dll. 

Lihatlah ikhwan ini adalah perkataan orang yang tidak mengetahui siapa 

musuh dan siapa kawan secara hakekatnya. Bagaimana orang yang 
berpahaman seperti ini akan berjihad!!! Akan berperang dan akan melakukan 
amaliyat?? 

Ingatlah ikhwan, jika kita bingung sesungguhnya dimana kita akan amaliyat??? 
Di mana kita berperang??? Dimana kita melakukan operasi-operasi jihad??? 
Dimana kita melakukan ightiyalat??? Pahamilah perkataan Syaikh Al-mujahid 
Abu Mus'ab Az-Zarqowy rahimahullah. "Perang itu terjadi di tempat adanya 
musuh". (A Yanquhu Ad-Dinu wa Ana Hayyun, Syaikh Abu Muas'ab, Mtj.) 

Renungkanlah....pahamilah hal ini pahami hal ini yang ikhwan dengan 

baik!!! 

Pahami perkataan orang yang telah syahid -kama nasabuhu— ini 

Karena itu kita harus memahami siapa musuh kita sesungguhnya, 
karakternya, sifat-sifatnya, taktik-taktiknya, sepak terjang mereka dan 
propaganda-propagandanya. Bahkan lokasi musuh berada, kita harus 
memahaminya dengan gambalang!!! Dan penyandang sebutan musuh adalah 
mereka dari kalangan yahudi, nasrani, murtadin dan munafiqin. 

Bukankah kalian tahu dan merasakan ...., bahwa musuh kalian ada di dekat 

kalian , bukankah kalian merasakan musuh kalian sangat dekat!!!! Disitulah 

kalian lakukan irhab, ightiyalat dan amaliyat!! 



46 



Jika kalian masih sangksi, renungkanlah siapa yang telah memberangus dan 
membantai ratusan mujahid pimpinan imam al-mujahid kartosuwiryo??? Yang 
membantai para mujahid dan anak-anak mereka di talangsari lampung???? 
Siapa yang telah membantai mujahid-mujahid di tanjung priuk yang syahid 
ratusan orang???? Siapa yang membantai kaum muslimin di Ambon, Poso, 
sampit, Aceh???? Siapa yang telah membunuh saudara-saudara kita di kamar- 
kamar penyidik, di sel-sel penjara dan di arena-arena tiang gantungan dan 
regu tembak??? Dan siapa (orang dan lembaga) yang telah membunuh Asy- 
syaikh Al-Mujahid Ali Gufron (Ust. Mukhlas) Rahimahullah, imam Samudra, 
dan Amrozi???? Masihkah kalian tidak tahu musuh kalian????? 

Dimana letak permusuhan dan kebencian kalian terhadap musuh-musuh 
kalian??? Bukankah kita harus memerangi mereka, memenggal leher-leher 
mereka, mengintai dan mengepung mereka, dan menumpahkan darah 
mereka sebagaimana mereka telah menumpahkan darah-darah suci para 
mujahid dan keluarganya yang berjihad di jalan-Nya!!! 

Permusuhan ini adalah permusuhan abadi (untuk selama-lamanya) 

permusuhan antara ahlul haq dan ahlul batil permusuhan auliaullah dan 

auliausyaithon Allah ta'ala berfirman : 

ojljjul aiSjJJj Ijjjj IjJj a£j U^ja^ 4j]| <jjJ (j>a (jjJJaJ Laaj ~^ U c-I^J IjI 

ej^j AjjIj Ijiajj ^gJ^ I JJi p\ l <axj31j 

....Sesungguhnya kami berlepas diri daripada kamu dari daripada apa yang 
kamu sembah selain Allah, kami ingkari (kekafiran)mu dan telah nyata antara 
kami dan kamu permusuhan dan kebencian buat selama-lamanya sampai 
kamu beriman kepada Allah saja...." (QS. Mumtahanah 4) 

15. Membatasi & memasung khud'ah (siasat)....tanpa sadar!!! 

Ikhwan sekalian, ingatlah ketika pasukan badar melawan pasukan Qurays, 
Rasul dan para sahabat mengunakan berbagai taktik yang tidak disangka- 
sangka pasukan musuh. Hubaib bin Mundzir salah seorang sahabat yang kala 
itu berusia 33 tahun memberikan pendapat dan diterima oleh Rasulullah. 



47 



Pada peristiwa perang Badr, Rasulullah dan pasukannya berjalan mendahului 
pasukan Qurays menguasai area badr. Saat sampai di dekat mata air Badr, 
Rasulullah turun dan memberi isyarat untuk bermarkas disana. Namun 
kemudian seorang sahabat muda Hubaih bin Mundzir bertanya : "Wahai 
Rasulullah, apakah lokasi ini telah ditentukan Allah untukmu dimana kita 
tidak berhak melanggarnya atau meninggalkannya, apakah ini hanya 
pendapat, taktik perang, atau tipu daya belaka? Rasulullah menjawab : 
"Tidak, ini hanya soal perang!! Pendapat dan tipu daya saja (bukan dari 
wahyu)." Maka berkata Hubaib, "Wahai Rasulullah!! (tempat) Ini bukanlah 
lokasi yang strategis (untuk berperang), pindahlah hingga engkau bisa 
menjadikan seluruh sumur mata air itu berada di belakangmu dan kemudian 
keringkan seluruh sumur (7 sumur) hingga tersisa satu saja. Lalu kita 
memerangi musuh, kemudian kita bisa minum sedangkan mereka tidak, 
hingga Allah memutuskan perkara antara kita dengan mereka." Maka 
Rasulullah berkata : "Engkau telah memberikan pendapat." Kemudian 
Rasulullah mengambil pendapat Hubaib bin Mundzir tersebut hingga Allah 
memenagkan pasukan badar. 

Demikian pula ketika para sahabat menghadapi pasukan ahzab, mereka juga 
menerapkan taktik yang brilian yang tidak terduga pasukan gabungan Qurays, 
sehingga Allah memenangkan kaum muslimin. Dan masih banyak sekali 
kisah pada masa sahabat, betapa khud'ah sangat berkembang dan berubah- 
ubah memenuhi tuntutan strategi perang untuk sebuah kemenangan. 

Namun kita lihat, apakah kita juga bisa melakukan hal itu, seperti para 

sahabat dalam memerangi musuh-musuh mereka? rasanya masih sangat 

jauh. Kita terlalu menunggu, terlalu banyak menimbang-nimbang, dan terlalu 
banyak analisa, hingga pada akhirnya justru manhaj jama'ah membatasi 
khud'ah yang seharusnya dinamis berkembang, pleksibel dan tepat sasaran. 

Ibnu Nuhas telah menyampaikan banyak pendapat ulama bahwa jihad itu 
minimal setahun sekali, jihad dalam arti perang. Ini pada saat kondisi di 
bawah kekhalifahan atau saat jihad fardhu kifayah. Lalu bagaimana dengan 
saat sekarang yang hukum jihad telah menjadi fardhu ain!!!! Apakah kita 
masih punya alasan untuk berpangku tangan!! Menjadi qoidun tanpa sadar!!! 
Kalau jumlah qoidun ini banyak dan mayoritas di sebuah jama'ah jihad, apa 
yang akan terjadi & musibah apa yang akan menimpa??? Meski -kenyataanya- 



48 



kadang thoriqoh jama'ah itu sendiri yang menyebabkan anggotanya menjadi 
qoidun-qoidun yang membentuk halaqoh-halaqoh!!! 

Aneh bin ajaib!!! Masih juga banyak hal yang menyibukkan, terkepung dhon- 
dhon dan dugaan-dugaan tanpa dalil dan pengalaman, namun intinya 
menunda-nunda jihad dan amaliyat. Ini sebuah kesalahan fatal, fatal dan 

fatal sekali Dimana toriqoh dan manhaj jama'ah justru "membelenggu" 

khud'ah yang seharusnya dimanis dalam sebuah jama'ah jihad. Jadi jama'ah 
jihad itu harus dinamis khud'ahnya untuk menghadapi dinamisnya khud'ah 
musuh, jika tidak, atau malah statis dengan "metode jihad lokalnya" maka 
yang terjadi akan terjadi kekerdilan jalan, buntunya pikiran, dan ~- 
naudzubillah— akan senantiasa— menjadi bulan-bulanan musuh yang semakin 
berpengalaman. 

Ingatlah ikhwan mujahid yang mulai minggir dari arena pertempuran, 

ketika semakin minggir semakin besar pula ketakutan dan pengecutnya 
menghadapi musuh — Allahumma inniy audzubika minal jubn— . 

Jaga jarak jangan sampai kita jauh dari area pertempuran baik musuh yang 
dekat maupun musuh yang jauh. Jaga jarak jangan sampai hidupnya 
mujahidin itu sepi dari persiapan dan mengamalkan irhab (menterror) 
musuh, ightiyalat dan aktif memerangi mereka. Ikhwan!!! dekatilah arena 
pertempuran, insyaalah kalian akan dapatkan kebahagiaan dan sebaik-baik 
kehidupan. Ikhwan!!!! Masuklah kancah amaliyat, niscaya kalian akan 
memiliki sebaik-baik hati, selembut-lembut ruhama, semanis-manis 
kehidupan, dan sebaik-baik kehidupan yang menghilangkan gundah dan 
kesedihan. Dan kejarlah hidup di bawah desingan peluru dan dahsyatnya 
ledakan bom, niscaya kalian akan menjadi kesatria yang dinanti-nanti para 
janda dan yatim mujahid!! 

Rasulullah — shallallahu alaihi <wa sallam~ bersabda : 

'' >•« A\\ Jjjuoj (Jla jla 4_ic A\\ ^_j__sj t *<■*!' ^-.u ^jj| 6_iuc jc 4_aLa) ^j) jc 

Ji\\ v Jj>-U 3 *?• 11 ^J^ j-« <—^J Ajli Ji\\ Jjj i " <__£ jl^aJU ^SjIc -_L hj a jIc Ai\ 

-_£_) J -_*_) Aj 



49 



Dari Abu Amamah, dari Ubadah bin Shomit radiyallahu anhu berkata, telah 
bersabda Rasulullah -shallallahu alaihi wa sallam- "Hendaklah kalian berjihad 
di jalan Allah, karena jihad adalah salah satu pintu jannah (syurga) yang 
dengannya Allah menghilangkan duka nestapa dan kesedihan." (Sunan Al- 
baihaqyAl-Kubro, 9/20.) 

Dengan jihad, tujuan-tujuan din terjaga dan kehormatan-kehormatan 
terlindungi, sebagaimana di khabarkan Allah ta'ala dalam firman-Nya : 

(jljUjllj fliiililj £jLk.j]| qa 0&* ' *-*'""' "j 4JLH lW^ C5^ CJJ-^- 3 - 1 ^ r^ ^J 
ulj (iljJ^ °qa U3 cJ*Vj ^^Al «4^^ ^jjall *'?& cj^ ^Vj^-' ^J OJ^jh C)i$ 
I jjj^aj l*LaI j>» ul Jaji.lj 

Artinya : "Mengapa kamu tidak mau berperang di jalan Allah dan (membela) 
orang-orang yang lemah baik laki-laki, wanita-wanita maupun anak-anak yang 
semuanya berdoa: "Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami dari negeri ini 
(Mekah) yang zalim penduduknya dan berilah kami pelindung dari sisi 
Engkau, dan berilah kami penolong dari sisi Engkau!." (QS. An-Nisa' 75) 

Allah ta'ala juga berfirman : 

^jixl\jtA\ jc ^^Jju 4-AjI jl ^;" 8 * 1 ] ^A^kj Uuli ^Alk. j-oj 

Artinya : "Dan barangsiapa yang berjihad, maka sesungguhnya jihadnya itu 
adalah untuk dirinya sendiri. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kaya 
(tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam." (QS. Al-Ankabut 6) 

Maknanya, kebaikan yang akan terjadi dari ibadah jihad kembalinya adalah 
kepada diri kita sendiri, jika kita berjihad di jalan Allah. Allah ta'ala tidak 
membutuhkan kita dan jihad kita. Jihad juga salah satu pintu penyaringan 
untuk mengetahui mana orang yang beriman yang benar-benar bertauhid dan 
mana orang munafik yang berpura-pura beriman, yang biasanya suka 
mengaku-aku sesuatu yang tidak diberikan kepadanya dan suka dipuji dengan 
perbuatan yang tidak dilakukannya. 



50 



Ikhwan ...., Hendaklah kalian benar-benar menganggkat panji-panji jihad 
(perang) dengan benar, ingatlah hidup dalam jihad adalah sebaik-baik hidup 
dan semanis-manis aktivitas. 

Dan inggat!!! Jangan ada yang bernkir musuh itu menjauhi kita, lalai, dan 
meremehkan mujahid, bahkan yang terjadi justru mereka 'merangsek' posisi- 
posisi kita di manapun kita berada, hingga tidak ada sejengkal bumi kecuali di 
penuhi tentara-tentara musuh — laknatullah alaihim— . Karena itu intai & 
burulah musuh-musuh kalian sampai tempat tidur mereka, lalu penggallah 
leher-leher mereka, sehingga ketakutan merambat relung-relung hati mereka. 

Ikhwan, janganlah jama'ah jihad atau sebuah tandzim itu malah menghalangi, 
membatasi dan meniadakan amaliyat yang sangat dihajatkan hari ini. 

Penundaan ini meniadakan maslahat yang didapat, penyegeraan amaliyat 

mengumpulkan berbagai kebaikan dan barokah. Hal ini sangat sederhana 
bagi orang-orang yang berakal, maka berfikir dan merenunglah wahai ahli-ahli 
jama'ah!! 

16. Berikan kepada yang berhak 

\ - xjfll qa i£j*-£ ^ J (j^Lr 3 ^ ^, .1 ... '»*"' Q " LP^W (j^ r" L>° 

BdrdiA,gslnpn btlum ua\zivi dtviOjavijaiavi^tmviOj, Y\tv.da\zv.ua mtw^trs>iiaY\\zaw orawc?) laiiA 

davi\avic>favi Knei/tgecoh orav^o, uaviq ttiah mtuakiwiiwiua . 

(hAauiawa iAsam.ah but LadiiA, ±4Ja<A,uari 200J) 

Menjadi amir, menjadi pemimpin jihad, atau menjadi komandan perang 
bukan jabatan yang diminta. Bukanlah menjadi sesuatu yang menipu sekian 
banyak orang, tetapi ia harus dijabat oleh orang-orang yang berhak. 

Lalu siapa yang berhak? Sejenak kita bertanya kepada 

Syaikh Al-Mujahid Usamah bin Ladin, Beliau bertutur, " angkatlah untuk 

menjadi komandan (amir) kalian orang yang menegakkan kitabullah diantara 
kalian dan benar-benar mengangkat bendera jihad (bendera 
perang/amaliyat)." (Taujihat manhajiyah Vol 3. Syaikh Usamah). 

Yang berhak adalah mereka yang benar-benar alim dan mengamalkan 
kitabullah, ini syarat pertama dan mutlak. Kitab ini benar-benar di amalkan 
oleh anggotanya, dan menjadi ciri paling unik sebagaimana generasi awal 



51 



sahabat. Anggota jama'ah yang hatinya bersih, akhlaknya baik, pemaaf, tidak 
su'udhon sesama mereka, mau memberi nasehat, mau dinasehati, menghargai 
pengorbanan ikhwannya, menghormati dan peduli terhadap keluarga 
mujahid, tidak mencari-cari kesalahan ikhwannya, tidak menghibainya, tidak 
mencelanya, tidak mencemarkan kehormatannya, tidak saling memusuhi, 
tidak saling memata-matai dan menyelidiki, dan mereka benar-benar mirip 
karakter dan sifat para sahabat Radiyallahu anhum!! 

Kemudain syarat kedua adalah komandan atau amir yang benar-benar 
mengangkat bendera jihad. Pemimpin tipe ini yang berhak menjadi amir 

sebuah tandzim jihadi hari ini !!!!! Jika tidak, maka mundur lebih 

ringan baginya dihadapan Allah dari pada ia memakai baju yang tidak berhak 
untuk dirinya. Jika ia memaksakan diri berarti ia telah memakai baju palsu 
yang akan menghancurkan dirinya dan tandzimnya. 

Ia mestinya di jabat oleh orang-orang yang telah mengalami pahit getirnya 
merintis jihad dan merasakan panasnya api ibtila', merasakan hidup di bawah 
desingan peluru, dahsyatnya siksaan di meja-meja penyidik, beratnya hidup di 
balik terali besi, dan dahsyatnya fitnah kawan sendiri 

Tidak layak!!!! Tidak layak!!!! Sama sekali tidak layak menjadi amir 

jama'ah jihad, orang yang tidak memiliki perhatian serius untuk memukul 

musuh dan benar-benar mengangkat bendera perang, memberi pelajaran 

dahsyat atas perlakuan mereka, thogut dan perangkatnya yang selalu 
mengejar, menangkap, menyiksa, menyekap, memenjara dan membunuh para 
mujahidin. 

Tidak layak!!!! Tidak layak !!! Sama sekali tidak layak menjadi amir 

jama'ah jihad, orang yang tidak segera mengirim paling tidak satu orang 
untuk memenggal leher-leher aimatul kufr yang selalu menimpakan bencana 
dan malapetaka atas kaum muslimin. 

Tidak layak!!!! Tidak layak !!! Sama sekali tidak layak menjadi amir 

jama'ah jihad, orang yang selalu menunda-nunda amaliyat tanpa adanya dalil 
syari, ....orang yang menunda-nunda amaliyat berdasarkan dhon-dhon 'pikiran 
sipil' yang banyak pertimbangan yang sejatinya adalah orang yang lemah & 
orang yang selalu berselimut ketakutan. 



52 



Tidak layak!!!! Tidak layak !!! Sama sekali tidak layak menjadi amir 

jama'ah jihad, orang yang tidak akrab dengan mesiu, pistol, granade, bom 

dan peralatan tempur lainnya lebih parah lagi orang tersebut malah 

menjauhi sesuatu yang seharusnya ia miliki dan bawa kemana pergi. 

Tidak layak!!!! Tidak layak !!! Sama sekali tidak layak menjadi amir 

jama'ah jihad, orang yang kurang berani, tidak tegas, tidak cepat tanggap 
merespon pukulan-pukulan musuh, azam yang lemah dan terlalu banyak 
pertimbangan dan analisa. Padahal sebagaimana Imam Mujahid Ibnu Nuhas 
jelaskan bahwa kefahaman tentang hakekat jihad atau peperangan/ 
pertempuran antara alhu haq dan batil akan melahirkan azem yang 
kuat/dahsyat, dan azem yang kuat/dahsyat inilah yang melahirkan saja'ah 
atau keberanian yang tinggi dalam berbagai kancah pertempuran atau 

perseteruan dengan musuh Jika ini tidak dimiliki oleh amir 

jama'ah, maka —wallahu alam-~ mundur lebih baik, itu lebih ringan di 
hadapan Allah. Karena menyia-nyiakan potensi anggota jama'ah sangat berat 
tanggung jawabnya disisi Allah ta'ala 

Tidak layak!!!! Tidak layak !!! Sama sekali tidak layak menjadi amir 

jama'ah jihad, orang yang tidak mau diberi masukan, nasehat, kritikan 

untuk perbaikan, orang yang tidak memperhatikan pengorbanan, 

kesetiaan anggota-anggotanya selama berpuluh tahun berjihad, Orang 

yang tidak bisa mencontohkan tsiqoh mutabadillah, 

Wal hasil, amir jama'ah perlu banyak belajar dari apa yang telah diperbuat 
untuknya dan jama'ahnya. Hingga ia akan disebut layak, bukan sekedar 
bemper, bukan sekedar "terpaksa" menyambut estafet kepemimpinan padahal 
sebenarnya tidak layak untuk dirinya nasaluallah al-afiah. 

17. Bukan tapi halaqoh Ghibah!!! 

Ghibah adalah menyebutkan sesuatu dari saudara kita yang tidak dia sukai. 
Ghibah mencakup masalah din, dunia, akhlaq, jasad, -aktihtas jihad-, dll. 
(lihat Kitab Al-Adzkar, Imam Nawawi dalam Bab Ghibah). 

Tetapi yang paling dahsyat adalah ghibah yang dilakukan oleh -calon- 

mujahid terhadap mujahid lainnya ini sangat dahsyat dan berbahaya, 

perbuatan ini menyebabkan perpecahan, kelemahan, menanam kebencian 



53 



dan menuai permusuhan, memupuk keraguan dan mengikis tsiqoh 
mutabadillah, membunuh karakter mujahid dan mengkerdilkannya, 
memporak-porandakan barisan mujahidin dan memecah-belahnya, 
menyuburkan fitnah yang seharusnya dikikis, membuat sekat bukan perekat, 
menggoncangkan eksistensi sebuah jama'ah jihad secara keseluruhan untuk 
tegar menghadapi musuh. 

Acapkali sebuah halaqoh ikhwan dikotori oleh murobbinya sendiri, .... 

dengan perkataan-perkataan ghibah terhadap saudaranya, bahkan lebih 

parah yang dighibahi adalah orang-orang yang telah bersusah payah hidup di 
medan jihad bertahun-tahun (medan Masyaqqoh) melakukan I'dad, 
berperang dan Allah ta'ala takdirkan ia merasakan panasnya ibtila' di penjara- 
penjara thogut!!!....dikorek-korek kekurangannya, dicari-cari kelemahannya, 
bahkan dibahas aib-aibnya setiap pertemuan dengan para anggota-anggota 

halaqoh ia sebenarnya meggibah, tetapi ia (sang murobbi yang belum 

pernah menembakkan sebutir pelurupun) mengatakan, "Kita mengambil 

ibroh dari kesalahan dia , kita mengambil pelajaran dari kekurangan dia 

, kita mengambil kehati-hatian dari peristiwa itu , supaya kita tidak 

seperti dia , dll. Tapi Hakekatnya ia telah menghibah menghibah dan 

menghibah !!!!!! makan daging saudaranya, apakah ia tidak merasa jijik!!! 

Hati-hati dengan daging saudara kita ya ikhwan!!!!!!!apalagi daging orang yang 
telah mati!!! Allah Ta'ala berhrman : 

Uj IjjoilitaJ Uj i*jj (j^ail CH 3 *-^ u! ilr^ (j^ 'j^ ^ J. 1 *"'? ^ \j^\ C)i$ 4bi' 4 
4j1\ \j±i\j ajAJA^j^a IIlo 4j^.i aJiJ U-^J (j' a£jA) t ; iaul bJaau -^ <■ <a* j t ■ uau 

aJ^.j i-i) jj AAl) q\ 

"Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka 
(kecurigaan), karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. Dan janganlah 
mencari-cari keburukan orang dan janganlah Mengghibah (menggunjing) satu 
sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging 
saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. 
Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat 
lagi Maha Penyayang." (QS. Al-Hujrot 12) 

Mending (tidak begitu parah) jika dilakukan sekali saja. Tetapi yang 



54 



terjadi berkali-kali, dan telah menjadi kebiasaan sebuah halaqoh yang 
seharusnya serius membahas jihad dan amaliayat yang fardhu ain, tetapi 

malah senantiasa menghibahi saudaranya Duhai!!!!! Jama'ah jihad apa ini 

jika para murabbinya tipenya seperti itu, padahal dirumahnya banyak sekali 

tumpukan kitab Kitab-Kitab Imam Ibnu Taimiyyah, Kitab-Kitab Imam 

Ibnu Qoyyim, Kitab-Kitab Syaikh Abdullah Azzam dan kitab-Kitab imam- 

Imam Mujahid lainnya, padahal ia lulusan ma'had ini dan itu!!! 

bukankah fenomena ini seperti keledai yang membawa tumpukan kitab di 
punggungnya??? 

Berhkirlah wahai ikhwan!!!!! ternyata sukut (diam) benar-benar 

menjadi pilihan utama ketika ada fitnah atau ada info tentang kekurangan 

atau aib ikhwan, lebih-lebih menghibah para mujahidin yang telah sekian 

lama berjihad, tertangkap musuh, disiksa dan dipenjara 

Ikhwan, betapa berat kesalahan yang dilakukan hatib bin abi balta'ah 

yang hendak menbocorkan rencana Rasulullah menyerang makkah, 

namun demikian Allah Ta'ala mengampuninya lantaran keutamaanya 
mengikuti perang badr!!! Keutamaan dan banyaknya kebaikan yang telah ia 
lakukan berjuang bersama Rasulullah!!! 

Ini sahabat lalu bagaimana dengan mujahidin yang hidup pada masa 

sekarang yang sangat jauh dari masa Rasulullah dan para sahabat, tentu 

sangat banyak kekurangannya dan kealpaanya Tetapi hal ini tidak 

menjadi legitimasi untuk orang-orang yang duduk — apalagi terbukti 
qoidun!!!!~- untuk mengibahi dan mencari-cari kesalahan orang-orang yang 
telah berjihad!!! renungkanlah wahai ikhwan, lalu ambilah pelajaran!!! 

Apalagi seorang murobbi ~-ustadz fulan bin fulan— yang belum pernah 
menembakkan sebutir pelurupun ke hadapan musuh, apakah layak dan 
beradab jika selalu mencari-cari kesalahan para ikhwan yang telah lama 

berjihad di medan jihad, ikhwan yang telah Allah uji dengan dahsyatnya 

penjara-penjara thogut!!! ini murobbi ndak beradab!!!!, ndak tawadhu 

dan tidak paham kekurangan serta aib diri, ilmunya hanya pemanis bibir, 

amalnya jauh panggang dari api... jauh panggang dari api!! 

Jadi setiap mujahid wajib menjaga lisan-lisannya!!! mutlak, lebih-lebih 

terhadap ikhwannya yang telah lama berjihad di jalan Allah, berhati-hatilah!!! 



55 



Jangan kotori lidah-lidah kalian untuk menggunjing, mencari kesalahan dan 
mencela mereka. 

Jauhilah lisan-lisan yang kotor dengan gunjingan, 

karena khawatirlah!!!, jangan-jangan Allah tidak menyampaikan kalian ke 
makom mujahid yang benar-benar berperang dan mendapatkan rizki 
syuhada. 

Khawatirlah!!!!, jangan-jangan Allah hanya mendudukan kalian hanya pada 

makom i'dad-i'dad, dan I'dad saja lalu berhenti karena orang yang 

diangkat ke makom jihad/perang adalah mereka yang memang pilihan!!! 
Terpilih sisi ruhiyahnya maupun jasadiyahnya, jadi, ittaqillah wahai sekalian 
ikhwan!!! 

18. Tandzim dan pedoman perjuangannya 

(mirip) berhala baru yang disembah selain Allah! !!????? 



4-*jjj ClaJ ^lg-ail jc- jjajlllj a£1 a 11 4_jaIAa p jjuoj CjIc-1 aaJl gjA (j^aauj 

eliauj iJh\ jjJ j-« ^H u A ^lc-J^l IjA jL^a (Ji^- tojc-JJi AjsAj^aa 
Jh\ ^u^i <Sjjuoj ^y*\j\j ^Lu ^Ill _>^j' ^C-^-AaJl ftjlS J-^ljl p^-1 JJ AjUac. 

jjJ-ail J^/Ljail jA liliJj aLuoj AjJC 

MiA,sebciglfliA,jn/w.ciflh^jci/w.cinh lsL«HA,!,wah w,tw^>trboltk\zav. w,udaka<A,ak (teonipronil) det^gcitA. 

ftmtrivitaV[ da<A duduk, tidak btrjikad dtwc^aw alasaw ktmaslakataw dakwak, saw^ai-sawj^ai 

alasav. lvd w,tvCjadi btrkala uaviOj distw,bak sdaiiA dari Allok. E>«ia, dtwc^aw alasaw u/upuUi 

y>trivJcak ^ara y>tw,iw,^iv.'jaw,aak niet^ggeserperti/Urcik Allok ta'aLa daw^tnwtak R£su.l-Nwfl 

skaLLaLLku 'aLalkl wasaLLam. v>av. lvd adalak ktstsata<A uaviOj wuata. 

(r-Aaulawa usaw.ak bwt Ladiw, 20 w,artt zzdds) 



Wahai jiwa yang jujur dan hati yang salim apa komentar kalian ketika 

Syaikh Al-Mujahid Marwan Hadid Rahimahullah bertutur, "Kalau memang 
dengan menjaga keselamatan tandzim itu menghalangi kalian untuk berjihad 
(berperang dan beramaliat), lalu apa mngsi tandzim??? .... Apakah kalian akan 
menjadikan -alasan— kemaslahatan tandzim itu sebagai berhala yang 
disembah selain Allah?? (Wasiat Syaikh Al-Mujahid Marwan Hadid 
Rahimahullah). 



56 



Jelas tandzim menjadi sebab yang terbesar yang menjadikan kalian 
terbelenggu, terpasung dan terikat dari berangkat melakukan amaliat atau 
berperang melawan musuh-musuh kalian baik yang dekat maupun yang jauh. 

Sadarlah wahai ikhwan sebenarnya kalian benar-benar terbelenggu oleh 

sebuah tandzim dan peraturannya (pedoman perjuangannya), yang 
hakekatnya megikat kalian dari berperang di jalan Allah. 

Tidak percaya!!!!????? lihatlah diri kalian berapa lama kalian duduk-duduk 

tidak berangkat berperangan di jalan Allah, padahal perang memanggil 

kalian!!! Perang memanggil kalian tetapi apa yang terjadi??? Kalian tidak 

bisa.... kalian terikat dengan kewajiban mentaati "pedoman perjuangan" yang 
bisa jadi berubah atau memang sebenarnya telah berubah menjadi berhala 
yang kalian sembah selain Allah!!! Hingga panggilan jihad harus mengikuti 
pedoman tersebut, .... Mau doa qunut nazilah saja harus menunggu instruksi 
"atasan"!!!!, membela darah-darah dan tulang beluang kaum muslimin mesti 
menunggu intruskai yang berdasarkan pedoman tersebut, bahkan kaum 
muslimin telah di bantai masih juga harus berkonsultasi dengan pedoman 
tersebut!!! Lahaula wala auwata ilabillahllll 

Tahukah kalian siapa yang membuat pedoman tersebut??? Hingga sampai 

disembah dan ditaati selain Allah!! Bahkan dalam kenyataannya lebih 

diutamakan dari pada pandangan dan dalil Syari'i dan penjelasan para ulama 
mujahidun dan ahlu tsugur, yang tentu kapasitasnya lebih baik dari beberapa 
orang yang telah merancang pedoman yang mirip berhala tersebut. 

Kalaulah mereka (para pembuat pedoman tersebut) menelaah lebih dalam 
hakekat jihad yang sebenarnya (yang diusung oleh Syaik Usamah, Abu 
Aiman, Syaikh Abu Mus'ab dll.), maka kami yakin mereka akan 
meninggalkan pedoman tersebut dan mulai sadar untuk bergabung dengan 
para mujahid internasional, atau paling tidak menyelaraskan toriqoh dan 
pedoman perjuangannya dengan jihad mereka.... bukan terkungkung dengan 
metode jihad hasil pemikiran beberapa orang lokal yang kapasitasnya belum 
teruji dalam jihad!!!! 

Jika mereka tetap menjadikan pedoman itu sebagai "berhala" yang disembah, 
maka kasihan sekali dengan nasib tandzim ini, .... kasihan sekali dengan 
pengorbanan yang tulus para anggotanya yang bertahun-tahun setia bernaung 



57 



di bawah tandzim ini, kasihan dan kasihan!!!! malang nian orang-orang yang 

mukhlis dalam tandzim ini -~tandzimku sayang, tandzimku malanglll — 

Padahal jihad, berperang dan amaliat adalah gerbang syuhada, gerbang ibtila' 
penuh berkah, gerbang sekrining (penyaringan) mujahid yang sabar dalam 
jihadnya, gerbang kemenangan dan gerbang impian menjadi mujahid yaitu 
berperang di jalan Allah. 

Maka berperanglah kalian di jalan Allah jangan hiraukan tandzim yang 

"jumud & beku" dengan pedoman dan thoriqohnya sendiri, terkungkung 

dengan hasil pemikiran beberapa tokohnya saja, terborgol dengan pandangan 

seorang atau beberapa ustadznya saja padahal, lihatlah laki-laki yang 

lemah dan para muslimah, anak-anak dan orang tua renta yang menunggu 
jihad kalian, serangan kalian, amaliat kalian, ightiyalat kalian dan peluru- 
peluru yang kalian arahkan ke musuh-musuh kalian dan kaum muslimin. 

Allah ta'al berhrman : 

(jljjjllj fliiili!j (jLk.jil qa ^jj?» > «aluiallj Aiil lW^ tgk CJJ-^- 3 - 1 ^ r^ ^J 
uij l*Jjj3 °ja U3 cJ*Vj ^£&' ?-$A\ 4jj£1! aJiA °qa Ukjkl Ujj (jjIjSJ (jx&\ 

I jjj^aj c^JJ-JJ qa UJ JaaIj 

"Mengapa kamu tidak mau berperang di jalan Allah dan (membela) orang- 
orang yang lemah baik laki-laki, wanita-wanita maupun anak-anak yang 
semuanya berdoa: "Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami dari negeri ini 
(Mekah) yang zalim penduduknya dan berilah kami pelindung dari sisi 
Engkau, dan berilah kami penolong dari sisi Engkau!." (QS. An-Nisa' 75) 

Masihkah kalian mendahulukan dan mengutamakan tandzim dan pedoman 
"kolotnya" daripada mendatangi medan-medan jihad atau merancang dan 
melaksanakan amaliyat!!!??? Bukankah kalian bisa berperang sendiri sesuai 
kemampuan kalian, berperang sendirian, dengan kelompok kecil (sel jihad) 
maupun dengan kelompok yang besar!! 

Jadi berperang itu tidak mesti dengan tandzim yang besar, apalagi yang punya 
aturan mirip berhala yang ditaati secara membabi buta, .... yang tidak taat 
berarti pembangkang dan keluar dari jama'ah!!!...atau yang baru bebas dari 



58 



penjara di katakan cacat & bisa jadi penghianat!!! Apa-apaan ini apa ini 

sesungguhnya tandzim jihadi model apa ini!!!???? 

Allah Ta'ala berhrman : 

gjjft"> I jji^l jl ^y^-P I JJ^^ ^J"^ ^J^ lj-ul (jJ«ul 4bil 4 

Artinya : "Hai orang-orang yang beriman, bersiap siagalah kamu, dan majulah 
(ke medan pertempuran) berkelompok-kelompok, atau majulah bersama- 
sama!"(QS.An-Nisa'71) 

19. Takut, Gentar dan Tidak Berdaya, 

Akibat Tanazu'(Saling berbantah/berselisih) 

Sekuat apapun sebuah jama'ah jihad atau sebuah tandzim jihadi, namun 

jika dalam pengelolaannya selalu diliputi tanaju', berbantah-bantahan dan 
perselisihan yang tidak di kembaikan kepada Al-Qur'an dan sunnah 
Rasulullah, .... maka tamatlah riwayat tandzim tersebut, biqudratillah. 

Karena demikianlah yang terjadi di medan-medan jihad — apalagi selain 
medan jihad-, sebagaimana yang diterangkan Allah dalam Al-Qur'an. Ketika 
sebuah pasukan perang telah tenggelam dalam sikap tanajuk antar 
anggotanya, atau anggota dengan pimpinannya, maka yang melanda pasukan 
tersebut gentar untuk berperang, takut menghadapi musuh, ingin lari 
kebelakang, ketakutan setiap saat, merasa kalah, dan akhirnya hilanglah 
kekuatan yang telah dibina bertahun-tahun bahkan puluhan tahun. 

Allah Ta'ala berhrman : 

«-a 4Jj| (jl IjjJju^alj a£^JJ <»-JAjjj IjluaajA IjC- JUJ Uj AJjjuo jj Aiil Ijajjalj 

jjjjlLall 

"Dan taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya dan janganlah kamu berbantah- 
bantahan, yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan hilang kekuatanmu 
dan bersabarlah. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar." 
(QS. Al-Anfal 46) 



59 



20. Tanda kekalahan : Kehilangan inisiatif/tak punya inisiatif, !! 

Sekitar Akhir bulan Juli atau awal Agustus 2009, seorang tokoh pergerakan 
Islam tampil di sebuah stasiun TV, yang jelas kita (penulis) tidak tahu apa 
motif beliau tampil disana. Memang hak beliau memutuskan tampil atau 
tidak tampil ketika di tawari untuk diwawancarai tentang pengakuan mujahid 
Nurdin M. Top di internet yang mengaku melakukan peledakan di hotel 
Amerika JW marriot & Ritz Carlton, Jakarta. 

Tetapi masalahnya, pernyataan beliau itu kami nilai adalah sebuah kesia-siaan 

& kebodohan,!!!! ya kebodohan yang nyata!!! Yang tidak layak dilakukan 

oleh orang sekapasitas beliau, .... orang yang "laris" melakukan bedah buku - 
menilai— orang yang beramal di mana-mana, .... yang pendapatnya dipakai 
dimana-mana meski -kadang ngalor-ngidul— tidak bisa dijadikan sandaran 
pendapat mujahidin sejati, dan memang sebenarnya pendapat-pendapat 
beliau belum teruji, .... 

Kita simak beberapa peryataan beliau : 

a. Beliau katakan, "Saya tidak setuju dengan perbuatan Nurdin M. Top 

melakukan peledakan dimana-mana di Indonesia. 
b. Beliau katakan, "JI itu jama'ah talim dan dakwah yang tidak 

membenarkan operasi-operasi -jihad- semisal itu (pengeboman- 

pengeboman). 
c. Beliau katakan, "bukan tabiat jihad, apabila sehabis melakukan 

amaliyat mujahidin membuat pernyataan di media (internet). 
d. Beliau katakan, "Biarkan polisi yang akan membuktikannya, apakah 

surat pengakuan itu benar-benar dari Nurdin atau bukan. 
e. Yang paling aneh adalah pernyataan AM. Hendro Priyono -tangannya 

yang berdarah-darah yang telah membantai mujahid talangsari 

Lampung- di tv tersebut, ia katakan : "kita harus berterimakasih 

dengan Ust. Abu Rusydan dan Nasir Abbas, karena mereka kooperatif 

dan banyak membantu polisi. "....???? (wawancara AM hendropriyono 

dengan tv-one diawal Agustus 2009). 

Kita lihat lihat poin-poin di atas semuanya diungkapkan di media publik yang 
akibatnya multi tafsir — sadar nggak ust. Abu rusydan akibat pernyataan- 
pernyataannya ini????~, kalau tafsirnya atau memaknainya mendukung jihad 
mungkin tidak masalah, tetapi masalahnya dengan pernyataan-pernyataan itu 



60 



Hal ini menguatkan stigmasisasi buruk terhadap mujahidin, ....apakah masih 
kurang!!!! penjelasan ulama mujahidin tentang sunnahnya ightiyalat, .... 
pembunuhan aimatul kufr, .... operasi mencari syahid (isytisyhadiyyah) dalam 

rangka menolong din Allah, Dan dibenarkannya jihad seorang diri, 

kelompok kecil atau kelompok besar (jama'ah mimba'dil muslimin), ...Karena 
itu berhati-hatilah wahai ikhwan dalam berbicara dan membuat pernyataan, 
apalagi didengar jutaan manusia (publik) yang multi talenta dan pendidikan, 
.... salah bicara, bisa jadi justru mendukung musuh, ... alih-alih mendapat 
pahala, muka kita bisa di telungkupkan di neraka, .... nauzubullahi!!!! 

Kelompok yang kalah, biasanya selalu kalah inisiatif, .... kenyataanya 
demikian, sehingga muncul ungkapan-ungkapan di atas yang diamnya beliau 
sebenarnya lebih baik, ... ini tanda beliau juga kalah inisiatif !!!!!, dan malah 
didekte oleh musuh, ....malah ikut irama musuh, lihat pernyataan beliau poin 
d., .... jika beliau merasa ungkapannya itu -menurut ilmu dan tajribah beliau- 
benar di tv-one, itu kan pendapat beliau pribadi, .... jadi tahanlah diri jangan 
diungkap di media, .... ini lebih baik. Atau beliau merasa senjata pamungkas 
"pedoman jihad" atau "thoriqoh jama'ah" yang beliau buat itu lebih baik dari 
panggilan jihad — yang hukumnya fardhu ain- yang kerasnya seperti guntur 
yang menggeleghar!!! 

ingat ikhwan ketegasan sayyid Qutb Rahimahullah di hadapan musuh & 

tiang gantungan sangat mempengaruhi dan menguatkan mujahidin di seluruh 
dunia, .... ketegasan Ust. Mukhlas di hadapan thogut dan murtadin di 
Indonesia menjadi cahaya yang menginspirasi kuatnya tekad untuk senantiasa 
melakukan amaliyat sampai Allah memenangkan atau memberi rizki syahid, 
....sehingga benarlah apa yang diungkapkan ust. Mukhlas, "Mati Mukhlas 
satu, akan tumbuh sejuta Mukhlas!!!" 



61 



Ustadz tersebut mengatakan, "bukan tabiat jihad, apabila sehabis melakukan 

amaliyat mujahidin membuat pernyataan di media (internet) " jika kita 

mau jujur dan kita lihat dari kaca mata sengitnya pertempuran antara ahlu 
haq dan batil, ....sengitnya den 88 memusuhi mujahidin, ....sengitnya 
TNI/Polri memusuhi mujahidin, ... bengisnya mereka mencincang jasad-jasad 
mujahidin, ... maka pernyataan ini merupakan kebodohan juga, .... mengapa 
beliau tidak bisa membedakan antara tabiat jihad & khud'ah (siasat) , .... 

Ingat ikhwan khud'ah itu maknanya satu yaitu bersiasat untuk memenangkan 
pertempuran melawan musuh, .... tetapi terjemahannya atau praktiknya di 
lapangan bisa sangat banyak dan beragam!!! ....hasilnya pun akan sangat 
ditentukan oleh kepiawaian mujahid menghadapi khud'ah musuh yang juga 
selalu dinamis & berkembang, ... Jadi jangan bisanya selalu menilai orang 
yang sedang amaliyat dengan beragam masyaqqohnya, dan merasa -menilai 
jalan yang ditempuh dirinya benar— , padahal ia duduk-duduk dari amaliyat!! 
dan menjadi penonton, dan seenak perutnya membuat stigmasisasi. 

Dan kami ingatkan, .... bagi orang-orang yang duduk-duduk dari melakukan 
amaliyat jihadiyah, hendaknya menahan lisannya dari berkomentar miring 
tentang mujahidin —ust. Kondang kah dia, tenar, atau lariuskah dia di 

berbagai bedah buku!!— , diamnya mereka lebih baik dan berpahala 

dibanding berkomentar yang justru tidak bermanfaat dalam menguatkan 
mental mujahidin. Jangan merasa paling benar, padahal yang dilakukan 
hanya duduk-duduk, menjauhi medan-medan amaliyat!!! 

....ingat!!! inggat!!! Ikhwan, Semakin jauh seorang mujahid dari medan tempur 
baik yang dekat atau yang jauh, maka akan semakin menguatkan 
kepengecutannya dan ketakutannya menghadapi musuh 

21. Qishos mereka!!!!! 

Hari ini 08 Agustus 2009, kira-kira pukul 10 pagi (sejak pukul 17 sore hari 
sebelumnya) menjadi hari kelabu yang memalukan sang "singa-singa" yang 
tengah hidup di kandang & padang angan-angan yang selalu terbalut selimut 
ketakutan,...!berjuta mata dipaksa — via tv, yang berposisi bersama pembantai 
(den 88, nasrani, & murtadin lainnya)— menyaksikan pembantaian seorang 
mujahid di Temanggung, jateng ,.... Tak ada perlawanan!!, ....tak ada kawan 
yang menghadang!!!, ....tak ada senjata yang disandang!!!, tak ada kawan yang 



62 



Sulit dipercaya!!!! Bagai mimpi rasanya!!!, .... pembantaian di depan mata, 

, tapi memang sesuatu yang nyata, katanya tanzim -jihad ini~ adalah 

singa-singa, ...., tapi, ternyata hanya pengakuan belaka, atau hanya kumpulan 
domba-domba, yang siap disembelih kapan saja atau ayam-ayam potong yang 

siap dipotong, dicincang, dimasak dan untuk pesta pora mereka hal ini 

terus berulang!!,... berulang!!, ... & berulang!! —lihatlah puluhan kasus 
penangkapan disertai pembantaian— , .... tanpa perlawanan dari ikhwan di 
tempat lain, ...tanpa peduli dan empati dengan juga melakukan balasan- 
balasan, atau melakukan qishos!!!.... padahal .... para ikhwan yang telah 

banyak dikaruniai nikmat Allah, berupa iman, anak, istri, harta, dll 

tak ada rasa cemburukah kita tuk membela dengan amal nyata??? ...tuk 

membela dengan irhab, ightiyalat atau serangan-serangan nyata??? sudah 

hilangkah rasa di dada tuk sekadar membalas perbuatan mereka yang telah 
mencincang mujahidin di depan mata, ...!! dan dilakukan di mana-mana??? 

Muslim membunuh muslim tanpa hak saja harus diqishos!!!!, lalu 

bagaimana orang-orang kafir, murtadin dan munahkin membunuh saudara- 

saudara kita dibiarkan saja beulang-ulang!!!!, ironisnya di depan mata 

jutaan manusia!!!!!! — di depan para karyawan-karyawan perusahaan nasional 
yang katanya bermental singa-singa!!!!! — 

Sulit rasanya kami mengungkapkan dengan kata-kata, sakitnya hati ketika 
menyaksikan episode pembantaian seorang mujahid pilihan Alloh, yang 
dilakukan oleh tentara-tentara pendukung kekanran, pendukung UU positif 
yang rusak & bejat,hasil pemikiran orientalis, penjajah dan para pendosa.... 

pendukung kaum yahudi, nasrani, munahkin dan murtadin di negeri ini, 

sakit hati ini!!!, .... sesak dada ini!!!! .... 

Ikhwan, .... dimana iman kita!! .... dimana loyal kita dengan sesama !!! .... 
dimana ikatan ukhuwah kita!!! .... dimana letak tanggung jawab kita di 

hadapan Allah kelak di akherat!!! kalau episode pembantaian ini terus 

berulang, berulang dan berulang 



63 



Jama'ah kami tidak memerintah amaliyat!!! jama'ah kami belum 

tahapnya!!!! .... jama'ah kami masih dalam kondisi dakwah & taklim!!!! .... 
jama'ah kami menunggu pasukan yang jumlahnya 12.000 mujahid yang siap 

perang!!!! dan jama'ah kami, dan jama'ah kami ...belum begini dan begitu. 

ikhwan apa maknanya miUUU ini maknanya jama'ah kalian atau 

kelompok kalian telah kalian cintai melebihi dari mendatangi seruan Allah 
dan rasul-Nya dan dari berjihad di jalannya, ....Allah yang telah memberikan 
kehidupan kepada kalian dan memberi nikmat iman & islam kepada kalian. 
berhati-hatilah kalian,.... perbutan menunda-menunda jihad dan amaliyat 
adalah perbuatan munank dan bentuk kefasikan!!!! 

Ada beberapa jalan yang perlu diingat tuk membantu mereka ; 

a. Melakukan i'dad yang keras, baik imani maupun askary (militer), lalu 

bersiaplah untuk mengganti -bukan untuk duduk-duduk di halaqoh 

sampai 15 tahun- mereka dalam amaliyat-amaliyat nyata. 
b. Menginfakkan sebagian, atau sebagian besar -lebih baik— harta kita 

untuk mendukung para mujahidin. Bukan untuk membangun rumah 

megah dan kendaraan mewah. 
c. Cari para mujahidin yang benar-benar mengangkat bendera jihad yang 

memang memerlukan dana, tetapi mereka malu untuk meminta. 
d. Tahanlah lisan anda, ... walau sekadar mengomentari para mujahidin 

yang beramaliyat. Karena mujahid yang beramaliyat itu maqomnya jauh 

lebih tinggi dibanding mujahid yang hanya duduk-duduk saja. 
e. Kepada para amir sebuah tandzim atau sebuah jama'ah jihad, 

..." biarkanlah anak-anak muda dari kalian melakukan amaliyat (jihad 

yang nyata), iangan halang-halangi mereka, ...." itu lebih ringan 

tanggungjawab antum di sisi Allah. 
f. Bantulah finansial keluarga mujahidin yang ditinggal berjihad atau 

mati syahid, dipenjara, matlubin (dikejar den 88) atau dalam keadaan 

hijrah di jalan Allah. 
g. Istiqomahlah dalam ibtila' sekecil apapun. 

22. Tekad baja, ....ciri mujahid perwira. 

Ya, ... hanya mujahid yang punya tekad baja, yang mampu melakukan 
pukulan-pukulan terhadap musuh, ... mampu merobek tembok dan dinding 
pertahanan mereka, hingga mereka mengerang, kesakitan, ... lalu tewas 



64 



mengenaskan, karena mereka hidup dalam kekanran terhadap Dzat yang 
maha kuasa, ... 

Sungguh bagus apa yang di paparkan oleh Asy-Syahid — kama nasabuhu— Abu 
Mus'ab az-Zarqowy tentang mujahid yang harus bertekad baja.... Beliau 
bertutur : 

...., Sesungguhnya agama ini tidak akan tegak kecuali di atas pundak para 
perwira yang memiliki tekad baja. Ia tidak akan pernah tegak di atas pundak 
orang-orang yang biasa hidup ringan dan bermewah-mewah. Tidak!!!, sungguh 
Islam tidak akan tegak di atas pundak orang-orang seperti ini. 

Agama yang besar tidak akan tegak kecuali di atas pundak orang-orang besar 
pula. Tanggung jawab besar yang tidak sanggup dipikul langit dan bumi, tidak 
mungkin diemban oleh selain orang yang pantas mengembannya. 

Wahai merpati, kalau kamu menangis karena anak kecilmu, ... 
Lantas di manakah pemirsa kesedihan-kesedihan, ... 
Manakah yang layak menitikkan air mata, mataku atau matamul 
Orang yang mengaku tidak diterima pengakuannya tanpa hukti... 

Bagaimana mungkin Islam akan tegak dan kembali kepada kejayaan dan 
kemuliaannya seperti dulu, tanpa adanya tekad baja seperti tekad Abu Bakar 
untuk memerangi kaum murtad di zaman banyaknya orang murtad dulu? 

Ketika Abu Bakar, orang yang sudah tua, peka perasaannya dan mudah 
menangis itu bersumpah menyatakan tekad terbesarnya, "Demi Alloh, aku 
benar-benar akan perangi siapa yang memisahkan antara sholat dan zakat. 
Sesungguhnya zakat adalah hak harta. Demi Alloh, seandainya mereka 
menolak kepadaku untuk membayar satu ikatan binatang yang dulu mereka 
bayarkan kepada Rosululloh -'alaihis sholatu was salam— pasti akan kuperangi 
mereka karenanya." 

Bagaimana mungkin Islam akan tegak tanpa adanya tekad seperti tekad Anas 
bin Nadhr, yang mengatakan: "Kalau Alloh menghadirkanku dalam perang 
melawan orang-orang musyrik, Alloh pasti akan melihat apa yang akan 
kuperbuat." 

Akhirnya ia hadir dalam perang Uhud, lalu ia berperang, sampai ketika mati 
di jasadnya ditemukan 80 luka lebih, mulai dari tikaman dan tebasan pedang. 



65 



Adalah Nabi -shallallahu alaihi wa sallam- selalu berdoa kepada robbnya: 

Artinya : "Ya Alloh, aku memohon kepada-Mu keteguhan dalam urusan 
apapun dan tekad kuat di atas kelurusan." 

Sungguh, sebuah tekad yang tinggi benar-benar mendidih dalam hati seperti 
mendidihnya air dalam periuk. Tekad seperti ini benar-benar mendorong 
pemiliknya untuk melakukan perkara-perkara besar setiap pagi dan sore, 
sehingga ia bisa menjadi orang yang disebutkan dalam perkataan Imam Syafi'i 
Rahimahullah, "Istirahat bagi orang-orang lelaki adalah kelalaian." 

Inilah shahabat bernama AJbdulloh bin Jahsy, ia pernah menjauh sedikit di 
samping Sa'ad bin Abi Waqos sebelum pecah perang Uhud; keduanya 
sepakat untuk bergantian memanjatkan doa dan saling mengamini. Maka doa 
yang dipanjatkan AJbdulloh bin Jahsy adalah: 

"Ya Alloh, berilah aku rezeki berupa seorang lelaki yang keras amarahnya, 
besar kekuatannya, yang aku berperang dengannya dan dia berperang 
denganku, kemudian ia membunuhku dan memotong hidung dan telingaku, 
sehingga ketika aku berjumpa dengan-Mu kelak, ya Alloh, Engkau bertanya: 
"Hai AJbdulloh, karena apa hidung dan telingamu terpotong? Maka aku 
menjawab: "Karena-Mu dan karena Rosul-Mu." Lalu Engkau berhrman: 
"Kamu benar." 

Betapa agung dan indah doa ini, sungguh itulah jiwa yang menjual segalanya 
untuk robbnya, ketika itulah kepahitan berubah menjadi kemanisan, sungguh 
itu tidak terjadi selain dari orang yang telah merasakan manisnya jalan ini dan 
merasakan kelezatannya. Ia tidak lagi mempedulikan apapun selain keridhoan 
robbnya, ia tidak lagi peduli selain bagaimana bisa berjumpa Alloh dalam 
keadaan Dia ridho dan terbunuh di jalan-Nya. 

Siapakah di antara kita yang hendak meniru tekad-tekad baja seperti ini? 
—....siapa!!! siapa!!! — 

Siapakah di antara kita yang hendak meniru tekad Ahmad bin Hanbal, Ibnu 
Taimiyah, dan Al-'Izz bin Abdissalam? Mereka membawa panji jihad fi 
sabilillah, kuat di hadapan musuh-musuh Alloh. Sementara sekarang ini, 
ulama meninggalkan medan temnur , mereka mundur dari memegang 



66 



tampuk kepemimpinan kafilah jihad ini, mereka merasa berat untuk 
mengorbankan nyawa karena Alloh. Belum cukup seperti itu, ditambah lagi 
mereka masih meneriaki mujahidin dan mengalamatkan berbagai tuduhan 
negatif kepada mereka, engkau tidak dengar suara mereka selain seruan untuk 
melawan mujahidin...semua itu dilakukan dengan alasan sebagai alat politik 
dan mencapai kesopanan. 

Aku sendiri tidak tahu, kapan mereka akan meninggalkan "fikih kekalahan 
sebelum perang", dan pemahaman takut dan pengecut itu. 

Tidakkah kalian dengar, bagaimana mereka mengingkari pemenggalan orang 
Amerika bernama Bergh, itu? 

Mereka paling depan untuk mengingkari aksi ini karena sebelumnya mereka 
sudah mundur dari memerangi orang-orang kafir, dan karena mereka belum 
pernah menghirup angin 'izzah (harga diri dan kemuliaan), belum pernah 
merasa tinggi dengan kandungan-kandungan iman yang seorang mukmin 
harus merasa tinggi di hadapan kejahiliyahan dan pengikutnya, 

(j^aLu V ^jj33 < O^J U^^J^J ^J^J^J b j?^ ^J 

Artinya : "Dan milik Alloh, rosul-Nya, dan orang-orang berimanlah harga diri 
(izzah) itu, akan tetapi orang-orang munafik tidak mengetahui." (QS. Al- 
Munafiqun 8) 

Orang-orang seperti mereka sangat sulit membayangkan dirinya -karena 
posisinya sebagai budak yang hina— bisa menyembelih sang majikan, yaitu 
orang Amerika. 

Benar! Mereka terlanjur menetek susu kehinaan dari puting ibu-ibu mereka 
sampai kehinaan itu mengalir dalam diri mereka. Maka sangat sulit sekali 
mereka bisa berubah dan berganti. Fakta pahit ini memang tidak mereka 
nyatakan terus terang, tapi mereka membungkusnya dengan selendang 
kefakihan dalam urusan agama, mereka menampilkan fakta ini dengan 
menghiasinya menggunakan pakaian hikmah (sikap bijaksana). Mereka 
mengklaim dan kemudian berdusta, dengan mengatakan bahwa aksi eksekusi 
ini memperburuk citra Islam dalam pandangan orang-orang barat yang 
memiliki perasaan sensitif, kata mereka dunia sebelum adanya aksi ini sangat 
reaksioner dengan kejahatan yang terjadi di penjara Abu Gorhib dan 
Guantanamo, tapi gara-gara ada aksi pemenggalan ini timbul dampak negatif 



67 



terhadap reaksi dan respon positif negara-negara di dunia tadi. Bahkan, 
fanatisme kebangsaan si anjing bangsa Rum, Bush, tadinya sudah mereda 
hingga titik paling rendah; tapi gara-gara ada aksi pemenggalan ini, emosi 
kebangsaannya kembali memuncak. Seolah-seolah orang-orang yang katanya 
memiliki kebebasan di dunia itu sudah menghunus pedangnya, menugaskan 
pasukannya dengan serius, dan sudah benar-benar melongokkan kepalanya 
untuk membebaskan Irak dan menyelematkan orang-orang bebas serta wanita- 
wanita yang kehilangan anaknya dari penjara kebengisan dan kedzaliman. 

Yang sangat patut disayangkan adalah, media informasi salibis kafir itu 
berhasil -dengan didukung persetujuan orang-orang yang sekulit dengan 
kita— memberikan pengaruh dalam pembentukan pribadi orang Islam. 
Melalui tekanan yang menakutkan, dan jaringan-jaringan informasi dunia 
arab dan internasional, mereka berhasil mencuci otak kaum muslimin, 
mempengaruhi pemikiran mereka, membalik fithroh mereka, dan 
menjadikan tekad mereka menjadi banci. 

Subhanalloh! Musuh dari kaum salib yang penuh dengki datang membawa 
program yang mengkhawatirkan, yaitu ingin menguasai umat Islam dan 
memberikan kekuasaan bagi kaum yahudi, memerangi syariat, merampas 
kehormatan, memperkosa harga diri, melancarkan kehinaan dan kerendahan 
kepada umat manusia, sementara umatku hanya melihat dari kejauhan, 
tidak mampu berbuat apapun selain menampar pipi dan menangis, umatku 
tidak mampu mematahkan rantai kehinaan yang diikatkan kepadanya sejak 
zaman yang lama. 

Telah lahir generasi yang terasuki penyakit kehinaan dan dihinakan dengan 
pakaian aib. Maka neraca penilaiannya berubah dengan sangat drastis, 
generasi ini kehilangan neraca penilaian yang didasarkan kelurusan dan 
hidayah dari langit, sebagaimana diberitakan oleh Ash-Shodiqul Mashduq 
(Rosululloh): 

(-j£j lA J--M l ■ _. _£_J <f_jC UjC JJj _*a_-l <j__jc. <»_jj__l ____ jji_l j_ajkj) 

9- »**» t " o -* **-* " t " o -* «* ^^5 ° * ° ^ ;"•_*• $ f ** ** °S»f *** $ f -* "" 1 ** "**" *** •+¥-& ° * 

( . Ufl_l jjj _aj _---"-» te-l-ljjuo 4___j 4j3 ( i-> i L^jjjuol l_u_ _$lj 'f'- -aJJ Aj__i 4j3 
4j_ajVlj (-jljL-u-1 C_u»l_La 4___9 ajj___j V 6____ul (J±a J^aJJI • JJJJ- _yJC" 
La VI 4IJ__-a J^-y Vj t_jjJ_« <__)j-J V (Ui^o jj__U_ I juj^a jjjuoI j__Vlj 

(aljA j-A l_jjj_iI 



68 



Artinya : "Berbagai ntnah dilancarkan kepada hati seperti dianyamnya tikar 
satu bilah demi satu bilah, maka hati mana saja yang mengingkari fitnah itu, 
akan tertitik di sana satu titik putih. Dan hati mana saja yang tenggelam 
olehnya, maka akan dititikkan satu titik hitam. Sehingga hanya ada dua hati 
saja: Hati yang putih seperti batu yang halus, ia tidak akan terpengaruh fitnah 
selama masih ada langit dan bumi; dan hati yang hitam dan tertutup seperti 
mangkuk yang terbalik, tidak mengerti mana yang makruf, dan tidak 
mengingkari perkara yang munkar, selain yang sesuai dengan keinginan hawa 
nafsunya." 

Inilah Abu Bakar Ash-Shiddiq, sosok penyayang dan belas kasih -ayah dan 
ibuku menjadi penebusnya— , beliau menggambarkan buat kita sebuah jalan 
yang terang dan sunnah yang jelas, ketika beliau dikirimi surat tentang 
tawanan yang oleh kaumnya hendak ditebus dengan sekian dan sekian, beliau 
menjawab, "Bunuh tawanan itu, sungguh membunuh satu orang musyrik 
lebih aku sukai daripada sekian dan sekian..." 

Sebagian utusan berusaha untuk menyelamatkan si bule ini, mereka 
membayar kepada kami harta berapapun yang kami minta, meskipun kami 
sangat membutuhkan harta guna mendorong roda jihad, tapi kami lebih 
memilih membalaskan dendam saudara-saudara dan umat kami.... 
Subhanallah!! Lahaula wala quwwata ilabillah!! 

.... Sampai disini tuturan beliau, .... Orang yang patut kita contoh dan 
teladani tekadnya yang mampu mengguncang negeri dua aliran sungai, Iraq 
hingga macan-macan kesatria islam lahir dan beranak pinak di sana, ... 
menjadi tumbal tegaknya daulah islam yang dipimpin oleh Syaikh Abu Umar 
al-baghdady Hfizduhullah. 

23. Serahkan Barang dagangan kepada "Sang Pembeli" 

Kalian telah jual nyawa kalian kepada Alloh Ta'ala, kini di hadapan kalian 
hanya ada satu pilihan saja, yaitu engkau serahkan barang dagangannya 
kepada Sang Pembeli. Allah ta'ala bernrman : 

lW^ lA UJ-^- 9 ^ 4-*?^ r^ U4 °e*4^J^J P-4 "' q *' UJ^J^ O* l£J-^ 4iM ol 

C5^J' L>°J (j^J^J UW^V^J $\j°J^ C5^ ^^ ^r^ '-^-J UJ^^J L) J ' ^J" 1 ^' 

,~J, jj^^ J* ^Aj ^-i r^ 9 -^ iS^ C T J.V ^JJ^'. 1 ''" , ' clk* *)i « 



69 



Artinya : "Sesungguhnya Alloh telah membeli dari orang-orang beriman, jiwa 
dan harta mereka, dengan memberikan surga kepada mereka; mereka 
berperang di jalan Alloh lalu membunuh atau dibunuh. Sebagai sebuah janji 
yang benar di dalam kitab Taurat, Injil, dan Al-Quran. Dan siapakah yang 
lebih benar janjinya daripada Alloh? Maka berikanlah kabar gembira dengan 
jual beli yang kalian adakan, dan itulah keberuntungan yang besar."(QS. At- 
Taubah 111) 

Syaikh Abu Mus'ab Rahimahullah menjelaskan : "Jika pembeli telah 
menerima barang dagangan, maka terserah mau Dia apakan dagangan 
tersebut. Terserah mau Dia letakkan di mana; kalau Dia berkehendak, akan 
diletakkannya di istana, kalau Dia berkendak akan diletakkannya di penjara, 
kalau Dia berkehendak akan diberinya pakaian paling gagah, kalau Dia 
berkehendak akan menjadikannya telanjang kecuali sebatas penutup aurat, 
kalau Dia berkehendak akan menjadikannya kaya, kalau Dia berkehendak 
akan dijadikannya fakir miskin, kalau Dia berkehendak akan dijadikanya 
tergantung di tiang gantungan, atau menjadikan musuh menguasainya lantas 
membunuh atau mencincangnya." 

Sayyid Qutb Rahimahullah mengomentari kejadian yang menimpa Ashhabul 
Ukhdud, beliau mengatakan, "Contoh seperti ini pasti terjadi (lagi), di mana 
orang beriman tidak ada yang selamat dan orang kafir tidak ada yang disiksa. 
Hal ini agar tertancap dalam benak orang-orang beriman para pelaku dakwah 
kepada Alloh, bahwa mereka bisa saja dituntut mengakhiri jalan yang ia 
tempuh menuju Alloh dengan kejadian seperti ini. Supaya mereka mengerti 
bahwa mereka sama sekali tidak memiliki kekuasaan sedikitpun mengatur 
urusan, urusan mereka dan urusan akidah semata-mata dikembalikan kepada 
Alloh. Kewajiban mereka hanyalah melaksanakan kewajiban yang dibebankan 
kepada mereka setelah itu, jalan. Kewajiban mereka itu adalah 
mengedepankan Alloh dan akidah di atas kehidupan, serta merasa tinggi 
dengan imannya di atas berbagai fitnah, dan berbuat jujur kepada Alloh 
dalam beramal dan niat. Setelah semua ini, Alloh akan memperlakukan diri 
mereka dan musuh mereka sebagaimana yang Dia kehendaki terhadap 
dakwah dan agama-Nya, bisa saja mereka akan mengakhirinya dengan salah 
satu kejadian yang sudah terjadi dalam sejarah iman, atau mengakhirinya 
dengan cara lain sesuai yang dikehendaki dan dilihat oleh Alloh. Mereka 
adalah orang-orang yang bekerja di sisi Alloh, apa kemudian pantas orang 
yang menjual seekor kambing marah, atau hatinya tidak terima, ketika sang 
pembeli menyembelihnya?" 



70 



Bukankah engkau mendengar kejadian yang menimpa singa Alloh dan singa 
Rosul-Nya, Hamzah? Perutnya dibelah, hatinya dikeluarkan, dan tubuhnya 
dicincang. 

Bukankah engkau mendengar apa yang dialami manusia terbaik, Muhammad 
shallallahu alaihi wa sallam, ketika perang Uhud? 

Renungkanlah keadaan para nabi dan rosul yang merupakan makhluk- 
makhluk pilihan; nabi Ibrohim -alaihissalam- dilemparkan ke dalam api, 
nabi Zakariya -alaihissalam- digergaji tubuhnya, nabi Yahya -alaihissalam- 
(yang berjuluk as-sayyid alhashur, yang artinya seorang teladan dan menahan 
hawa nafsu) disembelih, Nabi Ayyub -alaihissalam- berkutat dalam bala ujian 
selama bertahun-tahun, nabi Yunus -alaihissalam- dikurung di dalam perut 
ikan hiu, Nabi Yusuf -alaihissalam- dijual dengan harga murah dan harus 
mendekam di penjara selama beberapa tahun. 

Semua itu mereka jalani dengan rasa ridho terhadap robb dan majikan 
mereka yang Maha benar. 

Dulu, ada sebagian salaf yang mengatakan, "Seandainya tubuhku dipotong- 
potong dengan gunting, itu lebih aku sukai daripada mengatakan kepada 
sesuatu yang sudah ditetapkan Alloh: "Seandainya saja itu tidak terjadi." 

Oleh karena itu, wahai ikhwan-ikhwanku, jadilah orang-orang yang tidak 
mencampuri urusan Alloh -sang majikan— dalam mengurus dirinya, tidak 
menentang pilihan yang Alloh pilihkan untuknya. Mereka yang kami 
ceritakan di atas tidak pernah campur tangan dalam pengurusan Alloh 
terhadap kekuasaannya, dengan mengatakan: "Seandainya begini, tentu 
jadinya begini," tidak juga mengatakan, "Seandainya," "Jikalau," dan "Kalau 
saja," 

Pilihan yang Alloh berikan bagi orang beriman adalah pilihan teragung dan 
terbaik, walaupun tampaknya sulit dan berat, atau di dalamnya ada 
kehancuran harta, hilangnya jabatan dan kedudukan, kehilangan keluarga 
dan harta, atau bahkan lenyapnya seluruh urusan dunianya. 

Ingatlah kisah perang Badar, lalu renungkanlah baik-baik. Kala itu sebagian 
shahabat menginginkan peristiwa Badar sebagai waktu menaklukkan kafilah 
dagang. Akan tetapi Alloh ta'ala memilihkan pasukan perang untuk mereka 
hadapi, padahal perbedaan antara keduanya sangat-sangat jauh. Apakah yang 



71 



ada dalam kafilah dagang? Makanan yang disantab, setelah itu pergi ke 
tempat buang air, pakaian yang kemudian lusuh dan dibuang, serta dunia 
yang akan segera lenyap. Adapun menghadapi pasukan perang; di sana ada 
pemisah yang dengannya Alloh pisahkan antara yang haq dan yang batil, ada 
kekalahan dan bertekuk lututnya kesyirikan, tinggi dan menangnya tauhid, di 
sana para pemuka kaum Quraisy yang selalu menghalangi Islam terbunuh, 
dan cukuplah bahwa Alloh melihat hati pasukan Badar kemudian berhrman: 
"Lakukanlah sesuka kalian, Aku telah ampuni kalian." .... Sampai disini 
tuturan beliau syaikh Abu Mus'ab Rahimahullah. 

Wahai ikhwan, ambilah pelajaran, ... bukanlah dari tabiat jihad hidup dengan 
menjauhi bala', kesengsaraan, airmata dan darah....jangan kita ingkari, 
dengan hawanafsu yang menjerumuskan dan kebodohan yang 
membinasahkan. Jangan kalian berangan, ... selalu berangan, & terus ingin 
berangan menegakkan islam tanpa jihad. Sungguh genderang perang telah di 
tabuh, bahkan musuh telah siap dengan seluruh kekuatan, akankah kita 
masih dibayangi subhat tandzim atau jama'ah yang harus di jaga 
"keselamatannya", .... 

Jangan kalian menunggu ikhwan digulung!!! .... Dan di cincang terus 
menerus!! ... jangan kalian menunda-nunda, hingga semua ikhwan akan 
tercengang!!!, .... Menanti di penjara atau tiang gantungan tanpa perlawanan!!! 
... dimana para wanita menggantungkan harapan, dimana anak-anak 
meletakkan impian!! Jika para perwira mundur dari medan perang dan 
menganut fiqh "kalah sebelum perang!!!" 



24. Jangan halangi mereka ya Ust.!!!. 

Ketika ibtila' terjadi begitu dahsyat, .... dari atas dan dari bawah, dari kiri dan 
dari kanan, dari depan dan dari belakang, ... hidup dalam keadaan tertekan, 
tertindas, susah tinggal dimana-mana, maisyah tak tentu arah, kawan sendiri 
menghindar sampai sikapnya tak ramah, selalu diintai musuh, dibuntuti, 
ditangkap, dipenjara bahkan dibunuh dengan sadis... maka kemana kita akan 
berharap pertolongan !!!! .... Tidak ada tempat bergantung selain hanya 
kepada Dzat yang menguasai segala sesuatu dan keadaan. Yang menguasai 

malam dan siang, yang menguasai hidup dan mati, yang menguasai 

maysriq dan magrib, .... Yang menguasani setiap jiwa, Yang menguasai 

setiap ubun-ubun musuh seluruhnya tak terkecuali. 



72 



Ingatlah ikhwan sekalian, betapa gambaran ibtila' yang dahsyat sangat akrab 
dengan para sahabat. Ketika mereka melihat ancaman yang sangat besar dari 
pasukan multinasional (gabungan kabilah-kabilah jaziroh arab) pada perang 
ahzab, di dalam kota Madinah sendiri bani quraidhoh dan kroninya hendak 
membokong kaum muslimin, hingga Rasulullah mengungsikan para wanita 
dan anak-anak. Betapa berat ujian ketika itu hingga para sahabat tidak bisa 
lagi melihat dan bernkir sehat, dan menyangka dengan persangkaan yang 
beraneka ragam. 

Allah ta'ala berhrman : 

(._jjlflH t" .'J J^ ' ajUl L-l£-\j ^lj ~^ u (jijuol (j-aj f^4j^ clk* ("J^^ ^l 

\±& Uljlj IjJ Jjj 'qJ^^\ 'J&\ ^Ua UjSkll AJJU 'oJ^j J^i 

Artinya : "(Yaitu) ketika mereka datang kepadamu dari atas dan dari 
bawahmu, dan ketika tidak tetap lagi penglihatan(mu) dan hatimu naik 
menyesak sampai ke tenggorokan dan kamu menyangka terhadap Allah 
dengan bermacam-macam purbasangka. Disitulah diuji orang-orang mukmin 
dan digoncangkan (hatinya) dengan goncangan yang sangat." (QS. Al-Ahzab 
10-11) 

Ikhwan sekalian, hari ini jika kalian merasakan kegoncangan yang dahsyat 
akibat perbuatan musuh-musuh kalian, .... maka berbahagialah!!!. Mudah 
mudahan Allah akan menaikan derajat dan maqom kalian. Namun ditengah- 
tengah kegoncangan ini, masih ada sebagian ikhwan yang justru melemahkan 
dan "nggembosi" sebagian kelompok anak-anak muda yang aktif melakukan 
serangan-serangan, melakukan balasan-balasan dan pukulan-pukulan terhadap 
musuh. 

Bukankah anak muda menjadi andalan & simbul kekuatan kaum muslimin 
dalam memukul dan membalas perbuatan-perbuatan musuh!!! Tidakkah 
kalian ingat ashabul kahfi, semuanya pemuda. Para sahabat yang gagah berani 
yang maju ke medan perang, rata-rata adalah para pemuda. Ghulam yang 
telah membunuh daabah, hingga rahib mengatakan "Hari ini, engkau lebih 
baik dari aku!!! (karena engkau meski ilmunya sedikit, namun telah berani 
melakukan amal untuk manfaat yang banyak). Thaliban & Abu sayyaf Group 
(ASG), mayoritas mereka adalah para pemuda, dan serangan yang penuh 



73 



lalu apakah dalil yang bisa kalian kemukakan, jika kalian melarang anak- 

anak muda dari umat ini melakukan amaliyat!!! Jangan halangi mereka ya 

Ust.!!! jangan halangi, jangan melemahkan mereka dengan komentar- 

komentar kalian, jangan gembosi mereka, jangan kalian pasung mereka 
dengan seperangkat aturan tandzim dan jangan jauhkan mereka dari area dan 
medan pertempuran. 

Panutan kita Asy-Syaikh Abu Abdillah bertutur "Dan demikian pula pada 
hari ini, para mujahidin mengatakan kapada para ulama' dan da'i yang 
mencintai 

kebenaran dan tidak berkompromi dengan kebatilan; Kalian telah 
mengangkat bendera agama Islam dan kalian mengetahui bahwa yang kalian 
angkat itu adalah benar-benar ajaran Rosululloh, dan sesungguhnya jika 
kalian mengemban agama itu dengan benar, itu artinya kalian pasti 
memisahkan diri dari pemerintah-pemerintah Arab dan juga selain Arab di 
seluruh muka bumi, membunuh para pemuka kalian dan kalian akan 
dihimpit oleh pedang. Maka jika kalian mampu bersabar untuk melaksanakan 
itu semua maka jagalah bendera itu dan Alloh akan memberikan pahala 
kepada kalian. Dan jika kalian takut maka biarkanlah bendera perlawanan 
dan peperangan berjalan, dan janganlah kalian halang-halangi para pemuda 
Islam untuk berjihad fii sabiilillaah, karena hal itu lebih ringan bagi kalian di 
sisi Alloh." (Taujihat Manhanjiyyah, vol 2) 

Biarkan para pemuda itu melakukan amaliyat, .... biarkan para pemuda itu 
menukar kesenangan dunia mereka dengan akherat yang kekal, .... biarkan 
mereka berperang menemui kesyahidan, .... Biarkan mereka menemui janji- 
janji Allah berupa pertolongan dan kemenangan, di dunia dan di akherat .... 
diam kalian wahai para ust!!!!, lebih baik di hadapan Allah, daripada 
komentar kalian justru menghalangi para pemuda dari mengorbankan darah 
dan tulang-belulang mereka untuk menjadi tumbal tegakknya kalimat Allah. 

karena kalimat Allah tidak akan tegak hanya dengan dakwah & 

tazkiyah saja, atau yang lainnya, tetapi kalimat Allah itu tegak dengan 

jihad fi sabilillah!!!! .... degan amal nyata, dengan serangan-serangan fisik 

yang menimbulkan kekalahan nyata di fihak musuh. 



74 



Maka sudah selayaknya bagi para pemuda yang telah Alloh lapangkan 
dadanya 

untuk mencintai agama ini dan menjadi tumbal di jalan Alloh, tidak usah 

menoleh kepada para Qoo'idun, tidak usah menoleh kepada orang-orang 
yang condong kepada dunia dan perhiasannya. 

Allah telah berhrman : 

Aj1\ u^njuo ^i (JJ^aj (j^J ? J^-^W ^^ b\jp>l\ (Jjjj^ di^ fM^ C-W^ C5^ <J^-9j]3 

*jb ' 'J^' ^-^J- 1 <— ^J^ l ; uiu j) LP^ 
Artinya : "Karena itu hendaklah orang-orang yang menukar kehidupan dunia 
dengan kehidupan akhirat (mereka) berperang di jalan Allah. Barangsiapa 
yang berperang di jalan Allah, lalu gugur atau memperoleh kemenangan maka 
kelak akan Kami berikan kepadanya pahala yang besar." (QS. An-Nisa' 74) 

perhatikanlah & berhati-hatilah kalian dari berbagai pendapat dan 

perkataan orang-orang yang duduk-duduk & tidak ikut berperang dan 
amaliyat, karena perkataan ahlu tsugur lebih diutamakan dari pekataan 
mereka. Meski mereka ust. Besar, kibar jama'ah, senior jama'ah, dan sebutan 
lainnya. ....nasalullah alafiah. 

25. Fakta jangan dikalahkan dengan husnudzon!! 

(jlj «ulaau Vj <kc Qjvuj JJ.JJJ <jl ^jj^aI-n^i! ojjk^l (j-a t\ (J> t^^ ^s^-A^ 

JLa^jjlj jj^VI (jjj tiLa I > y\fs (Jj^j (jl j^j eJialLj (jiail (jjud^. ^jaj JJJ^ 

, S J^^? J^- cP S ^' &k **~4 UJ^ j> dF £*J&J f^V j' j^? 

ttei/u/lciteiA-LjCi setlnp wAujcil/ild itu wAeret/^ui/tg dciiA, wAet/^ggui/uiteciiA, akaiiAua, \atAqaiA w.aia)/\ 

mt^tbiniAija . Htvitiu\zviua ia bis>a btdak,aw av±ara ku.siAudzotA, ttrkadaj, Giodak dtAC^a^ 

bersltecip cerw-iat, i/w.ei/umbfliA,g segciLa sesuatu dciiA, sew-iuci orOiAg berdfl£flrteflin-t[mbfli/\-gfli/\- 

(sLciwA.jciiAgciiA sawApcd (.a wA.ewA.beo snjn, w-ieiAglteutl sodok tciiA-pa w-ieiAgertl. 

(MaulaiAa nsnwACih bliA LfldlVu 29 desewAber ^ooy) 

Sejatinya demikian .... Banyak ikhwan pekewohlll Ndak enak kecuali taat!!! Ga 
usah neko-neko jika para ustadz atau para petinggi sebuah jama'ah telah 
memberikan putusan dan arahan. ... pokoknya taat bulat, titik!!! Inilah 
fenomena sebuah jama'ah yang tidak sehat ... tak ada progress berarti dan 
jumud. Seharusnya ada dalam komunitas tersebut suasana saling nasehat- 



75 



Tetapi nyatanya, ... anggota atau bawahan jama'ah tersebut mengekor tanpa 
batas, .... Apa yang dilakukan komandan dan mas'ulnya ditelah sebagai 
sebuah kebenaran yang tak ada kata, kecuali : siaaaaap!!! ... Laksanakan 
tugas!!!. Meski keputusan, aturan, atau program yang dibuat tidak mengarah 
kepada jihad yang nyata, .... Tidak mengarah kepada pengerahan personal 
untuk melawan dan membalas pukulan-pukulan musuh, ... meski program 
yang dilakukan pada hakekatnya hanya duduk-duduk dari amaliyat, ... meski 
hakekatnya ta ? thilul jihad !!!! Lahaula wala quwwata ilabillah!!! 

Faktanya, .... Tak ada jihad (baca : amaliyat) yang ditekuni secara jamai, 

fakta tidak bisa dikalahkan dengan dhon, ... atau husnudzon (baik sangka) 
para anggota sebuah jama'ah dengan para pimpinannya. Sejatinya, ya apa 
yang tengah terjadi dalam jama'ah tersebut. Puluhan tahun tak ada pukulan- 
pukulan berarti terhadap musuh. ... musuh yang telah mengoyak-ngoyak izzah 
islam dan kaum muslimin, musuh yang telah membantai anggota-anggota 
jama'ah yang terbaik dan berprestasi, musuh yang telah membangun dinding- 

dinding kekuatan untuk menindas kaum muslimin, dibiarkan saja Ya 

dibiarkan saja, ... 

.... Dibiarkan saja, meski jika dengan 20 orang saja dari kalian yang benar- 
benar bersabar dalam amaliyat dan masyaqoh, maka akan mengalahkan 200 
orang dari musuh-musuh kalian dari kalangan kahrin dan murtadin, ... ini 
rumus dari al-Qur'an (Al-Anfal), .... Jangan kalian menutup mata, jangan 
kalian pura-pura tidak tahu, jangan kalian lari dari formula dan janji ini, ... 
meski anda telah menghafal ayat tersebut berkali-kali!!! 

Lupakah kalian dengan "the single fighter of mujahedeen" ; Ramzi Yusuf???? 
Dengan arahan sedikit saja dari syaikh Usama hafidzuhullah, beliau ramzi 
Yusuf mampu menggoncang dan menyerang dengan dahsyat sekian negara, 

diantaranya menyerang Amerika, Iran, Thailand, Pakistan, dan Philipina. 

Sendirian .... Ya sendirian!!!!!, dengan berbagai kemampuan yang ia miliki, ia 
mampu mewakili dunia islam ketika itu, ... mewakili sekian juta manusia yang 
duduk-duduk!!!! Untuk memberikan pukulan-pukulan yang mengena dan 
mematikan terhadap kepentingan dan posisi musuh. 



76 



Karena itu, ... husnudzon kalian dengan para petinggi kalian bertahun-tahun 
atau bahkan puluhan tahun adalah belenggu!!!!, .... Belenggu yang berbahaya. 
.... Kalian katakan kepada petinggi kalian, "kita ini terserah saja dengan apa 
yang dilakukan oleh petinggi-petinggi kita", ... "kita ini ikut saja dengan 
mas'ul", .... "apalah Kita ini dibandingkan dengan petinggi-petinggi kita", .... 
Dan ungkapan-ungkapan lainya, yang intinya husnuzdon yang membabibuta 
kepada komandan dan apa yang dilakukan mereka. Padahal kenyataan yang 
menimpa jama'ah tersebut yang berbicara, .... Fakta-fakta yang terjadi 
dilapangan dari sebuah jama'ah jihad, merupakan cerminan taktik dan 
strategi para pemimpinnya, .... 

Sekali lagi fakta di lapangan tidak bisa dikalahkan dengan husnudzon kalian 
dengan komandan kalian, .... Oleh karena itu, kalau kalian tidak dapat atau 
tidak bisa memberikan masukan atau tidak bisa membuat perubahan dalam 

jama'ah yang nasibnya seperti itu, Maka, kami nasehatkan pergilah 

kalian dari jama'ah itu, .... kemudian cari dan angkatlah pemimpin yang 
benar-benar mengajak kepada kemuliaan dengan mengobarkan semangat 

berperang melawan musuh-musuh Allah dan kaum muslimin Meski 

sedikit, .... Meski beberapa orang atau hanya puluhan orang. Tetapi yakinlah 
dan bersabarlah!!!!, ... insyaallah kalian dapat memanggul bendera jihad 

dengan benar dan nyata kalian mampu melaksankan faridhoh jihad yang 

disyariatkan. 

Tidak ada dakwah yang lebih manjur, kecuali da'wah bil hal!!! ... ya dengan 
perbuatan, dengan amal nyata, dengan langkah-langkah serius menuju 
amaliyat dan mengejar musuh dimanapum mereka berada. ... mengejar 
musuh paling utama, yaitu amerika dan sekutu-sekutunya, .... Lalu musuh 
utama, yaitu pemerintah murtad dan kroninya, dan ketiga musuh yang 
berbaju sama dengan kalian dari golongan pengekor orang-orang kafir dan 
murtadin serta aimatul kufr. 

26. Jangan menyerang Amerika dan sekutunya di Indonesia!!! 

Banyak ikhwan yang masih belum memahami bagaimana sejatinya hukum 
memerangi AS di Indonesia, ada yang setuju tetapi lebih suka diam saja, ada 
yang tidak setuju karena dianggap merugikan dan tidak sesuai dengan misi 
dakwah yang sedang diusung. Atau tidak sesuai dengan khitoh jama'ah 



77 



Adapula yang menganggap Amerika & sekutunya yang berada di luar medan 
jihad semisal Iraq, Afghonistan, Somalia dll. itu dianggap terikat perjanjian 
dengan kaum muslimin, .... apakah itu benar?? 

Coba kita rujuk kepada pendapat Syaikh Nashir Al-Fahd tentang masalah- 
masalah tersebut. Beliau menjelaskan : Tidak diragukan lagi, musuh terbesar 
bagi Islam dan kaum muslimin pada zaman sekarang adalah AS. Jika kita 
ingin mendata kejahatan-kejahatan AS kepada Islam dan kaum muslimin 
pada abad-abad belakangan ini, tentulah memakan banyak tempat. AS 
membantai banyak bangsa Islam. Jumlah korban umat Islam, yang mereka 
bunuh di Iraq dan Afghanistan saja mencapai sekitar dua juta jiwa. AS 
mengembargo, mengusir, mencucui otak, merampas kekayaan alam, dan 
menginvasi banyak bangsa muslim. AS mengangkat thaghut-thaghut yang 
memerintah bangsa muslim dan memperlakukan umat Islam dengan kekejian 
yang belum pernah ditimpakan oleh musuh-musuh Islam, baik pada masa 
dahulu maupun masa belakangan. 

Sekarang kita menyaksikan, AS menembakkan ribuan rudal dan berton-ton 
bom ke arah kaum muslimin, tanpa membeda-bedakan antara anak-anak, 
orang tua dan kaum wanita. Untuk apa harus meilah-milah? Bagi mereka, 
kaum muslimin tak lebih dari serangga yang harus dimusnahkan dari muka 
bumi. 

Berjihad, mengincar dan memerangi mereka di manapun mereka berada 
(termasuk di Indonesia, pen.), termasuk kewajiban paling wajib, dan qurubat 
(amalan untuk mendekatkan diri kepada Allah) yang paling agung. Mereka 
telah menghancurkan Negara, membunuh banyak rakyat, dan memerangi 
umat Islam di setiap tempat. Tidak diragukan lagi, dan tak terbantahkan lagi, 
mereka adalah aimmatul kufri (gembong kekahran) abad ini. Allah berhrman 
( Dan perangilah para pemimpin kekajiran, karena sesungguhnya mereka tidak 
mempunyai jaminan keamanan). Seandainya saya - Syaikh Nashir Al-Fahd~ 
mempunyai sepuluh anak panah, niscaya akan saya bidikkan semuanya ke 
arah mereka, saya tidak akan membidik selain mereka. Saya bersumpah demi 
Allah, jika saya dimudahkan (berkesempatan) untuk melaksanakan bom 
syahid terhadap mereka, saya tak akan ragu-ragu sesaat pun. 



78 



Jika Allah memudahkan, dari 1 milyar umat Islam ada 1000 orang yang 
melakukan operasi bom syahid untuk menghantam seluruh kepentingan dan 
pangkalan mereka di setiap tempat, niscaya 1000 orang tersebut akan 
mengalahkan dan memukul mundur mereka dalam keadaan hina dan 
merugi. 

Duhai alangkah hina dan memalukan Fir'aun-Fir'aun itu memperbudak dan 
menyiksa umat Islam dengan keji, namun umat Islam tidak menemukan 
orang yang melawannya , bahkan Fir'aun-Fir'aun itu mendapat perlindungan 
dari para thaghut dan antek-anteknya !!!!! 

Amat tepat apa yang dikatakan oleh Al-Qadhi Abu Sa'ad Al-Harawi 
rahimahullah setelah Al-Quds jatuh ke tangan tentara salib : 

Kulihat, umatku tak melepaskan tombak 
Ke arah musuh, padahal ialah tiang agama 
Kalian jauhi api karena takut hinasa 
Kalian lupa, itu pasti kan herhuah kehinaan. 

Relakah pasukan hangsa arah disiksa 
Tunduk hina di hadapan singa hangsa ajam. 
Duhai, kiranya mereka tak gagah membela 
Agama, cemburulah tuk bela kehormatan keluarga. 

Hendaklah kita memahami, inti syubhat orang-orang yang mengharamkan 
memerangi dan membunuh AS di selain negara yang mereka invasi (semisal 
Iraq dan Afghonistan), ada dua yaitu : 
a. Syubhat perjanjian damai ('ahd). Mereka mengatakan : "AS adalah 

mu'ahadun, dan siapa yang membunuh mu'ahad tidak akan mencium bau 

surga, sebagaimana disebutkan dalam hadits." 
b. Syubhat mashlahat dan mafsadah. Mereka mengatakan : "Memerangi AS 

akan menghantarkan umat Islam kepada musibah yang tidak mampu 

mereka tanggung." 

Jawaban beliau -Syaikh Nashir Al-Fahd~ Syubhat mereka bisa dijawab : 
a. Masalah 'ahd. Demi Allah, antara kita dengan mereka tidak ada 'ahd. 
Mereka adalah kafir harbi di manapun mereka berada dan menetap, 
sekalipun mereka menggelayut pada kain KABAH. Perjanjian yang 



79 



Nabi Shallallahu 'alaihi wa salam mengadakan perjanjian damai (gencatan 
senjata, SHULHU HUDAIBIYAH-pent) dengan Quraisy. Ketika Quraisy 
secara sembunyi-sembunyi membantu Bani Bakr (sekutu Quraisy) dalam 
menyerang Bani Khuza'ah (sekutu kaum muslimin), perjanjian tersebut 
dianggap batal, padahal Quraisy hanya membantu sekali saja !!!!. 
Bagaimana dengan pelanggaran-pelanggaran AS pada masa sekarang yang 
tidak bisa dihitung lagi UU 

Bukan termasuk perjanjian damai yang syar'i, bila isinya pemberian 
keamanan kepada tentara salib untuk menghantam umat Islam semaunya 
sendiri. 

Alhamdulillah, saya sudah menjelaskan secara rinci dalil-dalil syar'i dan 
pendapat para ulama yang menetapkan bahwa antara kita dengan tentara 
salib tersebut tidak ada perjanjian damai, bahwa antara kita dengan mereka 
adalah perang. Saya juga telah membantah syubhat-syubhat seputar masalah 
ini dalam buku saya "Nasyrul Bunud". 

b. Masalah mashalih dan mafasid : memang benar, jika mafasid sebuah 
urusan lebih besar dari mafasidnya, maka saat itu urusan tersebut tidak 
disyariatkan. Namun, dalam hal ini saya ingatkan dua hal : 



80 



Mashalih dan mafasid yang dimaksud di sini adalah mashalih dan 
mafasid syar'iyah hakikiyah (berdasar syariat dan betul-betul nyata), 
bukan dalam dugaan (dzhon belaka). 
- Orang yang paling layak memandang mashalih dan mafasid jihad adalah 
mujahidin , bukan qa'idun (orang yang duduk-duduk tidak berjihad) 
yang tidak mengerti cara membawa pistol !!! 

27. Jihad jalan terus, meski kalian diam dan duduk-duduk. 

Wahai ikhwan, ... ketahuilah bahwa jihad ini milik Allah, ... Dia-lah yang 
menguasai keberlangsungannya hingga hari kiamat, dan Allah sendiri yang 
akan menjamin para pembelan-Nya yang berjihad pada setiap masa ... Allah 
senantiasa menolong mereka, mengokohkan mereka, meneguhkan pendirian 
mereka, mereka tidak gentar dengan besarnya & hebatnya pasukan musuh, 
tidak lari dari canggihnya peralatan perang musuh dan mereka tidak 
terpengaruh terhadap pencela, penggembos dan pelemah semangat jihad, 
meski mereka saudara atau ikhwan seperjuanngannya. 

Jadi, .... Meski banyakyang dududk-duduk, .... Jihad akan jalan terus!!! Meski 
banyak yang tidak mau dan enggan berjihad, .... Amaliyat akan jalan terus!!! 
Meski banyak penggembos dari kalangan alim-ulama, ... jihad akan jalan 
terus!!! ... jihad akan jalan terus meski sepi penempun dan sedikit yang berani 
dan mau bergabung, ... 

Syaikh Abu Basheer menyatakan bahwa : "Kami meyakini bahwasanya jihad 
itu selalu berjalan terus, baik bersama orang yang baik maupun yang jelek, ada 
pada setiap zaman, baik ada imam maupun tidak. Dan bahwasanya jihad itu 
bisa dilakukan dengan sendiri maupun lebih, tidak membutuhkan dukungan 
para pendosa dan tidak juga dari 'gembosan' para penghalang. Sampai 
datangnya hari Kiamat." 

Rasulullah -shallallahu alaihi wasallam- bersabda: 

J*. i^AljU °ja Jc jjj&Ua i[°pA\ Jz. jjutiL j£*\ °(ja AljUa Jljj V" 

." ^m\ f jj j\ "^ijj °jj ." jiiui ^i pjj JjUj 

Artinya : "Akan senantiasa ada sekelompok dari umatku yang berperang di 
atas kebenaran, selalu menang atas orang-orang yang memusuhinya, hingga 



81 



orang-orang akhir mereka berperang bersama Al-Masih melawan Dajjal." Dan 
dalam riwayat yang lain "Sampai hari Kiamat." 

Jadi, meski kalian duduk-duduk, ... meski kalian menunda-nunda, ... meski 
kalian membuat tahapan-tahapan nanti 10-15 tahun lagi, ... atau bahkan 
kalian menghalangi-halangi atau menggembosi dengan ungkapan-ungkapan 

kalian, maka ingat!!! Ingat!!! Bahwa jihad akan jalan terus!! Iya ... tanpa 

kalian atau dengan kalian, jihad akan tetap jalan terus. 

Jadi, .... Kalau ada sekelompok pemuda yang melakukan amaliyat, ... jihad 
jalan terus. Dan Seandainya tidak ada yang berjihad pun, maka jihad akan 
jalan terus!! Bisa jadi di bumi lain dan kaum yang lain 

Jadi silahkan kalian pilih, ... dan kalian perhatikan dengan terliti untuk apa 
umur yang Allah berikan kepada kalian. Apakah kalian gunakan untuk 
berjihad atau tidak, ... maka sesungguhnya jihad akan jalan terus. Justru jika 
kalian tidak mau menggunakan umur kalian untuk berjihad atau malah 
kalian condong dan rakus terhadap dunia, .... Maka dengan itu justru Allah 
akan mengganti kalian dengan kaum yang lain yang mereka mencintai Allah 
dan mereka berjihad dijalan-Nya. ... Bahkan, orang yang tidak mau berjihad 

akan disiksa dengan siksaan yang sangat pedih jadi marilah kita 

merenung wahai jiwa yang -insyaallah- salim!!! 

Allah ta'ala bernrman : 

(>jtll J\ ^SBLSI aIII J^ J Ijjpl ^3 ^ lil £1 U IjLT osJll 1^1 U 
\1\ [yi \1\ %jJl\ J 12&I sUkll <M& Ua S>t3l [> UjSil sUkJL ^Jajl 

(J^ ^JC 4-Ulj LUjuo 6j^)jJaJ Llj aljJC Laja lLV 1wi JJ *-^' ulJC- A^J^JU )j^±l 

1» «* o -**, 

jjjia -i^ 

Artinya : "Hai orang-orang yang beriman, apakah sebabnya bila dikatakan 
kepadamu, "Berangkatlah (untuk berperang) pada jalan Allah", kamu merasa 
berat dan ingin tinggal di tempatmu? Apakah kamu puas dengan kehidupan 
di dunia sebagai ganti kehidupan di akhirat? Padahal kenikmatan hidup di 
dunia ini (dibandingkan dengan kehidupan) diakhirat hanyalah sedikit. Jika 
kamu tidak berangkat untuk berperang, niscaya Allah menyiksa kamu dengan 
siksa yang pedih dan digantinya (kamu) dengan kaum yang lain, dan kamu 



82 



28. Besarnya Hasil sebanding dengan besarnya pengorbanan. 

Ikhwan, .... jika benar jihad kita untuk meninggikan kalimat Allah, ... 
mestinya kita korbankan waktu kita, kesempatan, hkiran, harta kita, 
kesenangan dunia kita, dan seluruh apa yang ada di hadapan kita .... Sampai 
jiwa kita — insyaallah-. Tetapi memang banyak mujahidin yang terpedaya 
dengan berbagai pernak-pernik dunia hingga ia sulit sekali mengorbankan 
sesuatu yang berharga miliknya -meski dunia hakekatnya cuma titipan-. 
Padahal seseorang belumlah lepas dari belenggu dunia hingga mencapai 
sebuah maqom mujahid yang sejati, sampai ia mengorbankan atau 
menginfakkan hal yang sangat ia cintai, .... apakah keluarga, harta atau 
jiwanya sekalipun. 

Ribuan ... bahkan jutaan mujahidin syahid di hadapan musuh dalam rangka 
menopang tegaknya daulah Islam Afghonistan, .... Ini fakta, taqdir Allah 
ta'ala. Demukian pula di Iraq, Checnya, Somalia, Moro dan jabhah qital 
lainnya. Allah berkenan memberikan karunia yang sangat besar berupa tanah 
dan bebasnya syariat Allah tegak di atasnya, ini semua tidak serta merta ada, 
kecuali dengan pengorbanan darah dan tulang belulang yang banyak, ... 
puluhan ribu, ... ratusan ribu, bahkan jutaan!!! 

Jika sebuah jama'ah jihad mengharapkan kemenangan, kemajuan, daerah 
mahjar, atau area yang ingin di kuasainya tetapi tidak menganjurkan para 
anggotanya menjadi syuhada, menganjurkan pertempuran dan pembunuhan, 
menganjurkan dan menyuburkan amaliyat, membakar semangat untuk 
berjihad ... maka bagaimana keinginan-keinginan mereka akan di kabulkan 
Allah taala. 

Asbab apa yang menjadi alasan Allah memberi kemenangan!!! Usaha apa yang 
telah dicurahkan untuk mendapatkan kemuliaan yang teramat mahal!!! 
Pengorbanan model apa yang telah diberikan, hingga pantas menyandang 
status pemenang dalam pertarungan!! ... sulit rasanya berlogika, jika hidup 
dan fikroh seperti punguk merindukan bulan!!! Lahaula walaquwwata 
ilabillah!! 



83 



Siapa yang menduga, pasca serangan penuh barokah mujahidin terhadap 
jantung kota New York city ; WTC, Pentagon dan gedung putih -meski 
luput-membuahkan banyak kemenangan-kemenangan lainnya. Sepintas 
serangan itu mengakibatkan daulah islam Taliban terancam hancur lebur di 
'hajar' Amerika, namun di luar dugaan manusia muncul dalam waktu yang 
tidak lama daulah islam Iraq -insyaalah menjadi pembuka membebaskan 
palistina dan al-quds~, daulah islam di Checnya, dan baru-baru ini 
diproklamasikan daulah islam Somalia. Dan masih banyak embrio (cikal 
bakal) daulah yang dalam waktu yang tidak lama -insyaallah— akan muncul. 
Ini semua sangat menggelisahkan & mengkhawatirkan orang-orang kafir 
terutama Amerika akan dominasi para mujahidin di berbagai belahan dunia, 

... khilafah islam dengan jalan jihad telah di ambang pintu mudah- 

mudahan dalam waktu dekat Pakistan akan jatuh ke tangan mujahidin dan 
menjadi daulah islam yang sangat strategis. Sehingga kawasan sekitar Asia 

tengah akan dikuasai sepenuhnya oleh mujahidin Khilafah tinggal 

menunggu waktu, insyaallah!! 

Saksikanlah ikhwan, ... semua kemenangan itu tidak terwujud kecuali dengan 
pengorbanan yang sangat besar, ... pengorbanan yang tidak mengenal pamrih, 
... pengorbanan yang tidak mengenal hizb (golongan) atau jama'ah tertentu. 
para mujahidin tidak bertanya apakah setelah kesyahidan mereka, 
keluarga mereka akan mendapatkan harta dunia atau kedudukan, ... tidak, 
tidak pernah mereka impikan. Tetapi yang ada pada mereka adalah apa yang 
bisa mereka korbankan, baik harta maupun jiwa untuk tegaknya panji-panji 
Islam. ... Maka, untuk mendapatkan kemenangan yang besar, korbankanlah 
apa yang kita punya, hingga Allah menentukan urusannya. Jadi, hasil didapat 
sesuai dengan apa yang dikorbankan. 

29. Taktik "boros" memenangkan pertempuran. 

Ada seorang ikhwan mengatakan kepada penulis, "Syaikh Abu Mus'ab az- 
Zarqowy itu boros !!! (baca ; taktik perangnya)" .... sepintas penulis terkejut 
mendengar pernyataannya dan sempat menerawang apa yang dilakukan oleh 
komandan pilih tanding di negeri dua aliran sungai itu. Namun sejurus 
kemudian ikhwan itu menjelaskan bahwa, selama beliau memimpin jihad di 
Iraq selama 3 tahun beliau telah melakukan 800 kali serangan terhadap 
musuh dan telah menghabiskan anggaran perang 200.000 yuro per pekan. Ini 
maknanya perbulan menghabiskan dana sekitar 800.000 yuro atau jika di 
rupiahkan sekitar 2 milyar per bulan, angka yang sangat besar dan fantastis!!!! 



84 



wajar untuk sumber dana sekelas tandzim raksasa al-Qo'idah pimpinan 

Abu Abdillah hafizdhuhullah.. 

Beliau melakukan amaliyat 800 kali dalam 3 tahun!! .. Maknanya kurang lebih 
dua hari sekali beliau mengirimkan pasukan mujahidin untuk menggempur 

posisi musuh. Taktik yang sangat unik dan boros!!! tetapi, justru inilah 

keistimewaan operasi-operasi beliau memenangkan pertempuran. 

Dengan taktik gempuran "boros" terhadap musuh yang tak kunjung berhenti 
itu, .... Semakin banyak mujahidin yang bergambung karena kemenangan- 
kemenangan yang didulang hampir tiap hari, .... Musuh dengan taktik 
tersebut tidak sempat melakukan konsolidasi pasukan, ... karena yang ada 
adalah evakuasi korban tewas, .... Korban luka, ... korban stress, dan korban 

down mental yang sangat parah, mereka tak sempat, sekadar mengatur 

taktik pertempuran, .... Yang ada adalah ketakutan, ... ketakutan, ... dan 
keputusasaan melawan mujahidin. 

Lihatlah ikhwan, ... betapa banyaknya amaliyat isytisyhadiyah yang dirancang 
dan dilakukan oleh syaikh Abu Mus'ah Az-Zarqowy, .... Namun semakin 
banyak amaliyat isytisyhadiyah yang beliau dilakukan, yang terjadi justru ~- 
diluar akal manusia— mujahid yang "ngantri" pun semakin banyak dan 

membludak Dan beliau adalah orang yang sangat getol mengobarkan 

semangat mujahidin untuk melakukannya, sampai-sampai mertuanya sendiri 
menjadi salah satu yang menjadi perserta amaliyat isytisyhadiyah di Iraq, ... 
Allahu akbar!! 

Jadi, Subhanallah!!! .... Bagaimana kemenangan akan diraih, 

nashr akan di dapat, jika banyak anggota jama'ah jihad disuruh menghindari 

amaliyat, .... Menghjindari syahid, .... Menghindari pertempuran!! jama'ah 

jihad model apa ini???? amal apa yang mereka andalkan untuk mencapai 

kemenangan???? Padahal syahid itu adalah salah satu dari dua 

kemenangan, disamping kemenangan memenangkan pertempuran dan 

mampu menegakkan syariat Para pembesar jama'ah itu mengatakan 

syahid bukan tujuan!!! Tujuan kita adalah iqomatudin, ini kesalahan 

besar dan syubhat yang membelenggu, wahai ikhwan!!! Iqomatudin itu 
dengan ceceran darah dan tercacahnya daging para mujahidin!!! Tanah itu 
didapat alahissalam dengan darah!!!! 



85 



30. Jika Abdullah bin Mubarok masih hidup, 

apa yang akan dikatakannya??? 

Siapa yang tidak mengenal Abdullah bin Mubarok rahimahullah!!, seorang 
ulama tabi'in terkemuka, dermawan utama dan mujahid yang pilih tanding. 
Beliau hidup di bawah kekhilafahan Islam yang masih dekat dengan semerbak 
harumnya kepemimpinan khalifah yang empat ; Abu Bakar ash-Shiddiq, 
Umar bin Khottob, Utsman bin Affan, dan Ali bin Abi Thalib. Namun, lihat 
& perhatikanlah bagaimana keras & ketegasannya terhadap syariat jihad, 

subhanallahlll Beliau, yang ketika itu sedang melakukan ribath di 

Thursus dengan tanpa ragu mengirim surat kepada Fudhail bin Iyadh yang 
berisi teguran keras ,.... bahwa apa yang dilakukan beliau (beribadah) di 

masjidil Haram hanyalah (seperti) permainan belaka , dibandingkan 

dengan ibadah jihad fi sabilillah. 

Diriwayatkan oleh Ad-Dzahaby Rahimahullah, Bahwa Ibnu Mubarok ketika 
melakukan ribat tahun 177 H. di Thursus, beliau menulis surat kepada 
Fudhail bin Iyadh. Awal surat itu berbunyi: 

t_aJj SjIj*J) ^ tjjj lj.aIxJ Ijjjj^ajljj jjyjjaJl jjIc \j 
^lLaI LLLoAj 1 * 1 Jj^* 1 * 4x. jajj a JJ^. i— U <aaj jl£ j-a 



( u 

1 • 



Wahai orang yang beribadah di dua masjidil Haram, jika Kau melihat kami 
niscaya engkau akan tahu bahwa ibadahmu itu hanyalah main-main saja... Jika 
lehernya berlinangan air mata, maka leher-leher kami berlumuran darah... 

Ikhwan !!!!! beliau - Abdullah bin Mubarok rahimahullah— begitu kerasnya 
memberikan teguran kepada Fudfhail bin Iyadh rahimahullah, pada saat jihad 
fardhu kifayah, .... Saat kaum muslimin di bawah hukum dan syariat islam, 

saat jihad disunahkan satu kali dalam setahun Lalu, bagaimana jika 

jihad menjadi fardhu ain!!!! Betapa kerasnya beliau akan memberikan 
peringatan, ....lalu bagaimana jika beliau hidup saat ini!!.... tentu Beliau akan 
lebih keras lagi memperingatkan keharusan berjihad saat ini. 

Lalu jawaban apa yang dilakukan oleh ulama besar nan shalih Fudfhail bin 
Iyadh rahimahullah??? Ketika beliau membaca surat itu, bercucuranlah 

airmatanya, kemudian berkata : "Benar apa yang engkau nasehatkan 

wahai Abu Abdirrohman."(lihat ke Kitabul Jihad, karya Abdullah bin 



86 



Mubarok. Atau di Al-jihad sabiluna, Abdul Baqi Rramdhun, muassasah Ar- 
risalah) 

Jadi sekarang bagaimana jawaban anda wahai para anggota jama'ah jihad!!! 
Ketika syaikh Usamah bin Ladin hafidzhuhullah dan syaikh Abu Aiman Ad- 
dhowahiri hafizhuhullah, Syaikh Abu Umar al-Baghdady, Syaikh Abu Mus'ab 
Az-Zarqowy telah memberikan surat terbuka untuk berjihad di berbagai 
tulisan, muhadhoroh dan ceramah mereka, yang isinya : "Jihad hari ini adalah 
fardhu ain, wajib setiap kaum muslimin untuk keluar melakukan amaliyat 
yang dapat menghancurkan dan menghentikan penjajahan Amerika dan 

sekutu-sekutunya." dan lain-lain peringatan yang amat keras, .... Saat 

jihad fardhu ain, saat jihad fardhu ain!!!! 

Apa yang akan anda katakan, wahai pimpinan dan anggota jama'ah 

jihad!!!! Wahai para karyawan perusahaan yang katanya multi nasional!!! 

apa yang akan anda katakan????? Apakah jawaban anda akan sama seperti 

Fudfhail bin Iyadh rahimahullah???? atau subhanallah!!! 

Tangan sekali-kali anda katakan seperti perkataan bani Israil kepada Musa : 

[24 : ^Uil ] { 'oj^ UaU IjJ ^3US ^jj Cu\ yAJta } 

Artinya : ' karena itu pergilah kamu bersama Tuhanmu , dan 

berperanglah kamu berdua, sesungguhnya kami hanya duduk menanti di sini 
saja." (QS. Al-Maidah 24) 

Tidak!! Tidak!!! Iya benar, Kalian memang tidak mengatakan 

seperti perkataan bani Israil kepada Musa!!!! Tetapi apa yang kalian lakukan 

dengan diam!!! diam!!!! diam dan diam puluhan tahun tidak 

beramal, no amaliyat, no ightiyalat, no irhabllll Saat jihad fardhu ain dan sangat 
menghajatkan pukulan-pukulan para mujahidin terhadap posisi-posisi musuh, 

ini hakekatnya sama, sinonim, sebangun, dan semakna dengan perkataan 

bani israil kepada Musa, wallahu alam bishowwab!!! 

Pembantaian ikhwan selalu terjadi di depan mata, mereka (thogut dan 

kaki tangannya) menembak mati, sampai seorang umahat hamilpun 

mereka tembak!!!!!! dimana jiwa antum wahai ikhwan yang masih 

punya iman!!!!!!!!!!!!! masih punya harga diri, masih punya sedikit 

tenaga untuk memukul mereka, meski pukulan anda belum tentu 

menghancurkan dan melumpuhkan mereka. 



87 



Tangart tersinggung!!! !!!!!!!! , lebih baik instropeksi diri saja, kaloo 

iya, ya segeralah bertaubat, lalu berimanlah dengan iman yang benar, 

lalu bergabunglah dengan thoifah dan komandan yang benar-benar 

mengangkat bendera jihad dan benar-benar melaksanakan faridhoh jihad, .... 

Kemudian beramalah, Karena Allah, rasul-Nya dan orang-orang mukmin 

akan melihat amal kalian dan niscaya Allah akan memasukkan kalian ke 

dalam jannahnya dan kalian tidak akan dirugikan sedikitpun sampai Allah 

berikan dua kebaikan : SYAHID atau MENANG insyaallah!!!! 

Allah ta'ala berhrman : 

Uu^j \ Jj^ Ajil 

Artinya : "kecuali orang-orang yang bertaubat, beriman dan mengerjakan amal 
saleh; maka itu kejahatan mereka diganti Allah dengan kebajikan. Dan adalah 
Allah maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (QS. Al-Furqon 70) 

31. Mudah-Mudahan Allah mudahkan kami menyusul kalian, 

Ya AbtholulJihadW. 

Tadi malam adalah malam ke 27 bulan ramadhan, malam yang termasuk 

paling diakui sebagai malam lailatul Qadar. Sebagaimana dalam riwayat 
Imam Muslim, bahwa "lailatul Qadr itu terjadi pada malam ke-27" di bulan 
ramadhan (Lihat tafsir Ibnu Katsir Rahimahullah). Pada malam itu malaikat 
jibril dan malaikat-malaikat yang lainnya, yang jumlahnya tidak mungkin 
dihitung turun ke laingit dunia atas izin Allah untuk melaksanakan perintah- 
perintah Allah yang maha tinggi. Malam kemuliaan itu nilainya lebih baik 
dari seribu bulan, yang berarti malam yang lebih baik dari 30.000 hari 
manusia beribadah. 

Lalu apa yang istimewanya??? Yang istimewa adalah para 

pahlawan jihad (abtholul Jihad) Indonesia, yang berarti pahlawan dunia 
diantaranya Asy-Syahid -kama nasabuhu- Noordin Muh. Top, Akhuna 
Urwah rahimahullah, susilo dan Aryo sudarso Rahimahullah menemui 

kesyahidan pada malam 27 ramadhan 1430H., malam yang di duga kuat 

sebagai malam lailatul Qadr, .... Malam yang berada di bulan paling mulia, 

yaitu Ramadhan, dan mereka syahid di puncak urusan, puncaknya amal 

yang paling mulia yaitu Jihad fi sabilillah Allahu akhbar!!!! Allahu 



88 



akhbar!!!! taqdir yang sangat baik, makom yang sangat 

istimewa, makom yang sangat luarbiasa, dibunuh musuh saat 

malamlailatulOadr !!!!! Subhanallah!! !!!!!!!! 

Sungguh beruntung keluarga mereka, sungguh beruntung anak istri 

mereka, karena masing-masing dari mereka diberi hak memberi syafaat 70 

orang dari kerabatnya, subhanallah sungguh beruntung!!!! Sungguh 

beruntung, jihad mereka telah dibeli Allah yang maha kuasa atas segala 

sesuatu. Sungguh beruntung saudara-saudara mereka (mujahidin) yang lain 

yang kini terus berjihad dan melakukan amaliyat, kesyahidan dan darah 

mereka menjadi pengokoh & cahaya bagi jihad mereka untuk terus 
melakukan amaliyat dan melakukan pukulan-pukulan terhadap penjajah dan 

musuh yang menindas Sungguh beruntung kaum muslimin yang telah 

melahirkan mujahid pilih tanding dan kesatria bertekat baja yang akan 

menjadi cahaya abadi amal jihad di negeri yang syariat islam menjadi din yang 

terasing di tengah-tengah pemeluknya sampai Allah ta'ala 

menghadiahi mereka daulah dan khilafah islam di bumi ini. 

32. Mimpi Aneh!!!! 

Muslimah itu menangis, menangis, dan menangis!!! Ketika 

kenyataan yang terjadi sesuai dengan yang ia mimpikan. Mirip!!!, bahkan 
sama persisi dengan apa yang tengah terjadi. Ia bertutur dengan agak ragu 
dengan kawan karibnya, ketika menjadi akhwat dahulu, kini mereka telah 
sama-sama menikah dan keduanya telah mengenakan cadar. 

Mimpinya terjadi seusai shalat qiyamul lail (sholat malam/tahajut), ia bertutur 
(seorang muslimah yang shalihah -insyaallah-) menceritakan mimpinya yang - 
sepertinya— ada hubungan dengan apa yang tengah terjadi dengan suaminya, 
yang saat ini muslimah itu menilai suaminya belum mau menyambut 
faridhoh jihad yang kini hukumya fardhu ain. Ia bermimpi menyaksikan 
seorang ust. (nama ustnya sebenarnya disebutkan oleh Muslimah itu, namun 
agar tidak menjadi fitnah tidak kami tulis disini, inisialnya ust. M) yang 
tengah menanam bawang putih di sebuah pesantren, namun ummahat itu 
melihat tanaman-tanaman bawang putih milik ust. tersebut busuk-busuk, dan 
dibiarkan membusuk. Tidak ada perbaikan, bahkan warnanya menghitam 
dan busuk. Kemudian Muslimah tersebut memaksakan diri yang 
membersihkan tanaman bawang milik ust. tersebut, ia merasa ust. tersebut 



89 



tidak berbuat apa-apa terhadap tanamannya, padahal tanaman bawangnya 
tengah membusuk dan rusak. 

Muslimah tersebut tidak tahu kalau suaminya -dalam kenyataan- tengah 
belajar (berhalaqoh) dengan ust. yang ia maksud dalam mimpinya sebagai ust. 
penaman bawang putih yang membusuk di pondoknya. Ketika kawan 
karibnya mengatakan bahwa suami ukhty belajar/berhalaqoh dengan ust. M, 

Sepontan muslimah tersebut menangis, menangis dan 

menangis!! Karena ternyata muroby suaminya yang berinisial ust. M tersebut 
adalah nama ust. yang hadir dalam mimpinya. Ust. M tersebut yang dalam 
mimpinya menanam bawang putih yang dibiarkan membusuk. 

Kami tidak memiliki kemampuan untuk mentafsiri mimpi ummahat tersebut, 

wallahu alam bishowwab!!! namun paling tidak dapat kami tulis & 

kemukakan di sini, karena penulis mengenal ust. M yang dimimpikan 
muslimah tersebut. Ust. M yang dimaksud dalam mimpi itu termasuk ust. 
yang tidak setuju dan menyalahkan berbagai amaliyat yang tengah terjadi di 
Indonesia (meski bisa jadi hanya dektean -baca, copy paste- dari atasannya), 

amaliyat yang dilakukan Ust Mukhlas, Rojulain (Dr. azhari & Noordin 

M Top) dan akh Urwah rahimahullah. Bahkan ia terbukti memata-matai 
mujahidin -paling tidak ia terbukti memata-matai seorang ikhwan alumni 
jabhah qitaliyyah~, meski untuk apa tujuannya kami tidak tahu. Dan 
sebenarnya ust. tersebut meski membuat halaqoh-halaqoh ikhwan yang 
bersemangat untuk jihad, namun sejatinya tidak mengarah untuk jihad yang 

sebenarnya Dan ust. tersebut terbukti suka menghibahi saudaranya - 

-orang yang berbeda pendapat dengannya— atau suka mencari-cari kesalahan 
dan kelemahan ikhwan yang dianggap tidak sependapat denganya, dan ini 

adalah kenyataan yang sangat menyedihkan maka benarlah kalau yang 

ia tanam akan membusuk, bahkan dibiarkan membusuk....lalu apa 
manfaatnya tanaman yang membusuk?????????? 

Wallahu alam bishowwab, mungkin makna mimpi muslimah itu 

adalah anggota-anggota halaqoh ust. M tersebut mengalami "pembusukan", 
rusak dan tidak memiliki keberhhakan dengan berbagai amalaiyat jihad di 
Indonesia atau bahkan tidak diarahkan kearah jihad yang nyata. Karena 
sesuatu itu tergantung siapa yang mencetaknya dan siapa yang 
membimbingnya. Jadi kalau murobbynya saja membenci amaliyat jihad, 
mencelanya, menyalahkannya, meremehkan para pendukungnya, memata- 



90 



matai pengikut dan pendukungnya, bahkan dikatakan isti'jal, tidak 

procedural, salah langkah, dll lalu apa jadinya anak didik muroby 

tipe ini, tentu apa yang akan dikatakan lebih parah lagi. 

ingatkah anda dengan peribahasa, "Guru kencing berdiri, murid 

kencing berlari" bisa saja ini terjadi. Jika murobby mencela, menghina 

berbagai amaliyat jihad di Indonesia, ... lalu bagaimana penghinaan para 

anggotanya terhadap mujahidin yang amaliyat akan lebih parah ini 

kenyataaan!!! 

subhanallah!! Allah akan menyaring mujahid yang benar-benar layak 

menegakkan faridhoh jihad, dan akan memberikan makom sesuai dengan 

keadaannya. Bagi yang duduk-duduk ada balasannya, bagi yang 

mencela jihad dan para pelakunya, akan ada balasannya, bagi yang tidak 

empati atau peduli, juga ada balasannya, .... bagi yang mendukung akan ada 

balasannya, dan bagi yang terjun langsung melakukan amaliyat pasti sudah 

tetap janji Allah untuknya, "ihda husnayain" jadi silahkan anda pilih 

yang mana????!!!!, jihad akan jalan terus, sesuai dengan masyi'ah dan 

Qudroh Allah ta'ala. 



91